
Matahari sudah berada dipuncak , Hilman baru saja bangun dari tidurnya , semalam setelah mengantar Zack , dia langsung rebahan dengan beberapa memar akibat pengeroyokan semalam.
Berjalan dengan malas keruang dapur karna lapar , untung saja Zarfan sudah meningalkan sarapan untuknya , tinggal memanaskan lalu memakannya sampai habis.
Sasana terlihat sepi siang ini , sudah beberapa waktu ini Hilman tak latihan beladiri , dia hanya fitnes mengeluarkan keringan , dia mempraktekan muatytai , taekwondo dan kravmaga pada samsak khusus.
" pluk pluk pluk"
sebuah tepuk tangan mengema di ruangan , sesosok gadis seumuran mendekati Hilman yang berdiri menatapbkearah datang nya suara.
" bagus gerakan sempurna , saya tidak menyangka jika di sasana ini ada petarung profesional seperti anda " pujinya , suara itu berasal dari seorang gadis manis berlesung pipit , tingginya lebih sedikit dibanding Hilman , terlihat berotot karna mengunakan pakaian olah raga ketat khusus para petarung beladiri campuran , terlihat sosoknya seperti petarung pro.
" maaf saya hanya berlatih bukan petarung " Hilman merendah , memang kenyataanya dia bukan petarung seperti yang dibayangkan .
" hahaha ngak mungkin gerakan mu sempurna , tak banyak petarung menguasai Krav maga sepertimu , saya sudah melihat petarung sadana ini tapibsaya tidak mengenal anda "
" coba datang minggu jam empat subuh , para pro sasana ini berkumpul sekali seminggu " ujarnya keceplosan , padahal waktu itu anggota resmi pengawal Ray berlatih .
" mmm coba nanti saya datang , saya Raline dari singapura kebetulan lagi liburan disini , boleh jadi sparing partner ku "
" saya amatiran
" tak masalah "
Raline langsunh masuk kedalam ring , asistennya mempersiapkan kebutuhan selakigus menjadi wasit , Hilman yang kebetulan sedang suntuk mengiyakan saja .
Raline menyerang dengan gerakan sempurna campuran muaytai dan boxing , tapi Hilman berhasil mengelak , berganti melancarkan serangan membuat Raline serasa bertarung dengan petarung sebenarnya , dia semakin semangay , seranganya bisa diatasi oleh Hilman .
beralih keserangan pendek dan bermain bawah , Raline merobohkan Hipman dan mengunci pinggang, Hilman yang sudah berlatih sejak kecil paham teknik melepaskan , dengan satu hentakan Raline tetbalik dan terkunci dari belakang.
" tap tap tap "
__ADS_1
Raline menyerah karna pingul dan lehernya terkunci.
" ronde kedua "
setelah beristirahat.
kali ini Raline memainkan kakinya , tentu saja Hilman sukses menghindar dan pada satu momen Hilman melakukan serangan memutar dan menangkap kaki Raline hingga kaki dan leher nya menyatu akibat kuncian Hilman.
" bagus bagus , aku mengaki kalah "
" ini kartu nama ku ,jika kau berminat temui aku di singapura ,kau bisa menjadi petarung pro " Raline semangat mendapat bibit unggul yang bisa berkembang pesat jika ikut kejuaraan.
" maaf , aku tak terlalu berminat , ini hanya hobi "
tolaknya membuat Taline berkecil hati .
sebemarnya dia memang mendengar selentingan kabar jika di oldtown ada sebuah sasana tinju yang memiliki petarung anda , setelah seminggu disini baru kali ini dia menemukan , sebelumnya ada Zarfan tapi dia menolak bertarung diatas ring padahal Zarfan memiliki postur sempurna dan umurnya juga masih belia .
Siangnya Hilman pergi ke cafe luar kota tempat Tama bekerja , ada beberapa hal yang ingin dia selesaikan dengan Tama.
Saat memasuki area resort motornya disenggol sebuah sedan mewah yang hendak keluar parkiran , Hilman yang tubuhnya masih sakit akhirnya pasrah dan berguling diaspal.
“ dasar anak anj***g emang nya ini jalan moyang mu “ pria itu mencak mencak lalu menendang helm yang baru saja dilepas .
Tak terima Hilman menangkap kaki itu langsung menendang yang satunya hingga pria kurang ajar itu roboh lalu melayangkan sebuah pukulan telak , tak sampai disitu emosi Hilman yang masih belum reda menghajar sampai pira itu terkapar bersimbah darah .
“ dasar “
“ hentikan “ pekik seorang wanita yang baru saja keluar dari mobil , Hilman hanya menatap sinis .
“ hentikan Hilman , kamu tahu itu siapa “ pekik Shere.
__ADS_1
“ penting kah “ Hilman malas meladeni
“ ngak pa pa pak “ shere menepuk nepuk berusaha menyadarkan Bayu yang meringgis kesakikan.
“ mana sopan santun mu sekarang , apa begini papamu mendidik “
“ sikap anak cerminan orang tua dan sekarang seperti bercermin kan “ Hilman tak mengubris Shere yang panik , baginya lebih baik menyelesaikan urusannya dari pada mengurus Shere yang selingkuh .
“ Hill gawat , genk kita sedang diincar aparat lo harus cari aman “ bisik Tama ketika Hilman datang .
“ trus lo gimana “
“ gue masih aman , lo yang bermasalah Hill , Arga nyebut nama lho dan sekarang aparat pasti ngincar lho dan keluarga Faisal udah menyewa genk dari luar kota ngincar anak anak , hari ini anak anak sudah pada keluar kota nyusun rencana , lho harus kabur sampai aman bro “
Nasehat Tama .
“ lho tahu dari mana “
“ Tadi keluarga Faisal ada disini mungkin lu ngak ketemu karna ngak lama sebelum lo datang “
“ pake mobil “
“ iya jaguar seri terbaru “
Hilman terdiam , karna beberapa saat yang lalu dia menghajar seseorang yang persis sama dengan yang disebukan Tama mengunakan mobil jaguar .
“ gue ngehajar dia tadi di perempatan , bareng mantan nyokap gue kan “ Hilman memastikan .
“ bener bro dia bareng nyokap lo tadi tapi kok nyokab lo ngak tahu ya , aduh mendingan lo ngamanin diri deh sekarang “ Tama panik .
“ kemana bro , gue bingung mu kemana , ngak mungkin gue kekampung pasti mereka tahu “
__ADS_1