
“ masuklah “ Alicya terpaku di teras Mansion keluarga Hilman , sebuah rumah mewah yang berkali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan rumah keluarga Gilbert bahkan mansion ini yang terbesar yang pernah Alicya lihat s , menututnya terlihat seperti istana .
Rumah bernuansa klasik dengan dinding bebatuan alam serta ornamen kuno seperti rumah abad pertengahan .
“ ini rumah siapa “ Alicya engan melangkah
“ ini rumah keluarga ku “ Hilman membimbing Al masuk yang masih terperangah melihat kemewahan .
“ selamat datang Abaaang” Celine seketika terkejut melihat Hilman membawa wanita cantik kerumah .
“ mana bibi “ Sambil mengedipkan mata .
“ oh iya sedang masak bang , biar Celine pangil dulu “ Celine bergegas ke dapur .
" ma abang datang bawa pacar " teriaknya memenuhi ruangan , Alicya tersipu .
“ iya Nak” , bibi Hawa bergegas kedepan setelah mendengar penjelasan Celine kalau tuan muda membawa perempuan .
“ kenalin Bi ini Alicya “ Alicya mencium tangan bi Hawa dan bersalaman dengan Celine , Celine pun salim dan memeluk Alicya.
“ Al ini bibi Hawa dan ini anaknya Celine “
__ADS_1
“ Malam bi , Celine “ sapa Alicya .
“ ini menantu bibi nak , syukurlah kamu bawa juga pulang , pasti papamu iri karna bibi lebih dulu bertemu menantunya “
Pipi Al semakin merah , dia menatap aneh Hilman sebab selama dia kenal tak sekalipun dia membahas keluarganya bahkan setelah mereka menikah , salah alicya juga tidak pernah menanyakan hal sepenting ini .
“ kita makan dulu bibi baru saja masak , ayo “ bi Hawa mengapit Alicya keruang makan .
“ Abang , nona “ Celine menyentuh pipinya seolah bertanya , Hilman cuman mengelengkan kepala , berkas tamparan Naya masih terlihat walau samar , Celine melihatnya.
“ makan yang banyak “ bi Hawa mengeser beberapa menu .
Dengan perlakuan keluarga Hilman ditambah sambutan mereka yang hangat , Alicya merasa nyaman bahkan makan malam mereka terkesan sederhana dan Hilman pun menikmatinya , disela makan Celine banyak bercerita tentang sekolah dan cowok , tak ada yang mempermasalahkan statusnya , bahkan sesekali pujian terlontar dari mulut bi Hawa dan Celine.
Deselingi tawa .
“ Kapan keluarga mu datang Hill “ ujar Al setelah membantu bi Hawa bersih bersih .
“ mungkin minggu depan "
“ iya mereka datang di wisudanya Abang “ ujar Celine .
__ADS_1
Setelah makan mereka kumpul diruang santai dekat kolam ikan tempat bagi mereka paling nyaman bahkan ada bale bale bambu dan kursi rotan sehingga ruangan ini terkesan kampung .
“ ceritakan gimana masa lalu kamu “ Alicya penasaran dengan kehidupan Hilman selama setahun mengenal , semua temanya menyangka jika Hilman berasal dari kalangan biasa termasuk Al , ternyata dia keturunan bangsawan yang tak pernah dia bayangkan untuk dimimpikan .
“ gimana ya , aku berasal dari old town sebelum kesini tingal diruko bekerja diruko dan fitnes center kadang jadi karyawan magang dihotel ditempat papanya bekerja setelah kuliah “ Hilman juga menjelaskan bagaimana dia tingal mandiri di paradise Island dan sekali seminggu pulang ke villa .
“kenapa kamu menerima beasiswa padahal keluarga kamu berada “ Al penasaran
“ ya karna mereka menginginkan aku bergabung setelah tamat nanti “ Hilman menjelaskan kalau hotel tempat dia bekerja dulu anak perusahaan F&Fcorp dan di sini dikelola oleh Fortune .
“ Yuk kekamar “ Hilman membimbing Alicya menuju kamarnya dilantai lima mengunakan Lift.
Keterkejutan Alicya kembali menghujani pikirannya , bagaimana tidak kamar yang begitu luas dengan penataan yang mewah membuat mata Alicya hijau , ranjang utama dua kali lebiih besar dibandingkan ranjang pada umum nya , hal yang paling membuat Alice makin terpana dari balkon kamar menghadap kota , dia bisa menikmati setiap sudut kota paradise city .
“ bener ini kamar mu Hill” al memastikan.
“ iya “ singkat .
Hilman membawa Alicya ke pelukannya sambil menatap kota .
“ jika kita tinggal dirumah kecil dan sempit apa kamu akan meningalkan ku “
__ADS_1
“ kemanapun kamu membawa ku aku selalu ikut , aku rela bersakit sakitan dengan mu “