
“ kamu sudah pulang Hill “ Alicya menyambut Hilman didepan pintu lalu mengambil tas yang ada di tangannya , kebetulan dia mendengar suara mobil masuk ke garasi Naya dan Gilbert sudah pulang hanya jadi hanya Hilman yang belum .
“ terima kasih Al “
Alicya mengiringi langkah Hilman kelantai atas namun pada saat sampai di pintu kamar Naya Alicya berhenti .
“ kamu ngak kekamar Nona “ Alicya menundukan kepala , ada sedikit rasa bersalah dihatinya ketika menyebutkan katta itu.
“ kamu mau aku kesana “
Alicya diam gak menjawab .
“ biarkan dia tenang dulu , nanti kita bisa bicara “ Hilman melangkah ke kamar yang dihuninya tadi malam , Alicya menyiapkan baju untuk Hilman lalu bergegas kelantai bawah untuk menyiapkan makan malam .
Hilman dan Naya serentak membuka pintu kamar kamar Naya pas didepan tangga sedangkan kamar Hilman lebih kebelakang , jarak antara kamar mereka cukup jauh namun bisa secara langsung melihat siapa saja yang keluar masuk kamar dikamar mereka . Hilman mendekati Naya .
“ Besok bisa ke Future Hand , tadi aku siang akubkesana dan bilang sama sama kenalanku , katanya langsung antar aja proposalnya “ ujar Hilman membuat Naya terlonjak .
“ serius , kamu ngak bercanda kan “ mengelengkan kepala tak percaya .
“ bener , tadi aku sudah menemui temanku disana dia sudah memeriksa proposalmu dan minta merobah babarapa hal , dan mereka meminta kamu langsung kesana besok”
“ ayok kita kerjakan sekarang “ Naya bergegas namun Hilman menahannya .
“ kita makan malam dulu , nanti aja di kerjakan “
__ADS_1
Hilman dan Naya turun kelantai bawah , disana Gilbert dan Sury sudah menunggu , Naya menarik menarik kursi dan langsung mengambil jatahnya.
“ malam pa , ma “ sapa Hilman , dia duduk ditempat kemaren.
“ kapan wisuda Hill” tanya Gilbert saat menikmati hidangan matanya tak menatap Hilman sama sekali.
“ bulan depan pa “
“ gimana , apa kamu berminat bekerja di perusahaan papa “ tawarnya .
“ aku sudah dapat pangilan kerja pa tapi belum aku terima , masih ragu “
“ dimana “
“ di Empiere pa “ Gilbert dan Sury saling pandang , dia tak menyangka menantu mendadak nya itu mendapat tawaran pekerjaan di perusahaan besar yang aset nya bisa dibilang seretus kali lebih besar dari perusahaan keluarga mereka jika digabung.
Naya sedikit mulai sedikit menafsirkan perkataan Hilman .
“ jangan bilang kamu sudah kerja disana “ tebak Naya membuat Gilbert dan Sury terkejut.
“ tidak , aku hanya belum menerima tawaran mereka “
“ terus proposal aku “
“ aku pernah membantu mereka menyusun proposal untuk proyek besar luar negri dan berhasil , sebagai balas budi mereka sudah menawarkan pekerjaan , lagi pula saat ini aku masih bestatus mahasiswa “ jelas Hilman mematahkan angapan Naya. Gilbert dan Sury akhirnya tenang karna Hilman belum menamatkan kuliahnya.
__ADS_1
“ ya kan bisa jadi “
“tunggu wisuda dulu , setelah itu aku akan memikirkan masa depan “ jelas Hilman lembut menghentikan perdebatan .
“ oh ya mbok , pangil Ak kesini “ Sury sadar keluarga nya kekurangan satu anggota. Selama ini Alicya selalu makan bersama mereka .
“ sudah kenyang “ Naya pergi saat Alicya sampai dimeja makan .
“ duduk dulu sayang “ memghentikan langkah Naya ketika Alicya datang .
" kamu sudah makan Al"
“ sudah ma “ jawab Alicya malu malu .
“ duduk saja , temani Hilman makan “ sambungnya.
Alicya duduk disebelah kiri Hilman sedangkan didepan Naya sibuk dengan gadgetnya , meja makan kembali sunyi hanya terdengar denting sendok
“ papa duluan “ Gilbert meningalkan meja makan diikuti Naya.
“ gimana kuliah mu sayang“ sapa Sury setelah makan .
“ sedang nyusun skripsi ma , mungkin akhir tahun wisuda “
Alicya selalu menunduk setiap menjawab pertanyaan
__ADS_1
.