
( kanaya )
" Naya , sepuluh tahun lamanya kita saling mengenal , dihatiku selalu ada kamu sekarang aku ingin mengatakan , jadilah miliku seutuhnya "
Bastian mengeluarkan sebuah kotak dari balik jasnya , sepasang cincin berlian putih .
" will you marry me "
Kanaya menutup mulutnya tak percaya , matanya berkedip memastikan semua ini bukanlah mimpi , sudah sekian lama dia memimpikan kencan romantis dengan pernyataan cinta yang begitu sempurna , sekarang Bastian membuktikan jika semua yang terjadi jelas nyata.
" bagaimana Naya , apa kamu bersedia "
" iya , tentu saja aku bersedia " sambil menyodorkan jari manisnya tanpa ragu .
Bastian mendekat lalu memasangkan cincin itu , lalu mememinta Naya memasangkan pasangannya kejari manisnya.
" aku mencintaimu sedari dulu" menarik jemari tangan Naya yang terpasang cincin lalu mengecupnya , perlahan dia mendekati lisan nya yang begitu mengoda , Kanaya memejamkan matanya , hembusan nafas Bastian terasa menyapu kulit wajah , berlahan benda basah nan lembut itu menempel lama , Bastian mengecup begitu pelan hingga membuat Naya terbuat , diapum membalas .
Tangan kekas Bastian merangkul tubuh Naya mendekat , mereka menyatu disaksikan bintang malam dan iringan musik yang masih mengalun , tak ada yang menganggu.
" Kanaya "
__ADS_1
seketika kedua pasangan itu berbalik mencari sumber suara . Naya teganbtak menyangkan jika Hilman menangkap basah .
" maaf bro kami sedang kencan jangan ganggu kami " bentak Bastian, dia sudah memboking cafe ini tapi masih ada pengunjung yang masuk
" pelayan usir orang ini , saya sudah memboking lantaibini satu hari penuh" Suara Bastian mengelegar , para pelayan bergegas menghampiri.
" Naya apa maksud semua ini " terlihat Hilman menahan amarah , matanya memerah .
" ini bukan urusan mu pergilah "
" Hilman maaf , aku mencintai Bastian jadi jangan mengharapkan aku " jawab Naya terbata , sesunguhnya dia sangat malu selarang jika ada lobang terdalam mungkin dia melompat disana .
" begitu ya , oke selamat aku mendoakan kalian " Hilman langsung berputar meninggalkan pasangan yang dimabuk asmara itu .
Kanaya sudah kehilangan semangat untuk tersenyum hatinya begitu sakit melihat kepergian Hilman , dia ingin pria itu melakukan sesuatu membuktikan jika dia pantas dipilih tapi nyatanya tidak , Hilman malah pergi tanpa memperdulikanya.
" kenapa sayang apa ada masalah " Bastian merasa ada perubahan didiri Naya semenjak kepergian Hilman .
" engak ,engak ada , aku hanya ngantuk " dia tak berani menatap mata Bastian .
" ya sudah aku antar pulang "
__ADS_1
(end)
" ada apa bos " Glen terkejut ketika Hilman merampas wine dan langsung meneguk hinga habis.
" antar aku ke markas " lalu berjalan lebih dulu , dia tidak tahu apa yang terjadi karna sedang menikmati anggur kesukaanya .
Glen diam diam dia mengabari arif dan Roby yang tinggal disana.
Hilman melampiaskan emosinya pada samsak , sudah cukup lama dia tidak mengeluarkan keringat seperti ini, amarahnya cukup tinggi membuat Glen dan yang lainya cemas , Hilman terkapar satu jam kemudian , seluruh tubuhnya bermandikan keringat.
Dia bukan tipe lelaki cengeng yang merajuk ketika hatinya sakit , memang dia sudah menetapkan pilihan untuk memilih Kanaya sebagai pelabuhan hidup , baginya cinta bisa datang sambil bergulirnya waktu , tapi ternyata tidak . Sekian banyak perhatian dan pengorbanan yang dilakukannya untuk menarik perhatian Naya tak satupun membuat Naya tertarik , malah membuat jarak diantar mereka semakin terlihat
Hilman sudah begitu bahagia ketika Naya menyerahkan dirinya seutuhnya , dia baru saja merasa menjadi suami yang bertanggung jawab tapi apa mau dikata , pengorbananya tak sedikitpun berbekas.
" minum bos " Glen menyodorkan air mineral.
" apa aku salah selama ini Glen , apa tindakanku tak berarti untuknya " keluh Bastian.
" saya hanya bisa mengatakan satubhal bos , nona masih buta hingga tidak menyadari perasaan bos , yakinlah sebentar lagi dia akan menyesali dan mengejar cinta bos " Glen tentu tahu bagaimana pengorbanan Hilman menjaga Naya , berapa banyak dia mengalah akan sikap egois istrinya , jika itu Glen mungkin sedari dulu dia meninggalkan wanita seperti Naya apalagi Hilman dikelilingi wanita cantik seperti Senina dan Mikasa yang jelas lebih dibandingkan Kanaya .
" Glen dulu Alicya menungalkanku , sampai sekarangpun dia tak memberi kabar , Sedang Kanaya sendiri tak pernah mengangap ku ada "
__ADS_1
" bos yakinlah masih banyak wanita yang menanti cinta bos , mereka hanya buta "