
Aroma wangi masakan sudah memnuhi ruangan saat Naya bangun , tak berapa lama dia sudah siap lalu keluar , diatas meja makan sudah tersaji chicken chop dan cah kembangkol dengan cumi kering , dadar gullung saus bbq membuat suasana pagi semakin mengugaj selera .
“ ayo makan “ tawar Hilman yang sudah duduk di meja makan
“iya “
Hilman makan dengan lahap tak memperdulikan Naya yang sesekali melirik , rasa masakan yang gurih dan manis sesuai demgan selera Naya membuat nya melupakan kejadian kemaren.
“ kamu ada acara siang ini “
“ mm engak Cuma dikantor memeriksa pekerjaan kemaren , emangnya kenapa “ Naya menghentikan suapannya.
“ nanti siang Tuan Aby mengajak makan siang bersama “
“ mmm gimana ya “
“ ngak pa pa kalo ngak sempat , ngak ada pembahasan kok Cuma makan siang “
Sambung Hilman melihat keenganan Naya .
__ADS_1
“ eh engak kok , aku bisa jam berapa dimana “
“ Jam satu di Mansionnya keluaga Gamawan nanti jam dua belas aku jemput kalo mau “ lanjut makan .
“ boleh , kabari aja “ benak Naya berfikir kesana kemari , dia bingung mengapa tuan Aby mengundang mereka makan siang bersama .
“ yuk aku antar kekantor “ Hilman menawari membuat Naya tak menolak .
Dalam perjalanan Naya sibuk dengan Hanphonenya yang sedari tadi bergetar namun dirijeknya.
“ angkat saja mana tahu penting “ ujar Hilman tanpa melirik kearah Naya .
Naya sengaja menolak pangilan dari Bastian karna semenjak berpisah kemaren Naya tak menjawab seluruh pangilan nya .
“ disini aja ,kamu hati hati ya “ Naya bergegas masuk meningalkan Hilman yang belum menjawab ucapan nya .
Senyum pasrah terbias di wajah Hilman dia tahu apa yang disembunyikan Naya darinya , sebenarnya Hilman juga tak berharap banyak pada Naya tapi bagaimana pun juga status yang mengikat mereka membuat hati Hilman sedikit demi sedikit tak rela melihat Naya berjalan dengan pria lain walaupun dia tahu tak ada sediktipun kesempatan baginya untuk mengisi hari Naya tapi sampai batas waktu Hilman berusaha memenuhi janjinya sebagai suami yang terbaik bagi Naya maupun bagi Alicya yang kini keberadaanya tak diketahui.
Terlihat di Lobby Star Light seorang pemuda yang bersama Naya kemaren siang sedang menunggu , hanya sejenak Hilman melirik kemudian menjalankan kendaraanya .
__ADS_1
“ kamu kanapa Nay kok nomor aku ngak kamu angkat “ Bastian menyongsong Naya yang baru saja masuk .
“ eh kok kamu kesini “ Naya melempar pandanganya keluar kearah mobil Hilman namun mobil itu sudah pergi .
“ aku masih kangen masak kamu tingalin aja aku kayak kemaren “
“ udah Bas , nanti aja kita bicarakan ya , hari ini gue sibuk banyak kerjaan yang harus gue siapain “ Naya memelas menatap pujaan hatinya .
“ Oke , gue balik dulu tapi ingat nanti siang gue jemput , oma kangen sa kamu sudah setahun ngak ketemu “ senyum bastian sambil mengelus pucuk kepala Naya , hal yang selalu dia lakukan semenjak mereka pacaran dan tek pernah lagi karna Bastian melanjutkan kuliah S 2 nya di amerika , semua itu tak luput dari pandangan staf Naya , memang sebagian besar mengetahui jika bos besar mereka memiliki hubungan dengan pemuda tampan ini tapi beberapa waktu belakangan ini Hilman selalu menemani keseharian Naya dan banyak yang berangapan jika Naya dan Hilman sepasang kekasih karna semenjak Hilman sering datang perusahaan mereka berkembang pesat bahkan proyek besar datap diperoleh dengan mudah , bagi karyawan baru tentu saja mendukung hubungan Naya dan Hilman dan menatap sinis kearah Bastian berbeda dengan karyawan yang merintis sejak awal dengan Naya , mereka mendukung hubungan Naya dan Bastian karna mereka memiliki hubungan semenjak bangku sekolahan dulu .
..
Kanaya memijit kepalanya yang pusing bukan karna pekerjaan yang menumpuk karna Cintya begitu mahir menyelesaikan semua , melainkan hubunganya dengan Hilman maupun Bastian .
Hatinya masih terpaut erat pada Bastian namun kehadiran Hilman yang baru beberapa bulan mampu manghancurkan ketenangannya .
“ Buk ada tamu “ terdengar suara dari sambungan telepon sekretaris .
“ minta buk Cintya yang handle “
__ADS_1