
Malam ini malam kedua Hilman sendiri dikamar , Kanaya juga belum menghubunginya dan diapun enggan , Miriam dan Jordi barubsaja turun selepas ngopi bareng , mereka suka sekali menghabiskan snack yang sengaja dibeli untuk menemani istirahatnya.
Hari hari berlalu cepat , Hilman baru saja keluar parkiran dengan Range rover nya , sebuah Hrv membuntutinya sampai ke Stone E lalu pergi , Hilman tahu siapa tapi tak digubrisnya , Miriam terlihat pucat seperti habis bergadang semalaman , hanya dia saja sementara yang lain tampak segar penuhbsemangat , hari ini peletakan batu pertama mega proyek Future Emperor , Lokasi sudah diratakan , Jordi dan tim sudah berada dilokasi banyak media dan pengusaha besar ikut dalam peresmian ini ditambah Natasya baru saja mendarat bersama tuan Gamawan mengunakan jet pribadi .
Acara berlangsung satu jam tanoa banyak kata sambutan , diujung sana juga sudah berdiri gudang beaar tempan penyimpanan bahandan peralatan.
Tepuk tangan riuh mengiringi peletakan batu oertama oleh Natasay diikuti batu kedua olehbtuan Gamawan , nantinya di titik ini akan dibuat menumen sesuai dengan sketsa yang terpampang di belakang.
Setelah menjawab beberapa pertanyaan baik Natasya dan tuan Gamawan kembali kekota masing masing tinggallah Holman dan tim Stone E serta pejabat empiere state dan tuan Villa, mereka mengadakan syukuran bersama bersama para tamu undangan.
" boleh saya duduk disini" seorang gadis entah dari mana datangnya mendekati Hilman , semua tim memandang kearah Hilman .
" oh silahkan "
" terima kasih " sambil mengangukan kepala kearah yang lain .
" kenalkan nama saya Mikasa Aerin, saya teman kuliah Hilman si universitas paradise , jurusan hububgan internasional" menjelaskan diri.
Semua mengangukan kepala serentak .
" kamu ada acara nanti malam Hill"
" nga kayanya , kenapa"
" nga juga , cuma mau bahas sesuatu kalo boleh"
__ADS_1
" boleh "
" oke aku tunggu di michelin resto jam delapan "
Setelahdiam sejenak Hilman mengangukan kepala , percakapan sejenak itu begitu bermakna bagibtim Hilman apalagi kecantikan Mikasa sudah dikenal seantero Paradise city , gadis tertutup dan jarang ditemui di keramaian membuat kecantikannya dibalut mistery ditambah sikapnyanyang tegas membuat para ruan muda hanya berani memuja dari jauh , jelas kecantikan yang hanya bisa dipuja .
Hal itu tak luput dari sepasang mata , walau hanya beberapa saat , dia melihatbadanya kemesraan antara Hilman dan Gadis berambut sepinggang itu , jelas jika dibandingkan dengannya dia kalah cantik, siapa lagibkalau bukan Kanaya, sudah hampir seminggu dia tidak memgunjungibkediaman Hilman , hari harinya dihabiskan di kantor dan menemani Bastian , dia sudah kelihangan akal menolak ajakan tapi Bastian tetaplah Bastian , rayuannya selalu bisa membuat Naya luluh.
..
" bisa kita bicara "
Kanaya mendekatu Hilman di parkiran.
" boleh "
Kanaya melangkah lebih dulu learah mobil Hilman , mau tidak mau Hilman membukakan pintu .
" kemana "
" terserah " Kanaya membuang pandanganya keluar .
Hilman menuju keluar kota , sebelum masuk jalan tol dia berbelok kekiri , ada sebuah perbukitan dan beberapa cafe ditebinf , dari sini mereka bisa menikmati pemandangan kota, selama diperjalanan baik Hilman maupun kanaya tidak mengeluarkan suara.
" siapa dia "
__ADS_1
" siapa " Hilman bingung.
" gadis yang berbicara dengan mu tadi "
" oh namanya Mikasa , kami sama lulus kemaren beda jurusan" Hilman santaibdan Kanaya jelas terlihat tegang.
" ada perlu apa dia "
" belum tahu , dia cuma ingin membahas sesuatu malam ini "
" apa kalian kencan , apa begini sikap mu diluar sana " bentak Kanaya .
Hilman terdiam , dia tahu emosi Kanaya sedang labil tapi dia juga tidak tahu apa salahnya .
" kami tidak sedekat itu dan tolong jangan tuduh aku macam macam " Hilman tak terima .
" terus jika bukan kencan apa namanya makan malam bersama "
" hehehe maaf , tapi baku tidak tahu kemana jalan pikiran mu "
" apa kamu mengelak " Kanaya menatap sinis.
" baik , jika kamu tak oercaya temani aku malam ini , buktikan jika ucapan mu benar "
" untuk apa , kau hanya pandai mengelak "
__ADS_1
" aku atau kamu "