
" Bang Hilman " terdengar suara lembut dari belakang , semua menoleh kearah suara , seorang gadis manis mengunakan kebaya borkat hitam berwarna peach dengan bawahan batikbsenada dengan perempuan empat puluhan yang berada di sampingnya .
" Gladys " Hilman terkejut dengan keberadaan gadis yang menemaninya kemaren malam bahkan gadis manis itu merangkulnya lama , Gladys senyum memperlihatkan gingsulnya , parasnya tak kalah cantik dibanding penganten , jika mereka mengunakan pakaian dan riasan yang sama pastilah Kanaya lalah.
“ kamu kenal “ tanya Mardalina mama Gladys .
“ tentu kenal ma , itu lo yang Gladys bilang kemaren , yang nyelamatin Gladys saat diculik di old town ingat kan ma “ suara Gladys serak menjelaskan , bulir air mata lepas membasahi pipinya.
“ jadi ini yang menyelamatkan puti papa , terimakasih nak , maaf baru sempat mengucapkanya sekarang “ Harland merengkuh erat Hilman dalam pelukanya , ada sebuah kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata kata .
Semua kerabat keluarga semakin gembira setelah mendengar penjelasan Gladys bahwa pria yang dinikahi Kanaya merupakan pria baik .
Tanpa mereka ketahui ternyata ada mata mata yang diutus oleh keluarga Howart mengintai rumah keluarga Alexe dan melaporkan pernikahan ini , mereka bisa lolos dengan aman walaupun penjagaan sudah diperketat oleh Gilbert.
Sementara di sebuah kamar Alicya mondar mandir tak karuan , sedari siang dia dilarang keluar kamar , mendengar keriuhan dari depan namun dia tak berani beranjak dari kamar.
..
(Beberapa jam sebelumnya )
setelah Gilbert Hilman membahas rencana kedepan diruang kerjanya , dia langsung menghubungi orang terpenting dalam hidupnya , siapa lagi kalau bukan Raymond sang babe .
__ADS_1
“ hallo sore babe “
“ iya hill ada apa “
Terdengar suara seperti orang baru bangun , sepertinya Raymond berada jauh dibelahan bumi lain.
“ sebelumnya Hilman mohon maaf be jika ini sebuah kesalahan , Hilman siap menerima hukuman “
“ ada apa nak coba ceritakan masalahmua babe yakin kamu bukan orang yang ceroboh dan mudah melakukan kesalahan “
Raymond mendidik Hilman dengan baik tentu dia paham dengan perilaku anak tertuanya .
“ ngak ada masalah pa , Cuma Hilman harus menepati janji yang Hilman ucapkan “
“ mohon doa restu dari papa dan tante Natasya Hilman menikah malam Ini “
“ what , jangan macam macam Hill”
terdengar keterkejutan Raymond di sebrang sana nada suaranya juga naik .
Kemudian Hilman menjelaskan seperti apa yang dijelaskan Gilbert sebelumnya tanpa mengurangi atau melebihkan .
__ADS_1
“ apa tak bisa diundur sehari , papa usahakan besok sampai disana “
Raymond mencari alasan .
“ seperti yang Hilman jelaskan tadi pa sangat sulit bagi pak Gilbert untuk bertahan jika harua diundur”
Hilman menyerahkan teleponya kepada Gilbert , terlihat mereka sangat serius membahas dan cukup banyak perdebatan terdengar , akhinya Gilbert mengembalikan telepon pada Hilman .
“ bagaimana pa , izin papa segalanya disini “
“ baik papa izinkan , tapi satu hal yang harus kamu ingat pernikahan bukan mainan ada tanggung jawab besar yang harus kamu pikul “
“ Baik pa terima kasih pa”
Hilman merasa lega seelah mendapat izin .
“ Ya akan papa usahakan kesana setelah menjemput Zarfan paling cepat saat kamu wisuda ”
Raymond meresrui pernikahan putra tertuanya , mereka hanya melakukan pernikahan dan kemungkinan pertanya diadakan beberapa bulan kemudian menunggu kesiapan kedua keluarga serta kendala yang akan dihadapi Gilbert .
Hilman dan Gilbert merasa lega tak ada lagi halangan yang akan menghadang Cuma tinggal menunggu waktu .
__ADS_1
Gilbert bergegas menyuruh pengawal untuk menyiapkan semua keperluan sesegera mungkin , Sury juga sibuk menghubungi salon , butik dan catering, semuanya bekerja pada bagian masing masing hanya tinggal tiga insan manusia yang mengurung diri di kamar masing masing menunggu waktu mengikat mereka untuk menjalani hidup dalam kesatuan