Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
ikan bakar sari rasa


__ADS_3

"gimana menurut mu Hil “ ujar Aby selepas Syahrur meningalkan mereka .


“ baik pastinya bang “ polos


“ Kamu harus hati hati dia itu serigala berbulu domba “ bisiknya pelan.


Tentu saja Hilman terkejut dia tak menyangka Aby berkata seperti itu setelah melihat keakraban yang mereka tampilkan , dia binggung karan sedari tadi terlihat wajah kejujuran yang ditampilkan baik dari uan Gamawan maupun dari Gubernur.


“ Strike “ Gamawan memecahkan keheningan , jorannya melengkung , kali ini tak terlalu lama baginya melumpuhkan mangsa , seekor belida yang lumayan besar mendarat bersamaan Aby yang mendaratkan seekor patin .


“ mana yang besar “ Quen nergegas mendekati .


“ Besar punya papa “ Aby membangakan diri .


“ Ngak besar punya kakek , special lagi , hahaha “


“ tentu saja kek special “ langsung memeluk kakeknya

__ADS_1


“ ikanya sudah siap tuan “ mamad dan Fajar datang membawa aroma nikmatnya ikan bakar lengkap dengan sambal cocol , lalapan dan lauk lain serta nasi .


“ aku mau ikan bakarnya aja “ Quen langsung memindahkan piring ikan bakar kearahnya dan memotong bagian ekor yang begitu manis ,


Baru sejam yang lalu mereka makan dan sekarang kembali makan menikmati ikan bakar yang masih panas.


“ Jar bakar ini buat Hilman bawa pulang , kasian nanti menantuku tak kebagian “ Gamawan begitu senang mengucapkan kata menantu yang tidak ikut dalam acara mereka berbeda dengan Hilman yang terlihat kesal saat mengingat penollakan Naya untuk ikut dengannya malah memilih pergi bersama cowok lain .


“ Baik tuan “ Fajar terlihat begitu semangat menenteng belida yang beratnya lebih sekilo kembali kedapur .


..


“ kamu sedang makan , ni titipan tuan Gamawan “


Sambil meletakan dan membuka kotak ikan bakar , aroma nikmat langsung tercium walaupun sudah dingin .


“ kamu ngak makan sekalian “

__ADS_1


“ oh bentar mau mandi dulu “ Hilman berlalu ke kamar sebelah kanan dimana seluruh barang keperluanya memang berada disana .


Naya melirik punggung Hilman hinga hilang dibalik pintu , perutnya kembali berbunyi menandakan agar diisi , sejak sore tadi dia sengaja menahan lapar menunggu kepulangan Hilman dan menjelaskan alasan kenapa dia tidak jadi ikut kekediaman Gamawan .


Tanganya gatal ingin mencomot daging ikan bakar yang mengugah selera , dengan bumbu kuning yang begitu lekat serta ada sambal matah lengkap dengan lalapan serta dua kotak nasi putih sangat mengoda .


“ Mmm enak “ Naya terus mencomot hinga seperempat daging ikan bakar ludes .


“ Udah selesai makanya “ Hilman muncul dengan rambut yang masih basah serta kaos putih mengejutkan Naya yang menikmati hidangan .


“ Eh belum kok nih lagi nungguin “


Hilman duduk di didepan Naya sambil membuka sambal matah serta Nasi putih , hidangan Naya tadi masih tetap seperti semula , ada ayam goreng madu serta orek cumi tapi Naya lebih dulu menyambar ilan bakar dan menaikan separoh ke piringnya .


“ Ini enak beli dimana “ Sambil menyuapi ikan bakar yang dicocol dengan sambal matah dan sambal mangga yang tadi tidak tampak oleh Naya .


“ di saung sarirasa jalan utara “ jawab Hilman tanpa menoleh kearah Naya .

__ADS_1


Sebuah saung yang cukup terkenal di bagian utara terutama menu utamanya berbagai jenis ikan bakar air tawar. dia juga menikmati ikan bakar dengan lalapan serta sambal , bagian kepala didapat olehnya karna bagian ekor yang padat daging sudah berpindah kesisi Naya , sedangkan makanann yang dibeli Naya tak tersentuh.


Kanaya terdiam melirik Hilman yanh menikmati Kepala ikan tanpa memperderdulikanya.


__ADS_2