
"Kak, aku bisa sendiri" pinta Satria
"Gak usah malu, Niko itu adalah saudaramu satu satunya." telak Niko.
Niko terus memapah Satria yang juga sedang menggendong Alana. Putrinya yang masih kecil itu belum mengerti tentang kondisi Satria. Yang ia rasakan hanyalah rasa senang dalam dekapan seorang ayah.
"Om Niko kenapa terus ngikutin papah Sama Alana?"
"Nemangnya kenapa cantik? papah kamu kan adiknya om. Dan om juga mau main sama adik."
Niko kalau sudah berurusan dengan Alana pasti sangat senang untuk mengerjainya.
"Oh begitu"
"Iya begitu, lagian Alana juga gak mau di gendong sama om. Om Niko kan jadi sedih jadi pengen gendong papah Satria deh."
Alana sudah sangat bingung dengan tingkah om nya. Satria terus menciumi Alana sambil menahan rasa sakit.
"Pah, Alana gendong sama Dion saja."
"Tidak usah nak, papah lagi ingin bermain bersama kalian. papah kuat kok, tenang saja."
"Oh ya nak, papah ingin bicara sama kamu. sini kita duduk." Sudah lelah gemetar Satria berjalan akhirnya memilih untuk duduk bersandar. Tentu saja Niko yang membantunya.
Kali ini Niko yang bertugas sebagai Rianti. Membiarkan Rianti istirahat sejenak, bercengkrama dengan tuan dan nyonya besar.
"Dion, bagaimana belajar kamu? ada kesulitan?"
"Lancar pah, ada mamah yang selalu membantuku."
"Membantu memberikan pemahaman atau membantu mengerjakan tugasmu?" tanya Niko.
"Dua-duanya hehe"
"Gak kok pah, aku hanya bercanda. Aku selalu berusaha yang terbaik." Tambahnya lagi.
"Bagus nak." Satria meraih tangan Dion mendekatkannya ke pelukan bersama Alana.
"Papah sayang sekali sama kalian, papah tahu Dion setiap malam selalu mendoakan papah dan mengusap rasa sakit disini." menempelkan tangan kecil Dion di hati yang sudah melemah.
__ADS_1
"Terimakasih ya nak. Oh ya papah mau pesan sama kamu, jangan lupakan ilmu yang telah papah berikan padamu. Kelak suatu saat kamu akan menggunakannya."
"Pah.." Dion sudah berkaca-kaca mengingat apa yang telah di ajarkan.
Niko memakai kacamata hitam, tangannya menyilang duduk dengan angkuh di samping Satria.
drama macam apa ini, gua benci banget sama air mata.
"Gak usah sedih sayang, kehidupan memang terus berlanjut. Papah harap kamu jadi anak hebat yang bisa memimpin serta menjaga keluarga."
"Dion akan melaksanakan pesan papah"
Fungsi dari kacamata Niko saat ini adalah untuk menutupi mata yang terlalu jujur ketika merasakan kesedihan.
"Sat, kenapa gak nyari donor hati lagi aja sih. apa jangan-jangan lu gak pernah minum obat lagi ya." Bisik Niko.
"Apa sih kakakku ini, sejak dulu sampai sekarang aku sudah tak berdaya masih saja kamu kalau bicara selalu mengajak ribut padaku. Bisa lembut sedikit kah?" Satria menyandarkan kepalanya di bahu sang kakak sambil memperagakan kata 'sedikit' dengan jarinya, sontak hal itu membuat Dion dan Alana tertawa kecil.
"Oh adinda ingin kakandamu ini berbicara dengan lembut."
"Papah namanya ganti jadi papah adinda?" tanya Alana. klKali ini yang tertawa adalah Dion dan Niko.
"Kalian semua, tidak mau masuk ke dalam kerumah? sudah mau turun hujan tuh." Rianti datang.
"Iya sayang." Serempak mereka berkata dari pasukan kecil sampai yang besar, membuat Rianti terbelalak.
"Waah, kompak sekali kalian."
"Kak, kali ini aku yang memapah suamiku."
"Memang kenapa? kau santai saja sana."
"Aku kangen sama dia. hehe"
Cih
..........
Acara bermain telah usai, di lanjut cengkrama di ruang tamu yang begitu hangat mengingat di luar hujan mengguyur.
__ADS_1
kali ini ditemani tuan dan nyonya besar yang terus bermain dengan cucunya. sedangkan Niko terus saja menguntit pasangan Rianti dan Satria, walaupun sekedar menjadi pendengar yang baik.
iya baik karena tidak ikut menimpali, jika mendengar pernyataan yang membuat telinganya geli dia hanya menunjukan lewat ekspresi.
"Sayang kamu dari tadi belum istirahat, kita ke kamar saja yuk." Ajak Rianti.
"Kamu ini sudah tidak sabar ya, nanti malam saja."
Hah
"Iya aku tidak sabar." Jawab Rianti sambil senyum-senyum mengikuti alur cerita.
"Kita disini dulu saja, temani pria tua Bangka yang masih menjomblo disampingku ini." Menyindir.
"Sayang, jangan gitu.."
"Jangan apa?"
"Jangan sungkan ngomongnya." Satria dan Rianti tergelak bersama.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Thor katanya detik detik terakhir, dari aroma nya masih panjang nih cerita?
Author: iya ya hahaha, masih asyik aja sama Alana dan Dion. sekaligus mengumpulkan tenaga untuk kuat menulis episode terakhir.
oh iya, sekarang reader hebat ya, bisa menebak cerita lewat aroma 😁
__ADS_1