Cinta Sejati

Cinta Sejati
Hari pertama


__ADS_3

Malam sudah semakin larut bahkan hampir pagi, Rianti yang sudah bersih dari make up serta memakai baju tidur tergolek pulas di atas kasur.


Niko memasuki kamar, tersenyum simpul melihat istrinya sudah terlelap. Diusapnya wajah cantik yang sedang lelah dengan penuh penghayatan.


Dia memeluk Rianti dari belakang dan membenamkan wajah di tengkuk. Niko turut tenggelam dalam mimpi yang indah sambil tersenyum. Seperti menunjukkan pada dunia bahwa dialah pemilik Rianti saat ini.


Saat pagi menyambut, Rianti membuka mata perlahan. Tubuhnya terasa berat karena dekapan Niko. Rianti tidak terkejut seperti cerita novel jika bangun tidur di hari pertama, terkejut karena seorang lelaki tidur disampingnya. Rianti tidak seperti itu.


Dia bangun perlahan tidak mau mengganggu tidurnya Niko. Lantas memeriksa tubuhnya sendiri apakah ada luka cakaran atau lebam, atau mungkin tanda merah sebagai cap. Dia tidak menemukan kejanggalan apapun.


Rianti memeriksa kening suaminya dengan telapak tangan. Tidak panas! tapi kenapa Niko tidak melakukan apapun pada dirinya. Aneh, seperti bukan Niko saja.


Sialnya, lelaki itu mengintip di balik satu mata yang membuka. Mulutnya hampir menyemburkan tawa melihat tingkah Rianti yang begitu gemas.


Rianti melangkah pelan menuju kamar mandi. Dia berpikir sebelum Niko mengacaukan paginya lebih baik dia persiapan dahulu mengisi energi untuk mengurus suaminya nanti. Pasti banyak drama yang akan dia tempuh. Sekesal apapun kita pada suami, mengurusnya adalah kewajiban istri.


Dalam kamar mandi Rianti bergumam pada bayangannya di cermin. "Kakak ipar ku adalah suamiku, hehe menggelikan." dia tersenyum, lalu melanjutkan gosok giginya.


"adik ipar ku adalah istriku." Jawab Niko berdiri tak jauh sambil menyilangkan tangan.

__ADS_1


Kali ini Rianti terkejut, sebab Niko datang secara tiba-tiba dan tidak memakai baju. lelaki itu mendekat lalu memeluk Rianti dari belakang. Untunglah Rianti sudah selesai dengan aktifitasnya, jika tidak, Rianti akan tersedak pasta gigi beserta dengan sikatnya hehehe.


Niko memulai permainannya, Rianti menegang mendapat perlakuan dari Niko. dia hanya terdiam sambil menahan getaran aneh di tubuh. Mau menampik dan menjauh takut dosa, karena bagaimanapun Niko adalah suaminya.


Ketidaknyamanan Rianti terdeksi oleh Niko. Walaupun mulut tak berbicara, tapi respon tubuh Rianti sudah menjelaskan. Niko menghentikan aksinya, dia bersikap sebagai lelaki sejati yang tidak akan mengambil keuntungan sendiri. Harus bisa menikmati satu sama lain.


"Sayang, Abang mau mandi."


hah.


"Abang mau mandi, kenapa kamu malah bengong begitu sayang?" tangannya sudah membelai pipi istrinya dengan lembut.


"Kamu tidak suka ya?" cup.. kedua tangan Rianti mendapat c*uman hangat.


aku gak lagi mimpi kan. sumpah Niko jadi berubah manis kaya gini.


"Suka" terbata, "tapi sementara aku manggilnya kakak boleh kan?"


"Iya boleh, asal kamu senang. Suatu saat nanti kamu juga sama manggilnya kaya Abang."

__ADS_1


...........


Rianti terus terpikirkan kejadian tadi pagi. Niko berubah hanya dalam satu malam. Bahkan satu hari sebelum nikah Niko masih saja menyebalkan dengan tutur katanya. Perubahan Niko tersebut mampu membuat Rianti terpikirkan tentang Niko.


Di tambah lagi, Niko pamit pada Rianti dengan begitu manisnya. Padahal Niko hanya pamit untuk melihat pasukan kecil di kamarnya. Sampai Niko memberinya ci*man bib*r yang begitu mengesankan.


Rasanya Rianti pusing terus memikirkan perubahan Niko.


Sementara Niko yang saat ini sedang bermain dengan pasukan kecil di taman mengeluarkan ponsel untuk untuk mengirimkan pesan pada Willy.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2