Cinta Sejati

Cinta Sejati
apa ini?!


__ADS_3

Hari yang melelahkan. Wajah Hiro begitu jelas mengisyaratkan itu.


"kamu sudah pulang?" sapaku


"iya. banyak pekerjaan hari ini" jawab Hiro sambil berjalan ke kamar


"pergilah mandi. aku akan menghangatkan makan malam" kuambil langkah seribu menuju dapur


.


.


.


Sekarang. Kami berdua duduk di meja makan. Sengaja tidak makan malam sebelumnya. Aku ingin makan bersama Hiro.


memperbaiki sedikit demi sedikit situasi...


"jangan menungguku untuk makan malam. atau kamu akan sakit" pinta Hiro


"tidak apa. aku hanya ingin makan bersamamu"


"benarkah?"


"iya"


"kita kan makan malam di restoran besok"


"sungguh? dalam rangka apa?"


"aku ingin membicarakan hal yang serius"


"serius? kenapa tidak sekarang? kenapa harus menunggu besok?"


"aku. masih harus menyiapkan mental ku"


apa?


menyiapkan mental?


apa sebenarnya yang ingin dibicarakan Hiro?


aku hanya ingin kami memulai dari awal


apa maunya?


.


.


.


Hari yang ditunggu. Aku sibuk memantaskan diri di depan cermin. Memberikan penampilan terbaikku. Berharap hubungan kami akan membaik setelah malam ini.


tok tok tok


Suara ketukan di pintu kamar. Aku bergegas keluar. Sudah dipastikan bahwa itu adalah Hiro.


Mata Hiro tampak membulat ketika melihatku muncul dari balik pintu. Wajahnya sedikit memerah hingga akhirnya dia mengalihkan pandangannya. Aku teramat senang dengan reaksinya.


"kamu cantik malam ini" puji Hiro seraya mempersilakanku duduk


"terimakasih" wajahku memerah


"pilih saja menunya. aku mengikutimu"


Tak berapa lama pelayan datang. Aku memilih beberapa menu kesukaan Hiro juga. Kemudian pelayan itu pergi.


"apa yang ingin kamu katakan?" aku penasaran


"kita makan dulu?" Hiro balik bertanya


"aku akan mati penasaran kalau menunggu selesai makan"


"baiklah"


Tampak Hiro beberapa kali menarik nafas dalam. Sepertinya butuh keberanian yang besar.


Deg


Deg


Deg


apakah dia akan menyatakan cinta?


"Esta...kita akhiri saja pernikahan ini. toh kamu tidak pernah mencintaiku sebelumnya. kamu bisa mengejar pria yang kamu cintai setelah ini. aku akan membebaskanmu"

__ADS_1


a..apa?


mengakhiri pernikahan?


dia memintaku untuk bercerai?


lelucon apa ini!?


aku tengah mempersiapkan diriku untuk membuka lembaran baru


dan apa yang kamu berikan?


"apa...apa yang kamu katakan Hiro?"


"aku tahu pria yang kamu cintai adalah Rico"


"tapi pernikahan kita"


"tidak apa. aku cukup senang dengan status itu. tapi kamu juga berhak bahagia dengan orang yang kamu cintai"


"tunggu. aku tidak mengerti. kamu menyerah padaku? begitu saja?"


"bukan begitu. ini sudah lebih dari 3 tahun dan kamu menunjukkan posisiku untukmu. tidak apa. aku akan selalu menjadi pelindungmu"


"tunggu"


"maaf. aku tidak bermaksud membingungkan mu. aku harus segera pergi. ada perjalanan bisnis selama satu Minggu. sepulangnya nanti kita akan ke kantor catatan sipil"


Hiro berdiri. Kemudian berjalan menjauh begitu saja. Bahkan tanpa menengok sekalipun kearahku. Kejutan yang bahkan mengalahkan dentuman bom Hiroshima.


apakah ini April mop?


tapi ini bulan Juni...


.


.


.


Sudah beberapa hari sejak makan malam itu. Perasaanku kacau. Aku sama sekali tidak berniat keluar kamar. Bahkan makanan yang disiapkan pun malas sekali menyentuhnya.


Aku tidak tahu apakah harus bahagia ataukah bersedih.


Sepenuh hati membulatkan tekad untuk membuka hati dengan Hiro. Tapi...kenapa jadi seperti ini?


"Hiro?" lirih kupanggil namanya. berharap dia simpati dan menanyakan keadaanku


"apakah aku mengganggu? kamu sepertinya sedang tidur"


"iya" aku kecewa. bahkan dia tidak menyadari perbedaan nada bicaraku


"maafkan aku lagi. kepulangan ku ditunda"


syukurlah...setidaknya ada sedikit waktu mengulur perceraian ini


"berkas sudah siap. kalau kamu menemui Richard dia akan memberikan surat perceraian kita. kapan saja kamu ada waktu"


Gleg


*apa kamu gila!


apa sebenarnya yang kamu inginkan Hiro


apakah kamu tidak tahu seberapa buruk suasana hatiku setelah malam itu?


kamu pikir aku senang dengan perceraian yang kamu bicarakan?


.


.


ingin rasanya menjambak rambutmu agar pikiran-pikiran aneh itu rontok dari kepalamu


.


.


Hiro jangan pergi


kumohon....


pertahankan aku*...


"nikmati waktumu. kamu bisa mengejar cintamu kapan saja"


Cih!

__ADS_1


.


.


.


Sementara itu dibelahan bumi lain. Dengan pemandangan yang begitu sendu diluar kaca jendela. Hiro menarik nafas dalam.


maafkan aku


bahkan aku tidak punya keberanian untuk menemuimu


akan sulit melepaskanmu jika aku melihat wajahmu


ini demi kebahagiaanmu,Esta


aku tahu apa yang kita lakukan sebelumnya adalah salah


aku memanfaatkan keadaanmu saat itu


maafkan aku...


"Pak...anda baik-baik saja?" tanya Henry asisten Hiro


"aku baik-baik saja" jawab Hiro lirih


"oh ya. pengawal nona Esta melapor kalau beliau tidak keluar kamar beberapa hari ini. juga tidak mau makan"


"apa?"


apa yang sebenarnya kamu lakukan Esta? jangan menyakiti dirimu sendiri


bukankah dia pria yang kamu cintai?


kenapa sikapmu seperti ini?


akan semakin sulit untukku melepaskanmu...


.


.


.


Satu bulan telah berlalu. Waktu berjalan dengan sangat cepat. Namun hingga saat ini. Hiro tidak pernah menampakkan batang hidungnya dihadapanku. Bahkan dikota ini. Membuatku merasakan marah bercampur rindu. Untuk pertama kalinya.


dia bahkan tidak lagi meneleponku


apa yang harus aku lakukan?


aku sudah menjadi janda sekarang


Benar!


Sebuah ide tiba-tiba melintas dipikiranku.


bukankah ini kemauannya


aku akan benar-benar pergi menemui Rico dan semuanya akan selesai


kamu pasti bahagia kan aku melakukan hal ini,Hiro


Sebuah koper dan pasport. Aku berniat menyusul Rico. Seperti apa yang diinginkan Hiro.


Aku sungguh-sungguh sudah berada didalam pesawat. Terbang menuju negara tempat Rico mengejar mimpinya. Dia pasti sangat terkejut.


.


.


.


Dokter Nina menyambutku di bandara. Wajahnya begitu cerah. Seolah tengah menyambut putrinya sendiri.


aku bahkan lupa dengan ayah dan dokter Nina saat di danau


"angin apa yang membawamu kemari. Esta?" tanya dokter Nina seraya memelukku


"hanya ingin mencari udara segar" jawabku sekenanya


"apakah ayahmu tahu. kamu datang kesini?" tanyanya sambil membukakan pintu mobil. aku menggeleng


"nanti aku akan menghubunginya"


Seketika aku teringat hubungan ayah dan dokter Nina. Sangat kompleks. Apa ini kenyataan yang sebenarnya?


"aku tahu. kamu pasti bingung. aku akan menceritakan semua yang aku tahu" ucap dokter Nina sambil tersenyum kearahku

__ADS_1


__ADS_2