Cinta Sejati

Cinta Sejati
Pernyataan cinta


__ADS_3

"Kamu kenapa?"


Rianti masih belum bisa melepaskan pelukan.


Satria melirik Rion untuk meminta penjelasan, tidak mungkin Rion tidak tahu. Namun Rion hanya menunduk diam seribu bahasa.


"Aku gak apa-apa sayang" mencium tangan Satria setelah puas memeluknya. Rianti menatap lekat mata suaminya, ada penderitaan disana yang di tutupi dengan kata aku baik baik saja.


Rianti merutuki kebodohan dan ke egoisan yang selama ini dia jalani.


"Istriku sayang, kamu kenapa?"


"Aku kangen hehe"


"Tumben" tangannya mengecek kening Rianti.


Tindakan yang mencairkan suasana menjadi lebih renyah.


"Emang gak boleh ya kangen sama suami sendiri?"


"Gak boleh"


Deg, hati yang cemas gundah gulana, menjadi teriris, apa maksud dari kalimat itu.


"Kok gak boleh?"


"Jangan kau menggombal Rianti, sedangkan kau masih mengobrol tentang pria lain"


"Maksudnya sayang?"


Satria menjawab dengan seringai, di tariknya Rianti ke dalam pelukan. Melahap b*bir mungil itu.


Rion tanpa perintah, balik kanan menuju dapur. Membuat secangkir kopi hangat sebelum pulang dan tentunya setelah drama romantis selesai. Kebiasaan tuannya tidak tahu tempat membuatnya sudah terbiasa.


Rion melihat ponsel yang bergetar mendapat notif, ada pesan dari dr. Roy. Isinya cukup mengejutkan, dan meninggalkan jejak khawatir di wajah Rion.


Segera dia memasukan ponselnya kembali ke saku jas. dan melaksanakan permintaan dr. Roy.


Ketika melangkah melalui tempat dimana drama romantis tadi berlangsung, rupanya sudah tidak ada siapa siapa.


Syukurlah.


...........


Rianti terus saja bergelayut manja di tubuh suaminya, tidak biasanya ia seperti itu.


"Kamu kenapa sih?" tanya Satria yang meraih tangan Rianti, menatap lekat gelang couple yang berada manis di tangan mereka.


"Aku mau bilang sesuatu sayang"


"Apa?"

__ADS_1


"Aku mau resign, aku mau berhenti bekerja."


"Kenapa?" berganti menyusuri garis pipi Rianti.


"Bukankah itu impianmu?" membenamkan wajah di pipi istrinya sambil memejamkan mata.


"Aku ingin di rumah saja."


*K*alau aku bilang aku ingin mengurus dia pasti ia tidak akan setuju.


"Hahahaha" Rianti terkejut dengan gelak tawa satria yang hampir membuatnya sawan.


"Sudah kubilang kan, memang kamu harusnya di rumah saja, bersikaplah ratu di rumah ini. dan nikmati saja uangku" mengecup kening Rianti.


"iya sayang, terimakasih"


"Rianti"


"Iya sayang, ada apa?"


"Jangan pernah tinggalkan aku"


"Kok kamu ngomong gitu?" memeluk khawatir.


"aku mau tanya sesuatu, tapi kamu harus jawab jujur"


"Apa sayang?"


"apa karena kamu menganggap aku orang yang spesial dalam hidupmu?" Rianti terpaku,


"kamu mencintaiku Rianti?" mengangkat dagunya dan menatap dalam.


Rianti semakin bergetar dibuatnya, jantungnya sudah tidak karuan. Dia harus jawab apa.


Rianti tidak menyangka, hadiah darurat yang di berikannya ternyata berkesan mendalam bagi Satria.


"Aawww,"


Menarik jarinya yang di gigit Satria karena gemas kepada Rianti yang hanya diam tidak menjawab. Tak lama Satria mengecup jari yang membekas jejak gigitan.


"Iya, aku mencintaimu suamiku"


Betapa bahagianya satria mendengar kalimat itu, seperti mendapat suntikan vitamin yang begitu hebat, d*danya bergetar menyambut kebahagiaan. Tubuhnya pun seolah mendukung isi hati.


Dia sangat bahagia.


"Kenapa kamu senyum senyum begitu sayang" tanya Rianti pura pura polos.


"Emang gak boleh kalo suami senyum?"


"Boleh sayang, oh ya aku juga mau bertanya juga sama kamu."

__ADS_1


"Apa?"


"Kamu cinta sama aku juga kan?" menggoda


"sayang jawab" menggoyangkan bahu Satria.


"Sini aku bisikin" Satria mendekat ke telinga Rianti.


Tidak ada suara apapun yang di dengar, Rianti kebingungan apakah dirinya sudah tuli. Dia berkonsentrasi semaksimal mungkin, tapi memang tidak terdengar apapun.


Hanya suara angin yang melambai lambai


*W*aduh, sungguh terlalu ini telingaku yang sudah mulai tuli, apa memang sengaja dia ngerjain. jangan jangan dia buang gas lagi, kok suaranya cuma kresek kaya angin gitu.


Rianti kesal dibuatnya, dia memutuskan untuk menoleh, namun yang ia dapati wajah Satria yang memerah menahan tawa, tapi saat ini tawanya semakin pecah.


Bhaahahaha...


Rianti tak sadar memukul manja suaminya.


sampai pada akhirnya satria terbatuk, dan menyadarkan Rianti.


"Maaf sayang, aku ambilkan minum sebentar"


ditengah kekhawatiran istrinya, Satria masih sempat menyisakan tawa.


...........


Di ruang presidential suite room, tuan dan nyonya besar berbincang dengan dokter Roy,


tidak jauh dari itu, ada sekretaris Rion yang sedang mengamati.


"Dengan berat hati, saya sampaikan


bahwa kondisi tuan muda Satria sangat memprihatikan. pada saat kemarin terakhir saya memeriksanya."


Tuan besar menghela nafas, dan tangisan pecah dari nyonya besar.


"Satunya jalan, dengan transplantasi


namun pada saat ini belum ada yang cocok"


"Tidak ada cara lain kah?"


Dokter Roy hanya menggeleng kepala.


"Mungkin dengan mood dan kesenangan hati yang baik akan membantu. Jangan terlalu lelah bekerja dan jangan sampai banyak fikiran, apalagi sampai stres"


Nyonya besar bertumpu tubuh di pelukan tuan besar. memikirkan Kondisi anak semata wayangnya.


bersambung....

__ADS_1


😭


__ADS_2