Cinta Sejati

Cinta Sejati
Insiden


__ADS_3

Digedung pertemuan.


Rapat rahasia telah berlangsung dengan santai dan tak terlihat formal. Diakhiri dengan jamuan makan malam dengan menu mewah yang sudah tertata rapi. pertemuan ekspansi bisnis menambah kekuatan bagi kedua belah pihak.


"Please enjoy the dishes that have been provided." ulUcap Satria mengakhiri


"Thank you for your time Mr. Satria and Mrs. Rianti. let's toast" pimpinan sekutu bisnis berujar.


Minuman di ambil oleh masing-masing pemilik. Mereka bersulang untuk mengekspresikan rasa bahagia di akhir puncak rapat rahasia.


"Tuan, saya mau minuman kita ditukar. Saya mau minuman tuan."


Rianti memberikan kode pada Satria bahwa gelas minuman Satria tercium bau racun oleh Rianti. Satria paham dan pura-pura tidak tahu, ia membiarkan Rianti untuk meneruskan aksi beresiko.


Gelas sudah hampir menempel pada bibir Rianti, tapi para peserta rapat dan juga pimpinan tak ada yang gusar dan tak berusaha menghentikan.


Niko yang datang tepat waktu merebut gelas itu.


"Tidak baik setelah sembuh dari sakit langsung mengkonsumsi minuman soft drink" semua orang tercengang melihatnya.


kukira pelakunya sekutu bisnis. Satria


pintar sekali meracuni orang di waktu rapat dengan kolega, biar bersih dari tuduhan dan mengkambing hitamkan pihak lain. ia bertindak seperti ini karena salah target. batin Rianti


"Maaf tuan dan nona saya ambilkan yang baru." Niko berpura-pura menjadi asisten membuat Satria dan Rianti berfikir kembali.

__ADS_1


Niko keluar ruangan meninggalkan segudang pertanyaan, ia lantas kembali lagi dengan membawa minuman baru. Dia membawa dua gelas, untuk Rianti dan juga untuk Satria.


Namun, minuman tersebut aman tidak seperti sebelumnya. Rianti sudah memastikan dan memberi kode.


"Fortunately we have a loyal and caring assistant in between our busy lives who almost neglect health. cheers.."


(beruntungnya kami memiliki asisten yang setia dan peduli di sela-sela kesibukan kami yang hampir mengabaikan kesehatan. mari bersulang..)


Satria mengalihkan perhatian dengan mengikuti alur cerita Niko. Nanti saja dulu menganalisa siapa pelaku sebenarnya.


"Cheers.." ucap serentak.


Suasana kembali kondusif. Satria, Rianti, dan juga Niko berhasil memahami dan bisa mengatasi insiden yang sangat fatal itu. Akting mereka patut di acungi jempol.


Setelah menukar minuman dan tak sadar telah menyelamatkan adiknya sendiri, Niko pergi dari hotel pertemuan tersebut. Dengan perasaan yang jauh lebih baik Niko melangkah sambil bergumam.


Niko menggelengkan kepala tak percaya. dan seseorang sedang mengikutinya diam-diam.


Flash back.


Willy tersungkur mendapat pukulan dari Niko setelah ia mengutarakan kejutannya.


"Bos, bukannya itu rencana bagus" Willy terbata dengan darah yang muncul di ujung bibir.


"G*blok,, gua gak pernah punya rencana sekeji ini. Cepat bilang ke gua dimana mereka sekarang !"

__ADS_1


Willy gelagapan, bosnya bilang 'sekeji ini' bukankah Niko selama ini memang sekeji itu. Ada apa dengannya?


"Di hotel xxx" jawab willy


Niko mendengus kesal lalu pergi meninggalkan willy yang sedang terlihat bingung. Bukankah Rencana yang di gelontorkan Willy akan menguntungkan Niko, tapi kenapa bosnya bisa semarah itu.


Niko sangat terburu-buru dan berharap ia bisa tepat waktu, ia tak tahu jika Rianti memiliki kemampuan lebih. Yang ada di fikirannya saat ini adalah bagaimana jika Satria meminum racun itu dan Rianti suatu saat akan membencinya semakin dalam.


Kemacetan pun melanda, Niko turun dari mobil dan berlari secepat mungkin. karena letak hotelnya sudah dekat dan ia tak mau membuang waktu terjebak dalam kemacetan.


Dengan nafas terengah ia mencoba mengendalikan diri, membuat tema apa yang bisa membuat orang tidak curiga dan memaklumi. Demikian lah di balik layar Niko sang musuh bebuyutan.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2