
"Kak"
"Iya, ada apa? kamu perlu bantuan?" jawab Niko perhatian.
Rianti menggeleng, "Cuma manggil aja kak" lalu nyengir tidak berdosa. Rianti masih tidak percaya dengan perubahan Niko, apa dia sedang kerasukan jin Tomang. Rianti terkekeh dalam hati.
masa jin kemasukan jin haha. eh kok dia malah senyum.
"Sayang, gimana rasanya nikah sama kakak ipar sendiri?"
"Hemm, gak tau. Belum ada rasanya." Rasa yang mana nih, rasa penyatuan atau rasa cinta, ataukah rasa yang dulu pernah ada.
"Sabar, nanti juga ada rasanya. Abang Niko akan selalu berusaha untuk bisa memasukan nama dihatimu."
"Kak, bisa tidak sekali saja kakak ngomel. Aku ingin mendengarnya hari ini."
"Tidak bisa sayang, istri itu harus di sayang.l, bukan di marahin. Kalau kamu risih dan tidak terbiasa dengan sikap Abang sekarang, sebenarnya inilah sifat asli Abang yang sesungguhnya. Abang Niko sayang dan cinta banget sama neng Rianti."
Niko melakukan penyerangan, meny*sap b*bir Rianti dengan lembut, lama adegan itu terjadi hingga Rianti tersengal. "nlNafas neng Rianti." Niko tertawa kecil.
"Belum juga bikin jantung ini berdebar-debar ya sayang?" Niko menanyakan perihal perasaan istrinya, sambil menuding d*da Rianti.
Rianti menggeleng, dia orang yang jujur walaupun soal perasaan. Karena berbohong ujungnya akan tidak baik. Tapi dia juga tidak tega dengan Niko, karena cintanya belum terbalaskan.
"Sabar..sabar.." ujar Niko sambil mengusap hatinya.
__ADS_1
"Kak, lusa ada jadwal pergi ke negara xxx untuk meninjau perkembangan bisnis metal. Tapi aku tidak bisa ikut denganmu, biar kamu sama sekretaris Rion yang akan kesana."
"Gimana kalau dibalik, Rion disini, kamu ikut sama Abang. sambil bulan madu juga. Abang harap tidak ada penolakan."
Rianti tersenyum.
"Kenapa tersenyum begitu?"
"Sifat maksa kakak udah kembali lagi."
Niko mengambil nafas, "bukan maksa sayang, tapi emang Abang gak mau jauh dari kamu. Kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana? bagaimana pun walaupun Abang orang jahat yang sudah sadar tetap saja serpihan musuh masih ada. Abang takut kamu jadi sasaran."
"Tapi aku bisa jaga diri, lagian selama ini tidak ada penyerangan. kan penjahatnya kak Niko."
"Iya sayang iya. Tapi tetap kamu ikut Abang, membantah suami adalah dosa besar." Sudah bisa memakai rukun pernikahan. Rianti menurut.
Persiapan besar-besaran sudah di lakukan tanpa sepengetahuan Rianti. Bahkan persiapannya lebih condong ke arah bulan madu di banding soal pekerjaan.
Ketika sedang berada di jet pribadi, Rianti menemukan kejanggalan, dia tahan sampai benar-benar terbukti kejanggalannya. Sepanjang perjalanan Rianti bersikap seperti istri yang sangat patuh.
Niko senang di atas awan, perasaanya begitu membuat dirinya seperti gila. Kedekatannya bersama Rianti membuatnya candu dan ingin terus terjebak di dalamnya. Belum lagi debaran jantung yang tidak dapat di kondisikan.
"Sayang" panggil Niko.
"Hemm, iya kak kenapa? ada yang dibutuhkan?"
__ADS_1
"Tangan kamu sini."
Rianti memberikan tangannya untuk di jadikan mainan oleh Niko.
"Kak"
Rianti refleks menarik tangann
"Hahaha, maaf sayang."
Kebersamaan mereka terus seperti itu, tanpa disadari mereka melengkapi satu sama lain. mereka selalu ada disaat terpuruk ataupun senang. Akankah Niko bisa bersabar lagi menunggu haknya sebagai suami? bagi Rianti itu tidak masalah karena memang sudah kewajiban. Tapi bagi Niko jika Rianti belum mencintai dirinya, untuk apa penyatuan tersebut.
Mereka saling menjaga satu sama lain. Niko selalu siap siaga di kala Rianti terserang sedih maupun sedang terluka. Lelaki itu sigap menjadi sang penjaga bagi Rianti seorang, wanita yang sangat dicintai sejak awal.
Begitu pun dengan Rianti, dengan di tutupi rasa gengsi Rianti pun selalu memperhatikan suaminya. Masa lalu yang kelam bersama Niko membuatnya tidak terbuka menerima Niko secara terang-terangan. Padahal dia sendiri sudah mulai simpati dengan perubahan Niko.
Namun anehnya, Rianti belum merasakan getaran cinta seperti pada Satria dulu.
Rianti selalu menjadi penolong bagi Niko di saat dia terjebak oleh serpihan musuh seperti perkataan Niko. Padahal jika dilihat masa lalu, Niko lah yang selalu mencelakainya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...