Cinta Sejati

Cinta Sejati
Kangen


__ADS_3

Hari ini Rianti termangu, menampar jendela pesawat jet pribadi. pemandangan nan indah dari atas sana membuat garis kagum di wajah.


Ia pergi menuju negara xx bersama dengan nyonya besar. Tidak dengan Satria karena inilah permintaanya.


"Mah, kenapa kita gak bareng saja kesananya?"


"Tidak sayang, kata suamimu itu pengantin harus d pingit gak boleh ketemu dulu haha"


nyonya besar tergelak, geli sendiri dengan perkataannya.


idih


Mereka menuju kampung halaman tuan besar yang berada di Negera xx. Disitulah akan diadakan pesta resepsi tertunda dua tahun yang lalu. Pesta megah yang sudah di persiapkan untuk Satria dan Rianti.


Di dalam pesawat, Rianti menghabiskan waktu bersama nyonya besar, mereka membicarakan tentang bagaimana rencana ke depan.


"Sayang, mamah mau tanya sama kamu


tapi kamu jawab jujur ya"


"Apa mah?" Rianti antusias menerka apa yang ingin di tanya nyonya besar. Mungkin sesuatu yang penting


"Kamu sudah mencintai satria?"


Terdiam.


Rianti merasakan jantung berdegup seperti alunan musik malam.


"Sayang"


"I, i ya mah" terbata menahan canggung

__ADS_1


"Iih iya apa sayang?" pura pura tidak mengerti


"Aku cinta satria, anak mamah" menenggelamkan wajah di bahu nyonya besar. Malu.


Nyonya besar merasa lega, menyunggingkan senyuman tulus sebagai ibu.


"Mamah senang sekali dengarnya sayang


semoga kamu di kasih pelengkap dalam rumah tangga kamu." tidak mengutarakan langsung. Tapi Rianti mengerti.


"Terimakasih mah do'akan yang terbaik buat keluarga kita."


Nyonya besar memeluk menantu nya itu dengan kasih sayang, tapi juga ada perasaan bersalah. Apa yang sedang di sembunyikan.


"Mah aku mau tanya sesuatu juga sama mamah"


"Apa itu sayang?"


"Waktu tempo hari Rianti melihat ada seorang pria paruh baya bertekuk lutut di hadapan papah dan mamah, terus mamah nangis. Maaf kalau Rianti lancang tapi... apa semua baik baik saja?"


Nyonya besar sejenak berfikir, apakah ini waktunya untuk bicara.


"Nanti kalian akan tahu, tapi tidak sekarang."


akhirnya nyonya besar menahan.


Rianti gusar.


"Nyonya besar dan nona muda, kita akan segera lepas landas."


Untuk pertama kali Rianti menjejakan kaki di negara ini. Jangan sampai membuat kesalahan yang merusak suasana, Rianti bergumam.

__ADS_1


Penyambutan keluarga ini begitu sakral,


seperti kelurga kerajaan pada umumnya, dari bangunan arsitekturnya sangat memukau. Dan disinilah Rianti di perlakukan bak seorang putri.


Neneknya Satria sangat menyayanginya. Dan menyambutnya dengan kasih sayang.


Rianti yang tak pandai berbahasa asing, dia pun berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Sang nenek tak mempermasalahkan, bahkan mereka begitu akrab.


*L*ain kali aku giat belajar bahasa negara ini.


eh tunggu, dari tadi satria belum kelihatan.


kangen.


"Sayang, ayo mamah antar ke kamar kamu."


"Iya mah, terimakasih"


...........


Di dalam kamar mewah berbalut banyak hiasan bunga, tempat tidur yang sudah di sulap bagai kamar pengantin. Bertabur kelopak mawar, serta warna tema berwarna kesukaan Rianti.


Rianti melangkah senyum sendiri, dia merasa bahagia dengan perlakuan Satria saat ini. Mengingat dulu bagaimana Satria bersikap padanya.


Rianti sangat bersyukur mendapat cinta luar biasa dari Satria. Cinta yang selalu meragukan Rianti karena argumennya sendiri. ya, fikirannya selalu beranggapan bahwa cinta hanya membawa sengsara.


Entah trauma atau apapun itu, Rianti selalu menolak ketika pria datang untuk bersedia mencintainya. Rianti tidak yakin hal itu, dan selalu menutup diri. Karena Rianti takut kecewa, banyak cerita perselingkuhan yang dia dengar.


Namun, entah kapan waktu itu. Ketika tubuh merespon lain seperti tidak setuju dengan anggapannya, bereaksi tak sewajarnya dan perasaan tak karuan ketika berdekatan dengan Satria. Dari situlah dia bisa menerima apa itu cinta.


Menatap mata suaminya, Rianti pun tak sanggup. Membuat pipi selalu bersemu merah. Karena itulah panggilan pipi tomat tercipta.

__ADS_1


*D*imana dia,, aaaa aku kangen


bersambung....


__ADS_2