Cinta Sejati

Cinta Sejati
panti asuhan


__ADS_3

Rudi menepuk pundak Rico. Ya. Dia harus melepas Rico untuk cita-citanya. Mereka semakin akrab belakangan ini.


Jika teringat dulu. Betapa Rudi sangat waspada pada Rico. Hari-hari itu. Akan sangat kurindukan.


"Esta" panggil Rico


"berhati 2lah. juga kejar cita2mu" bulir bening mengalir disudut mataku


"jangan menangis" Rico mengusap lembut air mataku


"tenanglah Esta. mama janji. akan mengajakmu mengunjungi Rico kedepannya" Dokter Nina menenangkan ku


"iya"


Sebuah pelukan yang terasa sangat menyakitkan. Inikah rasanya berpisah.


"jangan sedih. kamu juga harus mengejar mimpimu. berjanjilah. kita akan sukses bersama" pinta Rico


"iya"


Ku lepas genggaman tangannya. Sungguh ini sangat menyakitkan. Dadaku seolah ditusuk.


.


.


Sepanjang hari dan aku hanya berguling di tempat tidur. Aku masih belum memutuskan kampus mana yang aku pilih. Tetap di kota ini atau kembali ke kota J. Atau ke kota B? Aaaah aku bingung.


Perlahan kubuka pintu kamar. Berjalan gontai menuju lemari pendingin. Tanpa menyadari sepasang mata mengawasi ku.


"apa sefrustasi itu?" suara yang sangat ku kenal


"lebih buruk dari itu" jawabku sinis


"aku akan pergi pekan depan"


"kenapa semua orang meninggalkanku"


"jangan bilang kamu ingin aku tetap tinggal"


"jangan salah paham ya"


Hiro berjalan kearahku. Menarik kursi dan duduk di depanku.


"mandilah. aku akan mengajakmu jalan2"

__ADS_1


Hari ini aku merasa bukan menjadi diriku. Aku begitu menurut pada Hiro. Bahkan sekarang aku berada di dalam mobil. Berdua dengannya. Menuju tempat yang sama sekali tidak kutahu.


"pemandangannya bagus"


"ya...tempat yang kita tuju juga tak kalah bagus"


"benarkah?"


Mobil memasuki sebuah bangunan cukup besar. Ramai suara anak2.


"ini?" tanyaku menatap Hiro


"masuklah. mereka sudah menunggumu"


menungguku?


bukankah ini baru pertama kalinya?


Seruan anak2 meneriakkan namaku. Memberikan sebuah perasaan yang hangat dan akrab. Apakah?


"kak Esta!"


Mereka berhambur kearahku. Memeluk kakiku. Ada yang menarik tanganku.


"eh iya" jawabku sekenanya


"nak Hiro mari ikut ibu"


Hiro mengikuti wanita itu. Apa hubungan mereka sebenarnya?


"kak Esta..kenapa lama sekali tidak mengunjungi kami? kami pikir kakak sudah melupakan kami" celetuk seorang anak


"melupakan kalian? apakah dulu kakak sering datang kesini?"tanyaku penasaran.mungkin hanya ada orang yang mirip


"iya. saat itu aku baru saja masuk di panti asuhan ini. dan kakak sangat baik padaku"


"siapa namamu?"


"Sasha"


"Sasha?" kenapa aku tidak ingat nama ini? apa aku sekejam itu pada seorang anak kecil


Udara di taman belakang begitu sejuk. Melihat anak2 yang bermain. Membuat hatiku tenang. Aku sangat akrab dengan tempat ini. Tapi kenapa sama sekali tidak mengingatnya.


"apa yang kamu pikirkan?" tanya Hiro sembari duduk di samping ku

__ADS_1


"eh. aku merasa akrab dengan tempat ini. tapi aku sama sekali tidak ingat"


"benarkah? kita dulu sering kesini bersama"


"sungguh?"


"kakek Cokro sering mengajak kita berdua. bahkan sejak kita masih kanak2. saat itu aku berumur 8 atau 9 tahun"


"kenapa aku tidak ingat itu"


"aku pikir sudah saatnya kamu tahu"


"apa yang tidak aku tahu?"


"setiap kali libur sekolah. kakek Cokro selalu mengajakmu ke kota ini. kita menghabiskan liburan bersama. termasuk mengunjungi panti asuhan ini"


"sungguh? aku benar2 tidak ingat"


"perlahan ingatan itu akan kembali"


"apa sesuatu terjadi padaku?"


"bisa dibilang begitu"


"apa aku amnesia?"


"bisa dibilang begitu juga"


"apa?"


."perlahan saja. nanti malah membigungkanmu"


"benarkah aku amnesia? apa terjadi kecelakaan?"


"tenang. perlahan kamu pasti ingat"


"kenapa. tapi kenapa kamu memberitahu ku sekarang?"


"aku sudah tidak sabar"


"tidak sabar?"


"melihat calon istriku bersama pria lain sungguh membuatku ingin membakar satu kota ini"


"siapa yang calon istrimu?! jangan bicara sembarangan Hiro"

__ADS_1


__ADS_2