
Setelah hampir satu bulan. Akhirnya panggilan video pertaku dengan Rico.
seperti apa dia sekarang??
Jantungku berdebar tidak karuan. Seolah Rico benar2 akan datang di hadapanku.
"hallo Esta...aku merindukanmu" kalimat yang meluncur ketika wajah Rico tampak di. layar
Aku tidak bisa berkata-kata. Hanya mataku yang tiba-tiba sembab.
"hey kenapa menangis? apa begitu menyedihkan melihatku? atau kamu sangat membenciku?" berondong Rico
"aku sangat senang Rico. kamu gemukan" akhirnya liidahku bisa diajak kerjasama
"apakah kamu sudah menentukan kampus?"
"belum. sepertinya kamu baik disana?"
"iya. aku tidak sabar untuk pulang"
"bukankah itu masih lama"
"apa yang sedang kamu lakukan?"
"aku di kota B. di rumah Hiro"
"rumah Hiro?"
"iya. dia mengajakku untuk melihat beberapa kampus disini"
"ada yang kamu suka?"
"sejauh ini belum ada yang menarik. tapi besok aku akan berkeliling"
"nikmati liburan mu. andai aku bisa menemanimu disana"
"akupun berharap begitu"
"ini pasti sudah larut disana. istirahatlah"
"aku masih belum puas"
"besok kita lakukan panggilan video lagi"
"berjanjilah padaku"
"tentu. istirahatlah"
.
.
Sebuah kampus yang megah. Dari luar saja aura nya sudah begitu kuat. Pasti ini tempat mencetak orang2 hebat.
"Becca...apa kampus ini populer?" tanyaku pada Becca
Hiro mengirim Becca untuk menemaniku. Dia benar-benar sibuk di kota ini. Hanya bertemu di malam hari saja.
"anda benar. tuan Hiro alumnus kampus ini" jelas Becca
"waaaah....jelas dia adalah produk dari tempat ini"
"anda ingin mendaftar?"
"bagaimana kalau melihat-lihat dulu"
"baiklah"
.
.
Puas sekali. Hari ini Becca membawaku ke tempat-tempat menarik. Pribadinya benar2 terbungkus rapat oleh seragam kerja yang biasa dia pakai. Sebenarnya dia adalah orang yang fleksibel dan hangat.
"kamu sudah pulang?" suara Hiro mengejutkanku
"eh? kamu sudah pulang?" tanyaku kaget. tidak biasanya dia pulang lebih awal
"cepatlah mandi. temani aku makan malam"
"kamu belum menjawab pertanyaan ku!"
"kita bicarakan nanti. cepatlah mandi"
Aku bergegas ke kamar dengan wajah masam. Apa coba maksud Hiro.
__ADS_1
.
.
Menu malam ini cukup istimewa. Lengkap dengan hidangan pembuka sampai penutup. Aku merasa ada yang aneh namun tidak berani menanyakannya.
"aku mengajakmu dinner" celetuk Hiro
"ya?" sahutku sekenanya
"pertanyaan yang tertulis di wajahmu" jawabnya dengan menatapku sekilas
"apa begitu jelas?" sungguh aku sangat malu
"bahkan pelayan saja bisa melihatnya"
Aku tertunduk. Meraih gelas yang tak jauh dariku. Meneguknya untuk menghilangkan kecanggungan.
"mau nonton film?" tawar Hiro saat kami berjalan meninggalkan meja makan
"sekarang? apa masih bisa memesan tiket?" tanyaku polos. karena pasti akan sulit mendapat tiket di jam segini
"tidak usah beli tiket" jawabnya santai
"ya?"
Hiro menarik tanganku. Berjalan ke sisi samping rumahnya. Sebuah ruangan dengan seorang pelayan sedang berdiri di depan pintu.
"selamat malam tuan. apa film yang ingin anda tonton?" tanyanya sopan
"ikuti saja keinginannya. apa yang ingin kamu tonton. Esta?"
Aku masih terpukau. Tempat ini begitu luar biasa. Bahkan Hiro memiliki bioskop sendiri di rumahnya. Lalu kenapa dia begitu senang tinggal di rumah kakek?
"kamu suka film ini?" bisik Hiro
"kenapa kita harus berbisik? tidak ada orang lain disini" balasku
"agar lebih menjiwai"
Aku memukul lengannya. Dia hanya meringis sejenak.
apakah pukulanku selemah itu?
"bagaimana hari ini? Becca mengajakmu kemana saja?" kembali Hiro memulai pembicaraan
"tidak"
"waah...lin kali kamu harus memotong gajinya karena kelalaian"
"jangan. dia harus menghidupi ibu dan dua orang adiknya"
eh?
apa aku salah bicara?
aku hanya berniat untuk bercanda. kenapa dia menanggapi serius?
Semenit yang lalu dia begitu bawel. Dan semenit kemudian sudah hening tak ada tanda2 kehidupan. Apa yang dia perhatikan?
Aku menoleh kearah Hiro. Ternyata dia tertidur. Pasti sangat lelah. Wajahnya begitu tenang.
*deg
deg
deg
*Tunggu! apa ini? kenapa jantungku berdebar?
tidak boleh tidak boleh!
aku memiliki Rico
tidak boleh berselingkuh**!
"apa yang kamu pikirkan? sudah cukup memandangku?"
apaaa!!!???
kenapa dia belum tidur? dia mengetahui aku memandangi nya
ya Tuhan bodohnya diriku
.
__ADS_1
.
"pagi" seru Hiro di ruang tengah
"pagi...eh...apa ini hari libur? kenapa kamu di rumah? sepagi ini?" berondong ku
"aku cuti" jawabnya singkat sambil memindah chanel tv
"apa tidak masalah perusahaan kamu tinggal? maksudku gedung sebesar itu pasti...."
"aku ingin mengajakmu jalan-jalan"
"apa?"
"bersiaplah. kita berangkat 30 menit lagi"
.
.
Tuan se enaknya sendiri.
Itulah panggilan baru yang kubuat untuknya.
"apa kamu memakiku?" tanyanya
benar2. dia seolah mempunyai indra ke enam. apa yang ada dipiranku berhasil dia tebak dengan tep
at
"katakan saja. jangan hanya disimpan dalam hati"
"cih"
Aku mengalihkan pandangan. Malas meladeni Hiro karena pasti akubyang akan kalah dan dia akan terus mengolokku.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Menyusuri tepian pantai dengan pasir putih yang mempesona.
Tempat yang begitu bersih dan nyaris tidak ada orang.
kenapa Becca tidak mengajakku kesini tempo hari?
"turunlah" Hiro membukakan pintu mobil
"kita sudah sampai?' tanyaku
Sebuah Vila di tepi pantai. Dengan pemandangan laut biru membentang. Seolah tanpa batas. Tempat ini begitu indah.
"kenapa kita kesini?" rasa penasaranku sudah tak bisa dikendalikan lagi
"kita akan merayakan ulang tahunmu"
"ulang tahun siapa?"
"lihat saja kartu id mu"
benar!
besok adalah hari ulang tahunku. kenapa bahkan aku tidak mengingatnya sama sekali?
ada apa denganku?
ada apa dengan tempat ini? kota ini?
aku sama sekali tidak merasa asing disini
bahkan orang2 di perusahaan milik Hiro. mereka tampak biasa padaku
tidak merespon berlebihan
"apa yang kamu pikirkan?' tanya Hiro mendekat kearahku
"aku. aku bingung"
"tidak apa2. perlahan saja. kamu akan mengingatnya kembali"
"mengingat kembali? memang apa yang terjadi padaku?"
"aku sudah bilang perlahan saja. jangan terburu-buru atau tidak akan baik untukmu"
"Hiro. apa aku melupakan hal penting?"
Sejenak Hiro terdiam. Kedua matanya teduh menatap mataku. Ada perasaan aneh disana. Yang bahkan tidak bisa kupahami sekarang.
"kamu. kamu melupakan ku" jawab Hiro lirih
__ADS_1
apa?