Cinta Sejati

Cinta Sejati
memories 2


__ADS_3

Perkataan Hiro mengangguku. Sekarang dia bahkan meninggalkanku sendirian. Ditempat tak berpenghuni ini.


sebenarnya apa yang dia pikirkan?


Aku menyusuri ruangan. Satu persatu. Memeriksa setiap sudut. Setiap detil.


benarkah aku melupakan sesuatu? melupo


kan Hiro?


Aneh. Bahkan aku tau betul letak ruangan di vila ini. Bukankah ini kali pertama Hiro mengajakku kesini?


Kembali pertanyaan tak terpecahkan memenuhi kepalaku.


Hingga langkah kakiku berhenti di sebuah kamar. Tidak terkunci. Sebenarnya aku menolak keinginanku untuk masuk. Akan terjadi masalah kalau sampai Hiro tau. Tapi...entah dorongan apa yang membuatku berani melangkahkan kaki kedalamnya.


ini...kamar Hiro


Tidak banyak hiasan. Hanya saja. Design kamar ini. Aku sangat menyukainya. Aku sekilas ingat pernah merancang kamar serupa sebelumnya.


tapi kapan?


Aku berjalan kearah jendela. Melihat keluar. Sepertinya Hiro belum akan kembali.


Aku mulai mengantuk. Mengambil remot tv yang tergeletak di atas nakas.


.


.


ini?


Sejenak dunia seolah berhenti berputar untukku. Gambar demi gambar di layar tv membuatku semakin bingung. Tidak percaya dan entah perasaan apa lagi.


ini...video aku dan Hiro


kami sangat dekat


Sebuah film pendek tentang perjalanan kami. Diawali dengan potongan foto kami dimasa kecil. Hingga kami tumbuh dewasa. Dan...diriku dalam gaun putih itu.


tidak! ini pasti tidak benar!


ada yang salah disini


.


.


"kamu sudah bangun?" tanya Hiro begitu melihatku keluar dari kamar


"yah" aku melangkah kearahnya. bersikap seolah tidak ada yang terjadi


"aku menyiapkan barbeque untuk nanti malam. beberapa pelayan juga datang selama kamu tidur tadi"


"oh"

__ADS_1


"apa ada sesuatu? kamu mimpi buruk?"


Hiro menyadari ada yang tidak beres denganku. Dia berjalan kearah ku. Memeriksa keadaanku. Memastikan kalau aku baik2 saja.


"duduklah. aku membawa sekotak eskrim coklat kesukaanmu" Hiro mengambil sekotak eskrim dari dalam lemari pendingin


"kamu. begitu mengenalku?" tanyaku lirih. aku ragu untuk sekedar bertanya


"tentu saja"


"aku...aku"


"kamu melihat sesuatu di kamar kita?"


apa? kamar kita?


"tidak usah menatapku seperti itu. aku memang tampan"


baiklah. ini adalah sifat asli Hiro. narsis yang benar-benar kronis


"kamu sudah melihat video itu?" tanyanya dengan nada serius


"video? iya" jawabku ragu


"ada yang kamu ingat?"


"tidak. apa video itu benar?"


"kamu bahkan tidak mempercayainya"


itu...sesuatu yang tergantung di dinding kamar tadi


Hiro menyodorkan dua buah buku berwarna merah dan hijau. Mataku seketika terbelalak. Ini?!


buku nikah!


"buku nikah?" tanyaku


"bukalah. foto siapa yang ada di dalamnya"


ini...fotoku dan Hiro


kami sepasang suami istri?


tanggal pernikahannya....itu 3 tahun yang lalu. sebelum aku datang ke rumah kakek


apa yang terjadi padaku sebenarnya?


kalau aku dan Hiro sudah menikah lalu penjelasan apa yang masuk akal antara aku dan Rico


"jangan berpikir terlalu banyak. ingatlah sedikit demi sedikit" Hiro duduk di sebelah ku


Dia membuka kain yang menutupi bingkai foto dihadapannya.


foto pernikahan kami!

__ADS_1


Kepalaku berdenyut. Fakta ini begitu tiba-tiba dan menyerang pertahanan ku. Seketika kepalaku menjadi begitu pusing. Berdenyut hebat. Hingga semuanya menjadi gelap.


Hanya sayup-sayup kudengar suara Hiro memanggil namaku. Wajahnya tampak panik. Hingga akhirnya semua bayangan itu berubah hitam.


tik


tik


tik


"kamu sudah bangun?" suara Hiro terdengar sangat lega


"maaf. aku terlalu memaksamu. sungguh aku tidak berniat menyakitimu" imbuhnya penuh penyesalan


"apa benar. semua itu ingatanku? kita alami bersama?" tanyaku lirih


"iya"


"kenapa kamu mengungkapnya sekarang?"


"aku. aku sudah memikirkannya masak2. aku rasa inu sudah waktunya. aku tidak tahan melihat istriku bersama laki-laki lain"


"apa?"


jadi...akulah antagonisnya disini?


aku sudah menikah dengannya dan bahkan menjalin hubungan dengan pria lain? Rico


aaarrrgggh....dadaku terasa sesak


Perlahan air mata ku mengalir. Sedari tadi mataku terasa begitu panas. Aku menahan sekuat tenaga.


"maafkan aku. seharusnya aku memberitahu ini dari awal"


"kenapa. kenapa kamu membiarkanku bersama pria lain. bukankah aku istrimu" teriakku


"itu alasannya"


"apa?"


"setelah pertengkaran kita. kamu pergi. dan kecelakaan it terjadi"


"kecelakaan?"


"kamu koma selama satu bulan dan saat bangun. kamu mengingat semuanya. bahkan Rico. tapi..."


"tapi apa?"


"kamu melupakan semua kenangan bersamaku. hanya kenangan saat bersamaku"


"a. apa?"


.


.

__ADS_1


Sungguh. Aku pasti wanita kejam sebelumnya. Bagaimana bisa aku melupakan suamiku sendiri. Air mata ku mengalir semakin deras. Hiro tampak panik. Ragu-ragu diraihnya tubuhku dalam pelukannya. Mencoba menenangkanku dengan usapan lembut di punggung ku.


__ADS_2