Cinta Sejati

Cinta Sejati
kebenaran terungkap


__ADS_3

waktu menunjukan pukul 01:00 dini hari.


di rumah sakit, keluarga satria masih terjaga dari tidur. matanya memandang pintu ruang bersalin dengan penuh harap. sayup terdengar suara tangisan bayi, namun masih butuh penjelasan.


tak lama berselang, perawat keluar dari ruangan. memberikan kabar bahagia pada tuan dan nyonya besar. cucu laki laki mereka telah lahir ke dunia dengan selamat, sehat dan tak tak kurang satu pun.


nyonya besar yang tak kuasa menahan diri berjingkrak kegirangan, diiringi rasa syukur tuan besar atas anugerah yang diberikan pada keluarganya. mereka seraya masuk untuk melihat kondisi sang menantu dan juga bayinya.


setelah berada di dalam, mereka terkejut mendapati satria dengan baju yang berantakan. dan sisa air mata yang masih terlihat.


nyonya dan tuan besar memeluk anaknya, memberikan ucapan selamat atas kelahiran sang cucu. satria membalas pelukan hangat ini dengan bibir yang masih bergetar.


Rianti terdiam melontarkan senyum pada pemandangan di depannya. ia mengatur nafas, fikirannya masih merasakan desiran hati saat melihat satria mengumandangkan adzan untuk putranya.


"menantuku sayang, selamat ya mamah senang sekali melihat kalian bahagia." seperti biasa, nyonya besar selalu menitikan air mata di saat haru maupun kelam.


"iya mah, terimakasih." Rianti tersenyum.


satria berlalu mengganti pakaian, sedangkan tuan dan nyonya besar lantas sibuk dengan cucunya. mereka terpana, wajahnya begitu mirip dengan satria pada saat bayi. mereka bagaikan anak kembar beda generasi.


bayinya begitu menggemaskan tertidur dengan mulut yang menghisap ibu jarinya. matanya terpejam, namun kadang kala tersenyum. ketika tersenyum itulah nyonya dan tuan besar terpekik kegirangan. seperti dua bocah yang sedang menang permainan.


"hei lihat mah, dia tersenyum pada papah."


"waah iya,,. hahaha dia bukan tersenyum pada papah itu. tapi pada mamah." tidak mau kalah.


Rianti yang menyaksikan menggelengkan kepala sambil tertawa kecil. ketika sibuk dengan tawanya, ada sentuhan hangatnya tangan menyentuh pipi. ia menoleh


satria berdiri disamping Rianti, dengan penampilan yang sudah rapi. satria menatap Rianti dengan penuh terimakasih. sorot matanya mengatakan terimakasih sudah melahirkan anakku. ia memeluk Rianti lalu mencium keningnya.


"sayang, sebaiknya kamu tidur. istirahatlah maafkan aku ya yang sudah merobek bajumu hehehe." Rianti membuka pembicaraan


"tidak apa apa sayang, asal jangan hatiku saja yang kau robek. kau beristirahat lah, aku yang akan menjagamu."


"oh ya sayang, siapa nama anak kita?" Rianti bertanya. satria yang mendengar kata 'anak kita' hatinya mendesir.


"Rayden Smith Felder"


"panggilannya apa?"


"panggilannya Dion."


lah


Rianti tersenyum bingung.


"aku mau nama asli dan nama panggilannya berbeda. seperti diriku memiliki nama asli yang bahkan kamu sulit mengatakannya." memang benar adanya bahwa satria adalah nama panggilan.


pada saat akad nikah aku bahkan tidak ingat namanya siapa, kebanyakan perpaduan huruf x, y, dan z lidahku terkilir jika menyebutnya wkwkwkwk. batin Rianti.


"bagus sayang, aku suka namanya."

__ADS_1


..........


di balik jeruji besi.


Niko mendekam dalam tahanan khusus. Riwayat ia pernah melarikan diri membuatnya terjebak dalam pengamanan ekstra ketat. namun, tidak ada sedikitpun raut wajah menyesal ataupun kesal akan hal ini.


ia duduk di sudut ruangan, termenung tapi bukan penyesalan. otak nya tak henti memikirkan Rianti dan juga pria paruh baya yang menjenguknya kemarin.


pria dengan tatapan mata teduh memberikan perhatian selayaknya seorang ayah pada anaknya. ia sama sekali tak mengenali, walau hanya sedikitpun.


Niko selalu terngiang perkataan pria tersebut. "jangan merasa sendirian"


siapa sebenarnya dia? gak mungkin dia bokap gua. sudahlah, malas juga memikirkannya. lebih baik gua mikirin Rianti. dan semoga Willy cepat melaksanakan tugasnya.


Walaupun Niko berada di tahanan, dia selalu memiliki cara untuk mendapatkan ambisinya. kaburnya Niko pada tempo hari untuk pergi memberikan kode rencana pada anak buahnya. dan tertangkapnya ia kembali untuk pengalihan agar rencananya berjalan mulus.


garis ujung bibirnya meninggi, pertanda senyuman licik sudah tercipta.


"saudara Niko, ada yang menjenguk anda." kata petugas sipir, tangannya sambil sibuk membuka kunci.


"siapa?"


"tuan Darren dan pak Riki."


siapa lagi dia, bersama siapa pria kemarin datang kesini.


Niko diam mengikuti arahan petugas. saat sampai pada ruang kunjungan tuan besar terbelalak. akal sehatnya tak percaya.


kembali pada kondisi tuan besar.


awan hitam menyelimuti pikirannya. wajahnya pias bercucuran peluh. ini semua tidak mungkin. sungguh ia ingin menepis semua ini.


"aku tidak akan percaya, jika aku belum membuktikannya." bisik tuan besar pada pak Riki di sampingnya. pria yang tak lain adalah orang yang menemui Niko kemarin. dan pak Riki inilah orang yang sama dengan pria paruh baya yang dilihat Rianti, saat bersimpuh di kaki tuan dan nyonya besar.


tidak ada percakapan apapun antara tuan besar dan Niko. mereka masih menyelami situasi masing masing dengan mata yang saling berpandangan.


"kau kenapa selalu mengganggu keluargaku?"


"Anda tuan Darren ayah dari satria?" Niko sudah bisa menebak.


"ya"


Niko tersenyum mengejek.


"lelaki lemah itu mengadu pada papahnya ternyata." Niko bertepuk tangan sambil menggelengkan kepala.


"jaga ucapanmu." tangan tuan besar sudah melayang di udara. tapi berhasil di tahan untuk tidak mendarat di wajah Niko. pak Riki yang menyaksikan sudah gemetar takut.


karena yang dilihat adalah perseteruan ayah dan anak.


..........

__ADS_1


flash back.


"maaf tuan besar, ada yang ingin bertemu dengan tuan." pelayan menunduk hormat.


"siapa?"


"pak Riki, tuan."


"suruh dia menemuiku di taman belakang."


" baik tuan."


mereka bertemu dengan pembicaraan yang serius.


"ada apa kamu menemuiku? bukankah kamu tidak mau memberi tahu informasi padaku." pada hari ia bersimpuh, ia tidak mau mengatakan yang sebenarnya.


"saya tidak mau terjebak dalam situasi seperti ini. terlebih umur saya sudah tak muda lagi. biarlah saya ingkar pada shopia. daripada harus membuat orang menderita karena tidak tahu kebenaran." ucap lelaki itu dengan murung.


shopia adalah wanita rahim bayaran. di tengah rasa putus asa tuan dan nyonya besar dalam memiliki keturunan, tercetus ide untuk program bayi tabung dengan rahim bayaran. semua ini di lakukan karena mereka sudah gagal beberapa kali dalam program tersebut.


Niko bukanlah anak dari hasil benih tuan besar dan Sophia. tapi Niko adalah anak kandung dari tuan dan nyonya besar. karena ia berasal dari benih mereka. shopia adalah orang yang rahimnya di sewa untuk mengembangkan janinnya.


nahas.


shopia berkelok, timbul rasa untuk memiliki bayi itu. ia berkhianat dan lari dari kenyataan. uang di ambil, bayi pun juga. ia kabur dengan bantuan pak Riki ke sebuah negara terpencil.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.bersambung...

__ADS_1


__ADS_2