
apa yang sebenarnya Hiro katakan?
kamu sering ke panti asuhan?
tapi aku tidak ada ingatan tentang itu
dan Rico?
kenapa begitu membingungkan
Aish...kepalaku sakit sekali!
Perlahan kupijit kepalaku yang berdenyut tidak karuan. Seolah ada yang hilang disana. Tapi apa?
"makan malam sudah siap. apa kamu mau makan bersama?" suara Hiro menyadarkan ku
"eh iya" kupikir semakin banyak waktu yang ku habis kan bersama Hiro belakangan ini.
"apa kamu baik2 saja. wajahmu sedikit pucat?" tanya Hiro cemas
"tidak. hanya sedikit pusing"
"pusing? apa kamu berusaha mengingat sesuatu? kamu sudah ingat?"
Kali ini reaksi Hiro terlalu berlebihan. Tidak seperti awal kami bertemu hari itu. Dia begitu arogan dan mendominasi. Kenapa bisa berubah secepat ini?
"kupikir reaksimu terlalu berlebihan" ucapan ku menghentikan semua tindakannya
"cepat kita makan. nanti keburu dingin"
Makan malam ini. Begitu sunyi. Hanya terdengar suara dari alat makan yang sesekali bergesekan. Apa sebenarnya yang disembunyikan Hiro. Dan juga. Kali ini dia tinggal lebih lama dari sebelum2nya.
"istirahatlah"
"aku sudah memikirkan tentang kampus"
"hm".
"aku akan ke kota B"
"benarkah?"
Tampak binar bahagia terpancar dikedua mata Hiro. Kali ini aku benar2 menatapnya. Tatapan mata yang tidak asing. Aku merasa sangat merindukan pemilik kedua mata itu. Tapi....
tidak!
aku tidak boleh mengkhianati Rico!
.
.
Hiro sudah berdiri di depan pintu kamarku. Ketika aku membukanya. Berniat untuk keluar sekedar berjalan-jalan.
"eh. apa yang kamu lakukan di depan kamarku?" tanyaku penuh selidik
Sekilas kulihat Hiro cukup rapi. Memakai setelan kemeja lengan panjang dengan celana panjang hitam. Apa dia akan pergi?
"aku akan berangkat pagi ini" ucapnya
__ADS_1
"kamu benar2 pergi?"
"besok pagi aku sudah kembali"
Tubuhku rasanya lemah. Kenapa semua orang meninggalkanku?
Tiba-tiba Hiro meraih tubuhku dalam pelukannya. Mangusap lembut punggungku. Rasanya kenapa begitu nyaman?
"ikutlah bersamaku" bisiknya
"apa?" aku melepas pelukannya
"ikutlah. bersamaku. hanya beberapa hari saja"
"apakah boleh? benarkah?"
"tentu. bersiaplah"
"tapi aku belum berkemas. pakaian. tidak tas makeup"
"sudah. bawa seperlunya saja. kita bisa membelinya nanti"
"boros"
"atau aku harus membatalkan meeting penting"
"ah. baiklah. kita beli saja nanti"
"gadis pintar"
.
.
.
"berkelilinglah sementara aku meeting. tapi jangan keluar gedung" pinta Hiro
"tapi.."
"ada restoran dengan makanan enak di lantai dasar. nanti sekretaris ku akan memberikan ID perusahaan. kamu bisa menggunakannya"
"untuk makan disini?tanpa bayar?"
"iya. penuhi perutmu nanti"
Hiro mengusap puncak kepalaku kemudian pergi meninggalkanku. Tak jauh dari tempat kami sudah menunggu beberapa o.rang dengan setelan rapi. Begitu Hiro bergabung. Mereka tampak sibuk.
"kenapa gedung ini begitu luas? bagaimana kalau aku tersesat?" bisikku
Pemandangan yang benar-benar mengagumkan.mengagumkan. Setiap orang sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Wajah mereka tampak begitu bersemangat.
"permisi. nona Esta" seseorang menyapku
" ya?" tanyaku menatap seorang wanita dihadapanku. penampilannya elegan. juga tampak sangat cerdas juga sopan
"saya Becca. sekretaris tuan Hiro. saya ditugaskan untuk menemani anda berkeliling"
"benarkah? apakah tidak mengganggu pekerjaanmu?"
__ADS_1
"tugas dari tuan adalah pekerjaan saya"
"wow"
"mari saya temani anda. anda bisa menanyakan apa saja kepada saya"
"benarkah?"
"tentu"
"apa Hiro bos disini?"
"benar. beliau pemilik gedung ini"
"benarkah?"
"benar"
"diusia semuda itu dia sudah mencapai titik ini"
"beliau sangat kompeten. namun semua tidak lepas dari campur tangan tuan Cokro"
"kakekku?"
"benar. beliau mengajarkan semua hal pada tuan Hiro. itu yang saya tahu"
Langkah kakiku berhenti disebuah ruangan dengan dinding kaca. Hiro berada di dalamnya. Dia sedang memimpin rapat. Penuh dengan percaya diri dan sedikit arogan.
aku rasa itu pantas. dia sudah mencapai titik ini. pasti tidak mudah
"apa Hiro selalu seperti itu?"
"ya?"
"percaya diri dan arogan seperti itu"
"tuan sangat berkharisma. banyak orang mengaguminya"
"termasuk kamu?"
spontan wajah Becca bersemu merah. Sebelum dia semakin malu. Aku segera mengajaknya berpindah tempat.
"Becca" panggilku sambil menyeruput minuman dingin di hadapanku
"saya nona"
"berapa lama kamu bekerja untuk Hiro?"
"sekitar 5 tahun"
"kenapa kamu betah bekerja dengan orang seperti dia?"
"Tuan tidak seperti yang terlihat. dia sangat baik dan hangat"
"benarkah? aku tidak merasa demikian"
"banyak dari keryawati disini jatuh hati pada tuan"
"aish...padahal wajahnya biasa saja. tapi tabiatnla benar2.....apakah mereka belum tahu itu"
__ADS_1
"maksud nona?"
"tidak. tidak ada"