Cinta Sejati

Cinta Sejati
Hadiah dari Satria


__ADS_3

Masalah Niko sudah selesai, keluarga Artha grup bisa bernafas lega setelah penangkapan Niko. Mafia hitam yang tidak pernah menyerah dengan ambisinya.


Hari ini, satria dan Rianti datang memenuhi undangan tuan besar. Untuk apa keperluannya? masih menjadi misteri tapi tidak dengan Satria. Bahkan ide nya pun berasal darinya.


"Kau sudah siap?" Satria tampak sumringah.


"Sudah, ayo sayang kita berangkat " jawab Rianti lalu berjalan mengekor.


Langkah mereka diikuti barisan para pengawal. mobil pun melaju dengan tertib.


.........


Sesampainya di gedung Artha grup, tepat di gedung menjulang tinggi yang dimana Rianti dan satria berpijak saat ini adalah pusat dari kerajaan bisnisnya. Rianti merinding geli, mengingat kembali kejadian saat ia rapat bertemu dengan pimpinan induk perusahaan saat menjabat menjadi direktur.


Dimana pun dirinya bekerja, harusnya dia sadar Satria tidak akan membiarkan Rianti bekerja bukan pada perusahaan miliknya. Rianti tiba-tiba merasa polos.


"Selamat datang tuan dan nona muda" Seluruh staf menundukkan kepala memberi hormat. Salah satunya maju memberi arahan menuju tempat tuan besar menunggu.


Dilihat dari suasana, ini bukan pesta. tidak ada gemerlap pernak pernik lampu maupun bunga menghiasi, bukan selayaknya acara pesta atau makan siang yang ada di pikiran Rianti. lalu apa?


Mereka masuk ruangan, banyak orang yang berjejer menunggu juga disitu. Tuan besar menyambut kedatangannya dengan sedikit kalimat basa-basi.


Rianti masih tidak mengerti.


"Sayang ada apa ini sebenarnya?" bisik Rianti.


Satria hanya senyum tak menjawab.


Lantas Satria menaiki podium, seperti ingin jumpa pers pada wartawan.


Dengan lugas Satria mengutarakan maksudnya. Rianti yang melihatnya semakin tidak mengerti dan memilih untuk ikuti alurnya saja.


"Saya, selaku pewaris tunggal dari kerajaan bisnis Artha grup, yang bergerak hampir di segala bidang, mengucapkan terimakasih atas kerja keras dan pencapaian kalian sampai hari ini.Tanpa kalian semua, Artha grup tidak akan sebesar ini."


Semua orang yang berada dalam ruangan tersebut tersenyum, mendapat apresiasi dari sang presiden direktur. Tuan besar sudah lama menyerahkan seluruh kekuasaaan atas aset kekayaan dan bisnis miliknya pada Satria. anak kesayangan satu-satunya.


"Kedatangan saya, serta mengumpulkan kalian semua untuk berada disini. Saya tidak berpanjang lebar, saya akan menyampaikan informasi penting."


Wah ada apa ini.


informasi apa ya


Pikiran para CEO anak perusahaan berlarian. Informasi Satria membuat mereka menerka, ada yang berwajah pias, ada yang santai, ada pula yang antusias. Mungkin yang berwajah pias khawatir penggelapan dananya akan terbongkar.


Tuan besar hanya tersenyum di balik punggung Satria.


"Separuh aset kerajaan bisnis Artha grup akan saya serahkan pada seseorang bernama Rianti Andini."

__ADS_1


Rianti tak percaya, jantungnya berdegup sangat cepat. Kaget atas informasi yang baru saja di dengar. Begitu juga dengan yang lainnya, pasti sama dengan apa yang dirasakan Rianti.


"Untuk lebih detailnya, sektor apa saja yang yang akan di kuasai Rianti, sekretaris Rion akan menjelaskannya kepada kalian secara menyeluruh. Setelah penyampaian informasi ini Rianti resmi menggunakan hak kekuasaannya. Semua perintahnya harus dilaksanakan. Siapa pun yang membangkang. akan berhadapan dengan saya."


"Kepada Rianti Andini, dipersilahkan untuk berdiri disini sebagai simbol serah terima." Satria mempersilahkan istrinya untuk menghampiri sumber suara.


*K*emarilah sayang, kamu pantas mendapatkannya. Batin satria.


Rianti dengan langkah lunglai menuju podium untuk berdiri tegak di samping Presdir Artha grup. Setelahnya ia pun tak tahu harus bagaimana. Hati kecilnya ingin menolak semua ini. Kalau itu ia lakukan, tidak mungkin di hadapan banyak orang.


Rianti memekik di kepala menunjukan protes. tetapi tidak mungkin dia mempermalukan suaminya sendiri.


"Rianti andini, terimalah serah kekuasaan separuh aset Artha grup ini" Satria menganggukkan kepala memberi hormat pada Rianti. Semua orang terpana apa yang dilakukan lelaki itu. Sungguh tak percaya.


*A*ku tahu kau pasti akan menolak jika aku memberi tahumu ini tidak di khalayak umum.


Lidah Rianti semakin kelu, sulit untuk berucap.


"Terimakasih sudah menjadi bagian dari hidupku, dan mencintaiku dengan tulus." Sambungnya lagi sambil mengatupkan kedua tangan yang tak kalah bikin iri.


Dengan sedikit gemetar Rianti mulai berucap. "Terimakasih atas kepercayaannya." Rianti bingung harus melanjutkan apalagi. Tiba-tiba tangan tuan besar menepuk punggung Rianti. dan memberi lelucon untuk mencairkan suasana.


"Seperti nya nona ini gugup, dekat dengan dua pria tampan ini."


Para hadirin pun mulai tergelak dengan aksi tuan besar. Dalam kesempatan ini Rianti harus berfikir keras merangkai kata-kata.


Ketegangan mulai kembali,sebagian ada yang berfikir pembagian kekuasaan ini mungkinkah bisa menghentikan tindak tanduk orang yang ingin untung sendiri. Dilihat dari kinerja Rianti saat menjabat menjadi direktur, ia menangkap banyak kejanggalan, tapi tak sempat diteruskan.


Rianti menundukan kepala, memberikan hormat pada Satria. Sungguh pemandangan ini bukan seperti pasangan suami istri. Melainkan seperti dua petinggi artha grup tuan dan tangan kanannya.


Satria membalas anggukan, memberi isyarat lewat sorot matanya " cie..cie.." seperti itu kira kira jika diubah menjadi kata.


"Sekian informasi yang saya berikan." Satria pamit undur diri, meninggalkan tempat tersebut diikuti dengan Rianti.


.................


Presidential room.


Rianti dan Satria sudah meninggalkan ruangan yang membuat Rianti sulit bernafas. Kini mereka duduk di sofa tempat Satria mengerahkan tenaga dan fikiran untuk kemajuan Artha grup.


Rianti baru saja hendak protes minta penjelasan tentang semua ini. Namun diurungkan, karena kedatangan orang-orang setia, kepercayaan Artha grup.


"Selamat siang tuan dan nona muda" mereka serempak menundukan kepala.


"Perkenalkan diri kalian" perintah Satria pada kaki tangannya tersebut.


"Perkenalkan, saya Brian bertanggung jawab pada bagian IT."

__ADS_1


"Saya Alex bagian keamanan"


"Saya Wilson bagian pemasaran dalam maupun luar negeri"


"Saya lexa, bagian dokumen"


"Saya marini bagian keuangan."


*M*amah ternyata bagian dari orang kepercayaan Artha grup. ku kira pegawai biasa.


Rianti tertegun.


"Kami akan membantu nona muda, dan mematuhi segala perintahnya." Ikrar salah satu pegawai yang mewakili.


Brian, lexa, dan Alex masih terhitung muda usianya. Sedangkan pak Wilson dan Bu marini hampir seumuran tuan besar.


Rasa canggung mulai menggerogoti Rianti.


"Terimakasih atas perkenalan kalian. Selamat bekerja sama untuk kita. Untuk saat ini tidak ada tugas dan perintah dari saya, kalian boleh kembali ke tempat masing-masing." Rianti berkilah agar bisa cepat bicara berdua dengan Satria.


"baik nona". mereka masih terpaku di tempat, meminta persetujuan dari tuan mudanya.


Dengan satu gerakan tangan satria, mereka pergi meninggalkan presidential room.


Satria tidak bisa menahan tawa.


"Hei wajahmu tegang sekali". Satria meledek.


"Hai suami, kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya tentang hal ini, aku tidak mau seperti ini. Yang aku mau aku ingin jadi sekretaris mu saja." Rianti sedang kesal, lihat saja dari panggilan nya, bukan sayang, bukan pula suamiku. Tapi 'suami' aja.


Satria masih saja menertawakannya.


hei


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2