Cinta Sejati

Cinta Sejati
Kehancuran Rianti part 3


__ADS_3

Puluhan mobil berjejer memadati jalan, membawa orang yang mencintai tulus Artha grup yang mengiringi sang pemimpin menuju peristirahatan terakhir.


Lautan do'a berkumandang, gegap gempita menuju langit yang menunjukan mendungnya. Ya Rabb kuatkanlah hatiku hanya itulah kalimat penguat Rianti di sepanjang jalan.


"Om niko, kita mau kemana sih? papah sakit lagi ya? kita mau ke rumah sakit?" celoteh Alana. Niko sangat dibuat frustasi olehnya.


"Nanti om ceritakan ya, kalau kamu sudah besar."


"Hah, besar? aku kan sudah besar om. Sudah bisa makan sendiri." Protes Alana.


"Kalau kamu masih bisa dicekal dengan satu tangan om Niko, itu namanya masih kecil." Niko sengaja menghimpit Alana agar dia percaya.


Alana terdiam, namun wajahnya berubah sendu dan akhirnya menangis.


"Hei nak, kenapa kamu malah menangis?"


"Pengen sama papah sama mamah, Alana kangen dari kemarin sama om Niko terus." Alana menangis semakin kencang.


"Sini de sama kakak ya."Dion menawarkan diri yang akhirnya disetujui Alana, adiknya itu memeluk manja dalam gendongan Dion sambil isak tangis yang masih terdengar.


Dion sudah menguasai diri setelah meluapkan tangisnya yang sudah reda. Sedih boleh, berlebihan jangan itulah yang diterapkan oleh ajaran orang tuanya.


"Kamu sudah baikan?" usap Niko dipuncak kepala sang keponakan.


"Sudah om" jawab tegas Dion.


"Kamu sudah siap nak, menjalankan tugas dari papahmu?"


Dion mengangguk.


"Terimakasih ya om sudah menjaga kami selama dua hari ini."


astaga,, nih anak baru ditinggal papahnya sudah bisa mengucapkan terimakasih pada orang lain. ke orang macam berandalan kaya gua lagi. Niko merutuki dirinya. suara terimakasih Dion terasa memekik di kepala.

__ADS_1


"Sudah kewajiban om menjaga kalian. Tenanglah kalian akan aman di bawah pengawasan om." Niko membanggakan diri.


tapi tidak dengan calon kakak pertama kalian, ia hilang gara-gara om Niko. dasar ledig lu Niko.


Niko mendapatkan umpatan kata ledig, saat masih memantau keluarga Rianti sebagai penyusup.


..........


Tujuan sudah sampai, ramai padat merayap. Kini tibalah saat terakhir Rianti dan semua orang melepas kepergian Satria.


Dion sebagai putra dari Satria telah turun untuk mengumandangkan adzan, sebagaimana pesan ayahnya untuk memakai ilmu yang telah diajarkan nanti ketika waktunya telah tiba. Ilmu yang selalu ditanyakan Satria yang membuat hati Dion terenyuh.


Suaranya tak gentar, sangat merdu di dengar.


Semua orang yang melihat menitikan air mata, pantas saja Rianti tak mau melihat dahulu Dion dan Alana, agar dia bisa menepati janjinya untuk tidak menangis.


sayang, aku masih hafal betul ketika Dion lahir dan kamu mengumandangkan adzan yang membuatku terpana, sekarang dialah yang mengumandangkannya untukmu. tapi aku tak tahu harus merasakan hati ini seperti apa.


aku merasa bodoh. tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan akhir-akhir ini. hingga aku tahu diakhir dan membuatku hancur. ataukah mungkin aku belum mengetahui semuanya? hingga aku masih belum terima apa yang dialami sekarang.


Rianti terbuai dalam pikiran, memori tentang kebersamaannya bersama Satria terus bermunculan. Yang paling perih, kebersamaan pas malam itu. Malam dimana paginya Satria tak dapat membuka matanya kembali.


Sama seperti Niko, saat ini dipikirannya terlintas bagaimana ia menyaksikan kata cinta terakhir antara Rianti dan Satria. Cinta sejati yang akan diteruskan olehnya.


Dia menangis, ketika menyaksikan Satria telah diam tak bergerak, yang membuat Rianti berlari menahan kesedihan. Dulu bahkan lenyapnya Satria yang dia inginkan, sekarang malah bersedih atas kepergiannya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Hai pemirsa, saya Satria pamit undur diri dari novel cinta sejati ini. Dikarenakan kontraknya habis hehehe. Jangan lupa ya Thor nanti kalau ada novel baru calling lagi. Terimakasih untuk para pembaca yang sudah mengikuti sejak awal cerita, saat Satria sejak masih SMA sampai sudah punya anak dua, dan lebih parahnya proses pembuatan anaknya kagak pernah diceritain sama author.


salam hangat


Satria.


Catatan author untuk Satria.


Pengen banget diceritain begitunya sudah tau aku mah masih polos. anjirrr😁


becanda Sat, nanti kalau ada novel baru di calling hehe. Terimakasih atas perannya selama ini.


Netizen : yassalam, gua mah lagi nangis inih gara-gara meng sedih.

__ADS_1


__ADS_2