
Hubungan antara Clara dan Zevan yang di tentang keras oleh kedua orangtua Clara. Membuat Zevan semakin pesimis akan masa depan hubungannya.
"orangtua kamu tidak setuju dengan hubungan kita. Apa sebaiknya kita akhiri saja? " tanya Zevan
"kamu ingin kita putus? Apakah kamu tidak ingin memperjuangkan cinta kita?"tanya Clara
"aku ingin berjuang, tapi jika hasilnya gagal?" jawab Zevan pesimis
"jangan pesimis sayangku. Aku selalu ada di samping kamu" Clara mencoba menenangkan Zevan.
Sepulang sekolah Zevan mengajak Clara ke rumahnya..
"Clara ayo main ke rumahku. Mama ingin berkenalan denganmu" ajak Zevan
"aku pulang dulu ya sayang, aku harus berganti pakaian"pintaku
"tidak usah, kalau kamu pulang dulu nanti kamu dilarang keluar sama ibu" ucap Zevan merayu
"baiklah, ayo kita berangkat ke rumah kamu" ajakku.
Aku tidak sabar ingin segera bertemu dengan mamanya Zevan. Tak ku sangka, mamanya Zevan baik sekali padaku.
"halo nak Clara" sapa mamanya Zevan
"halo mah" aku menyapa mama kembali
"Zevan sudah banyak cerita tentangmu. Katanya kamu cantik. Ternyata lebih cantik aslinya ya dari bayangan mamah. hehehe" puji Mama Zevan
"terimakasih ya mah, jadi malu Clara" ucapku
"makan siang di sini ya nak. Mama sudah siapkan. Tunggu aja dulu di kamar Zevan nanti mama panggil" ucap Mama Zevan sambil berlalu meninggalkanku
"iya mah" ucapku
Aku memandangi setiap sudut ruangan rumah Zevan. Ku amati satu persatu foto yang terpajang di ruang tamu. Ternyata memang benar, ayahnya Zevan adalah orang korea. Pantas saja paras Zevan mirip orang korea.
Aku berkeliling rumah Zevan. Langkahku terhenti saat melihat pintu kamar sedikit terbuka, benar saja dugaanku. Itu adalah kamar Zevan. Zevan melihat ke arah luar dan mendapati aku sedang melihat ke arah kamarnya.
"sini masuk sayang" ajak Zevan
"tidak usah, aku bisa nunggu di luar"ucapku
"jangan sungkan, masuk saja" ucap Zevan
"iya sayang" aku memasuki kamar Zevan dengan perlahan.
Zevan masih ganti pakaian di dalam kamarnya dan aku ada di dalam. Aku membelakangi Zevan agar aku tidak melihat tubuh Zevan saat berganti pakaian.
Zevan memelukku dari belakang, "sayang, aku cinta sama kamu" bisiknya
Aku menoleh ke arahnya dan berkata ,"aku juga cinta sama kamu"
Zevan mendaratkan kecupannya tepat di bibirku. Aku sangat menikmatinya, Zevan memutar balik tubuhku dan kembali mencium bibirku.
__ADS_1
Aku mendorongnya, "jangan sayang"
Setelah aku mendorongnya, aku berlari ke arah pintu kamarnya. Terlihat sesosok pria yang tak asing bagiku. Dia adalah Lucas.
"Zevan, kenapa lo ajak Clara masuk kamar" tanya Lucas sambil menarik diriku keluar kamar
"Dia yang masuk sendiri" ucap Zevan
"Clara ayo pulang, ibu sudah menunggumu" ajak Lucas sambil menarik tanganku untuk pergi dari rumah itu
"Lucas..." (***plak....plak***) Mama Zevan menampar Lucas
"tampar aja mah, Lucas gak takut" jawab Lucas
"dasar anak haram beraninya kamu melawanku" bentak Mama Zevan, tangan Mama Zevan kembali memukul Lucas
Tangan Lucas menghadang tangan Mama Zevan, "mamah boleh hina Lucas tapi jangan hina bunda"
Lucas menarik ku keluar dengan air mata yang mengalir di pipinya
"Lucas.... Apa yang terjadi? Apa hubungan kamu dan Zevan" tanyaku
"Ayahku dan ayahnya Zevan adalah orang yang sama. Sebelum ayah menikah dengan mamah, ayah sudah terlebih dahulu menikah dengan bunda. Kemudian ayah pergi meninggalkan bunda karena di paksa nenek untuk menikahi mamah" Air mata Lucas semakin deras.
Aku memeluk Lucas dengan hangat, "jangan khawatir ada aku di sini"
"Clara, kalau kamu ke rumah tolong jangan masuk ke dalam kamar. Kita tidak tau apa yang sedang mereka rencanakan" pinta Lucas
"jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku" aku menarik tangan Lucas dan pulang ke rumah bersama Lucas
"jangan beritahukan keadaanku pada orangtuamu ya Clara" Lucas memohon padaku.
"siap bos" aku menggoda Lucas
------Di rumah-----
"tumben Clara pulang sama Lucas" goda Steve
"gak sengaja ketemu di depan jadi masuk bareng deh" jawab Lucas sambil mengedipkan mata padaku.
"nak Lucas ganti baju dulu gih, pakai baju almarhum kakaknya Clara kira-kira bajunya cukup sama kamu. Bajumu kotor tidak enak di pakai" ucap ibu
"Steve antar Lucas ganti baju kakakmu sana" pinta ibu
"baik bu" jawab Steve
"ayo kak Lucas ikut aku" ajak Steve
"Clara pintu kamar tutup yang rapat, jangan biarkan orang lain melihatmu ganti baju" teriak Steve
Aku berlari keluar, "loh ngapain kak Lucas ke kamar kakak Bara?" tanyaku pada Steve
"ibu nyuruh kak Lucas ganti baju Bara" jawav Steve
__ADS_1
"oh gitu," aku kembali masuk ke kamar dan mengunci pintu saat aku berganti pakaian
Steve mengantar Lucas ke kamar Bara yang tertata rapih. Lucas melihat foto Bara.
"kak, ku tinggal ya. Santai dulu. Kamar ini memang udah lama kosong tapi ibu tetap membersihkannya setiap hari" ucap Steve
"iya terimakasih Steve" jawab Lucas
Seusai aku berganti pakaian aku menuju kamar Kak Bara, ku lihat Lucas sedang memandangi foto aku dan kak Bara
"itu aku dan kakakku namanya Bara. Setahun lalu dia meninggal pas lagi kemping" jelas ku
"jadi kamu adiknya Bara ya" tanya Lucas
"kamu kenal kak Bara?" tanyaku
"setahun lalu aku bertemu Bara di tempat kemping. Ia di jebak oleh orang lain dan di tinggalkan dalam keadaan luka parah sama rekannya. Aku dan team menemukannya" jelas Lucas
"jadi sebelum meninggal kak Bara sempat bertemu dengan kak Lucas" tanyaku
"iya... aku dan Bara berkenalan, dan kami menjadi akrab saat itu.Sampai ia di jemput rekannya di kamp kami. Sebelum pergi Bara menitipkan pesan bahwa ada orang yang akan melukai adiknya. Aku tak ingat siapa yang dia maksud dia hanya menyebut nama Dave dan Steve. Setelah itu aku berusaha mencari Steve dan Lucas. Kemudian kami bertemu dan bermain bersama, setelah sebulan kita berteman Steve dan Dave memperlihatkan fotomu dan sejak saat itu aku sangat menyukaimu. Aku sangat ingin berkenalan denganmu tapi sayang aku lupakan semuanya karena kamu lebih memilih Zevan" Lucas menceritakan semuanya padaku
"Jadi kamu temannya kak Bara. Apa kamu yang kak Bara maksud?" tanyaku
"maksudmu?" tanya Lucas
"sebelum meninggal kak Bara bilang suatu saat nanti aku akan bertemu dengan jodohku yang menyayangiku tapi dia merupakan saudara dari orang yang mencelakai kakak" ucapku
"Apa mungkin yang harus ku jaga bukan Steve dan Dave melainkan kamu Clara" tanyaku
"entahlah kak, aku juga bingung. Aku keluar dulu kak, nanti ibu melihat kita disini jadi salah paham" ucapku
Lucas membuka lemari dan mengambil baju dan celana tepat di bawah baju Lucas melihat sepucuk surat dan membacanya.
Lucas apa kabar? Mungkin saat kamu baca surat ini, aku sudah meninggal. Aku berpesan pada ibuku untuk mencari. Apa saat ini ibuku sudah menyuruhmu ke kamarku? Wah sudah lama sekali ya kita tidak bertemu. Terimakasih sobat, kamu udah nyelamatin nyawaku tempo hari. Terimakasih sudah mencari Steve dan Dave tapi bukan mereka yang ku maksud. Orang yang sengaja mendorongku adalah orang yang berniat jahat dengan Clara. Aku mohon padamu. Jaga dan lindungi dia. Setelah aku cari tau, dia orang terdekat denganmu. Aku percaya kamu berbeda dengan mereka. Jangan sampai Clara menjalin hubungan dengan Zevan. Ingat kamu pernah berjanji padaku untuk menjaga adikku. Aku titip Clara ya...
Lucas sudah selesai membaca surat dari Bara dan berpura-pura tidak tau apa-apa kemudian turun untuk makan
"nak Lucas malam ini menginap disini ada yang ingin ayah bicarakan padamu" ucap ayah
"mohon maaf om. Bukannya saya menolak tawaran om, tapi sebaiknya aku izin dulu sama mamah. Nanti mamah khawatir sama saya" jawab Lucas
"kalau dia bertindak kasar, jangan sungkan tidur disini. kamu bisa tidur di kamar Bara. Ayah tau dia bukan ibu kandungmu kan" ucap ayah
"maaf om, dari mana om bisa tau asal usul ku." tanya Lucas
"Bara sudah menceritakan semuanya pada ayah" jawab ayah
"Bara... Apa Bara masih hidup om?" tanya Lucas
Ayah hanya tersenyum pasif menimbulkan banyak pertanyaan dalam benak Lucas.. *Bara kamu dimana, apa kamu benar sudah meninggal atau masih hidup. Apa yang kamu rencanakan. Kenapa kamu bisa tau semuanya? " tanya Lucas dalam hatinya
Apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1
Dimanakah Bara sekarang?
Bersambung....