Cinta Sejati

Cinta Sejati
Rahasia 2


__ADS_3

Apa yang terjadi?


Dimana Bara?


Apa dia masih hidup atau sudah meninggal?


Apa yang Bara rencanakan?


Kenapa Bara mengetahui semuanya?


Pertanyaan itu selalu menghantui Clara dan Lucas.


"nak Lucas bermalam disini" pinta ibu


"saya izin pulang sebentar ya tante, untuk minta izin sama mamah. Walau mamah bukan mamah kandung saya. Saya tetap harus mendapat izin darinya" ucap Lucas


"baiklah nak. Jangan lupa bawa seragam yang bersih" ucap Ibu


"Clara setelah makan cuci seragam Lucas" pinta ibu


"jangan tante, saya akan mencucinya sendiri nanti" ucap Lucas


"tenang kak, aku bisa nyuci baju kakak dengan bersih kok" jawab Clara riang


Setelah makan malam, Lucas pulang kerumah dan minta izin. Clara ke belakang untuk mencuci seragam Lucas.


-----------------------------------------------------


"Clara, cuciin baju gue dong" ucap Bara


"ah... lo mah males amat si kak" Clara menolak permintaan Bara


"Clara..." Bara menyiram air sabun ke arah Clara


"rese banget lo kak" Clara mengejar Bara


------------------------------------------------------


Terlintas ingatan Clara tentang kehadiran Bara. Clara sangat merindukan sosok kakak yang ia sayangi.


"kak, gue kangen lo. Andai lo ada disini. Semua permintaan lo gue turutin" ucap Clara


"bener ga nih... permintaan gue di turutin semua" ucap Bara


"kak Bara" ucap Clara


"tunggu sebentar ya Clara, nanti kita akan bertemu" ucap Bara menjauh.


Clara melihat ke arah belakang dan dia tidak melihat ada Bara. Namun suara Bara terdengar jelas di telinga Clara.


Clara segera menyelesaikan mencuci pakaian Lucas dan beranjak dari situ. Clara menuju kamar Bara, di sana ia menangis.


"kak sebenarnya apa yang sedang terjadi? Siapa yang jahat sama kakak?" tanya Clara dalam hati.


Lucas telah kembali, ia jadi bermalam di rumah Clara. Ayah dan ibu memanggil Lucas dan mengajaknya untuk bicara.


"nak Lucas sudah lama ya kamu kenal dengan Bara?" tanya ibu


"belum lama tante, sekitar setahun yang lalu tante" jawab Lucas

__ADS_1


"berarti waktu kecelakaan itu terjadi, nak Lucas berada disana. Nak Lucas tau siapa yang mencelakakan Bara?" tanya ibu


"saya berada di TKP saat Bara tergelincir dari atas tante, posisi saya sedang menanjak, saya dan team berusaha menghadang badan Bara agar ia tidak jatuh sampai ke bawah. Kami akhirnya bisa menahan dan menyelamatkan Bara. Lumayan tinggi tante, saya hanya bisa menolong agar tidak dapat luka yang lebih parah lagi karena ke bawah masih sangat jauh" tambah Lucas


"jadi kamu yang Bara sebut sebagai penolong dan Bara bilang kamu juga berada dalam bahaya. Kamu ngerti apa maksud dari perkataan Bara?" tanya ibu


"saya tidak paham tante" jawab Lucas


"tante, bagaimana kondisi Bara saat ini? Jika dia sudah meninggal izinkan saya melihat makamnya" tambah Lucas


"belum saatnya, nanti kalau sudah saatnya ibu ajak nak Lucas menemui Bara" jawab ibu


"beristirahatlah di kamar Bara nak Lucas" ucap Ayah sambil menyeruput teh manis buatan ibu.


"iya om terimakasih" jawab Lucas


Lucas menaiki tangga satu persatu dengan perlahan. Ia tidak ingin Clara, Steve dan Dave terbangun dari tidurnya. Namun mereka bertiga sedang berad di ruang tengah dan menonton televisi bersama.


"kak Lucas jadi nginap?" tanya Dave


"kakak tidur bareng aku aja" pinta Steve


"kak Lucas istirahat aja di kamar ka Bara, tadi sudah aku bersihkan kok" ucap Clara.


"kalian sedang apa disini? sudah larut kenapa belum tidur" ucap Lucas menghampiri ketiga kakak beradik ini.


"sewaktu ada kak Bara, kami biasa nonton bersama sebelum tidur. Kami hanya sedang rindu kebersamaan itu kak. Silahkan kakak tidur duluan" ucap Clara.


"aku di sini saja dulu menunggu kalian bertiga masuk kamar" ucap Lucas


"kakak mau minum apa biar ku buatkan" tanya Clara


"di sini ada mini bar kok kak, jadi aku bisa bikin minuman hangat dan dingin. Ga usah turun ke bawah. Clara juga males kak naik turun" jawab Clara


"oh gitu ya" ucap Lucas


"jangan marah ah kak, Clara hanya bercanda. Sebentar ya kak, Clara bikin teh hangat buat kakak" ucap Clara


Lucas sangat menikmati kebersamaan dengan keluarga Clara. Tak terasa jam menunjukkan pukul 22.30 Steve dan Dave sudah masuk ke dalam kamar mereka tinggal Lucas dan Clara yang masih terjaga.


"kamu belum mau tidur Clara?" tanya Lucas


"belum kak, aku belum ngantuk" jawab Clara


"yasudah aku temani kamu disini" ucap Lucas sambil merubah posisi duduknya jadi tiduran.


"kak Lucas masuk kamar saja. Aku biasa kok nonton sendirian" ucap Clara


"gapapa Clara, aku biasa pulang jam 12 malam semenjak bunda pergi. Jadi tidur larut sudah biasa" jawab Lucas


^Lampu padam^


"Clara kamu gapapa kan?" tanya Lucas


"gapapa kok kak" jawab Clara


"Lucas, Clara kalian memang cocok. Kenapa kalian tidak berpacaran aja. Clara segera putuskan Zevan. Dia orang jahat sayang?" ucap Bara


"Bara" ucap Lucas

__ADS_1


"kak Bara" ucap Clara


Lucas dan Clara berusaha mencari Bara mereka saling mencari tak di sangka Lucas dan Bara malah saling berpegangan.


^^lampu menyala kembali^^^


"maaf kak, aku jadi megang tangan kak Lucas" ucap Clara sambil melepaskan tangannya


"iya gapapa kok, Aku masuk kamar dulu ya" Lucas berpamitan pada Clara.


Lucas masuk ke kamar Bara dan dia melihat baju Bara berserakan di kasur. Saat ia hendak merapihkan kembali, ia melihat sebuah pintu yang terdapat di dalam lemari. Lucas membuka dan masuk kedalam.


"Bara" ucap Lucas sambil memeluk Bara


"Lucas, pinter juga ya. Cepet nemuin gue" goda Bara


"sehat bro?" tanya Lucas


"sehat kok, berkat lo Lucas" ucap Bara


"Apa yang terjadi sebenernya" tanya Lucas


"Setahun yang lalu, gue bersahabat dengan Frans. Dia sering sekali main kesini dan menginap di rumah. Ia melihat Clara dan jatuh hati dengannya. Namun cintanya di tolak oleh Clara. Frans bertemu dengan Zevan dan merencanakan sesuatu pada Clara. Aku mendengar percakapan mereka di kamp dan mereka mendorongku hingga lo selamatkan gue. Pas mereka ngambil gue dari lo, mereka bilang target selanjutnya adalah Lucas baru Clara. Gue menghilang untuk melindungi Clara" ucap Bara


"tadi siang Clara ke rumah gue. Dia di dalam kamar Zvan dan entah apa yang Zevan perbuat. Clara lari ketakutan" ucap Lucas


"jangan lengah, awasi dan lindungi Clara. Jangan beritahu Clara kalau aku masih hidup. Cepat kembali" ucap Bara


"ini no HP gue. Selama masa persembunyian lo. Tolong tetap hubungi gue" pinta Lucas sambil menyerahkan secarik kertas berisikan no HP nya.


"siap bos" jawab Bara


tok....tok...tok...


"kak Lucas" panggil Clara


"ada apa Clara?"tanya Lucas


"aku takut kak, bisa gak kakak temenin aku tidur" pinta Clara


"Clara, kamu kenapa minta sama aku? Kamu gak takut kalau aku berbuat macem-macem nanti" goda Lucas


"biasanya kak Bara yang nemenin aku kalau takut tidur sendirian" ucap Clara sedih


"yaudah aku temenin, aku temenin di depan aja ya. Aku tidur di ruang tengah" Lucas mengelus rambut Clara.


Clara pun mengangguk tanda setuju. Lucas tidur di ruang tengah. Clara tidur dengan posisi pintu kamar terbuka.


Keesokan harinya


"kak Lucas bangun, udah pagi. Sekolah kan kak?"tanya Clara membangunkan Lucas


"oh Clara, sebentar lagi ya" jawab lucas


"nanti terlambat kak" ucap Clara sambil menyisir rambutnya


"kamu sudah mandi?" tanya Lucas


"udah dong kak, ini handuk dan sikat gigi buat kakak mandi" Clara memberikan handuk dan sikat gigi yang ia taruh di meja

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2