Cinta Sejati

Cinta Sejati
aku perlahan berubah


__ADS_3

Hari itu sesuai janjiku pada Rico. Aku menghampirinya ketika melihat dirinya bersama teman2nya. Sungguh diluar dugaan. Mereka sama sekali tidak keberatan. Menerima ku dengan hangat.


"waaah kalian memang cocok" ucap salah seorang dari teman Rico


"sudahlah jangan bicarakan itu lagi. kamu lihat wajah Esta sudah memerah begitu" timpal yang lainnya


Aku tidak menyangka memiliki banyak teman ternyata semenyenangkan ini. Terimakasih.


.


.


"bagaimana? apa teman2ku semenyeramkan itu?" tanya Rico sembari menyodorkan minuman dingin


"tidak. mereka baik" jawabku


"sudah aku bilang kan. mulai sekarang kamu harus seperti ini. tidak boleh merasa sendiri lagi"


"ya"


Ditengah obrolan kami tiba2 seorang gadis berlari kearah Rico. Kemudian tanpa babibu menarik lengan Rico. Sikapnya sangat menyebalkan.


"ayo Rico. aku akan menunjukkan sesuatu padamu" terocosnya


"apa?"


"ada di perpustakaan"


"apa bisa nanti?"


"kenapa harus nanti? sekarang!"


"aku tidak bisa"


"kenapa? apa karena cewek ini?"


Tiba2 orang itu melotot kearahku.


Hey! apa salahku? kamu yang sudah mengacaukan suasana


Mulutku sudah hampir terbuka hendak menjawab omongan gadis itu. Ketika Rico kemudian mencegahku dengan memberi kode kedipan mata. Aku kembali diam.


"maaf. aku sedang menemani pacarku"


Seketika gadis itu melepaskan tangannya. Memasang wajah cemberut dihadapan Rico kemudian berlalu begitu saja.


dia pasti sangat benci padaku!


Rico sedang ada urusan dengan guru pembimbing. Sepertinya sekarang semakin sibuk saja.

__ADS_1


Aku berinisiatif menunggunya sambil berjalan2 menyusuri koridor kelas.


BUG!


Seseorang menabrakku.


"maaf kak. aku tidak sengaja"


"kamu tidak apa2?"


"tidak. tidak apa2"


Gadis itu bangkit. Sepertinya dia anak kelas 11. Tapi penampilannya.


kenapa dia berdandan sedewasa itu?


Tiba-tiba dia menatapku dari ujung kaki ke ujung kepala. Seolah menyelidiki sesuatu. Hingga akhirnya pandangan kami salig bertemu.


"apa kamu kak esta?" tanyanya


"iya" jawabku singkat. sungguh malas berurusan dengan orang2 seperti dia. sok kenal


"boleh aku bilang sesuatu kak?"dia bertanya dengan ekspresi wajah polos. meskipun sebenarnya ada maksud dibalik sikapnya itu.


dia layak dapat penghargaan pemeran wanita terbaik


"silakan"


Sungguh. Aku masih terkejut dengan ucapannya. Kenapa lidahnya setajam itu? Bahkan dia tidak mengenalku.


"aku lebih mengenal kak rico. dan dari segala hal. aku lebih cocok dengannya. jadi sebaiknya kakak mundur saja. sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan" ucapnya sambil sedikit berbisik kearahku


Aku tersenyum. Melangkah mendekatinya.


"kamu tau? kamu bukan siapa2 dimataku. jadi jangan bermimpi bisa mencampuri urusanku. lebih baik kamu bersikap seperti gadis kecil pada umumnya. atau aku perlu meminjamkanmu cermin?"


Entah kenapa rasanya puas sekali. Sejak kapan perasaan ini ada di hatiku? Selama ini aku hanya selalu diam. Bahkan ketika mereka menindasku. Membicarakanku di belakang.


.


.


Rico meraih tanganku. Menarikku mendekat kearahnya.


"ada apa?" tanyaku malu


"aku melihat semuanya tadi"


"semua?"

__ADS_1


Rico mengangguk. Sembari melepas helm yang ada di kepalaku. Bibirnya melengkungkan seulas senyum.


"ini baru pacarku. tidak mudah ditindas"


"apa ini pujian atau kamu sedang mengolokku?"


"aku serius"


"aku merasa kamu sedang mengolokku sekarang"


Tiba2 Rico tertawa. Jemarinya merapikan helai rambut yang menutupi wajahku.


"apa Hiro ada di rumah?" tanyanya sambil melirik kearah rumah


"aku tidak tau. aku tidak perduli"


"jangan marah. dia hanya sangat perduli padamu. namun caranya salah"


"dan sekarang kamu membelanya"


"tidak tidak. aku akan selalu membelamu"


"sikapmu tidak menunjukkan itu"


Kembali Rico tertawa. Sepertinya dia senang dengan perubahan sikapku yang tidak lagi datar tanpa eskpresi.


"baiklah. cepatlah masuk. jangan sampai terlibat masalah dengan Hiro"


"kamu hati2"


"tentu"


Rico sudah bersiap menyalakan mesin motornya. Ketika aku tiba2 berteriak memanggilnya.


"ada apa?" tanyanya sambil mematikan kembali mesin motornya


Aku berjalan kearahnya. Berdiri tepat disampingnya. Kutatap kedua bola matanya yang tampak begitu teduh. Namun menyimpan berjuta misteri.


"i love you"


Rico tampak terkejut dengan apa yang aku ucapkan. Sejenak dia hanya diam. Menatap kedalam manik mataku.


"i love you"


Ucapku lagi untuk menyadarkannya. Namun. Tiba2 kedua tangan Rico menangkup wajahku. Menarikku kearah wajahnya. Kemudian....


Cup!


Sebuah kecupan di bibir membuat tubuhku bergetar. Aku mematung. Hingga akhirnya kusadari motor yang Rico kendarai sudah semakin menjauh.

__ADS_1


aish...kenapa jadi aku yang kena?!


__ADS_2