
Aku menghabiskan satu malam di rumah dokter Nina. Membantuku beradaptasi dengan perbedaan waktu.
Aroma harum menggelitik hidungku. Dokter Nina sepertinya tengah memasak. Aku bergegas keluar kamar. Tidak enak rasanya kalau aku hanya diam bersantai.
"ada yang bisa kubantu?" tanyaku kaku
" panggil aku dokter saja kalau kamu belum terbiasa"
"yah. dokter"
"duduklah. sebentar lagi siap. ayahmu tadi menelepon. dia akan datang sore ini"
"hhm"
Steak yang baru saja matang dan jus jeruk yang pasti sangat menyegarkan. Oooh perutku sungguh tidak tahu malu. Bahkan rasanya ingin kulahap segera.
"tolong maafkan aku. maafkan kami" dokter Nina memulai pembicaraan
"apakah kita bisa bicara nanti saja dokter? aku sangat lapar" aku memotong cepat
" ooh tentu. makanlah"
Sesi makan yang begitu hening. Hanya suara alat makan yang saling beradu terdengar sesekali.
.
.
Kami berdua duduk di ruang tengah. Aku menyandarkan tubuhku ke sofa. Entah kenapa aku sangat nyaman di rumah ini. Seperti bukan kali pertama aku kesini.
"hari itu aku bergegas membawamu ke rumah sakit. kecelakaan yang...mengerikan" Dokter Nina memulai ceritanya
"aku kah?"
FLASH BACK
"apa yang kalian lakukan! cepat telpon ambulan!" teriak dokter Nina begitu melihat kondisi Esta yang bahkan sudah kesulitan bernafas
Hari ini adalah hari pernikahannya. Dan apa yang dipikirkannya? dia mengejar baji**** kecil itu.
Meski Rico adalah putra satu-satunya. Namun melihat apa yang sudah dilakukannya pada Esta. Membuat Dokter Nina sangat kecewa.
Seorang rekan sejawat mengambil alih operasi untuk Esta. Kondisi psikis Dokter Nina tidak memungkinkan melakukan operasi. Bahkan dia hanya bisa menangis di depan pintu operasi yang tertutup rapat.
"tenanglah. Esta akan baik-baik saja" ucap ayah Esta menenangkan dokter Nina
"aku tahu seberapa parah kondisinya. jangan pura-pura menghiburku"
"maafkan saya dokter" Hiro akhirnya membuka bibirnya dan bersuara
Semenjak Esta meninggalkan rumahnya. Hiro sangat terpukul. Wanita yang dicintainya ternyata lebih perduli dengan pria lain.
"ini bukan salahmu. semua karena baji**** itu" maki dokter Nina
"sudahlah. biar bagaimanapun dia adalah putramu"
"kenapa kamu membelanya? tidakkah kamu lihat putrimu sekarang? menantumu? dia sudah menyakiti banyak orang"
"aku rasa ini salahku" ayah Esta tertunduk
"apa maksudmu?"
"hari itu Rico menemuiku"
"dia menemuimu?"
__ADS_1
"dia bertanya apakah aku mencintaimu dengan sungguh-sungguh?"
"apa?"
"aku pikir. dia melakukan semua ini demi kita"
"apa?"
BRUG!
Dokter Nina jatuh pingsan. Dia sangat terpukul dengan apa yang dikatakan suaminya.
jadi...ini semua salahku?
Dokter Nina dan Ayah Esta menjalin hubungan setelah ayah Esta berhasil melalui masa sulit hidupnya tanpa ibu kandung Esta. Wanita itu meninggalkan Esta dan ayahnya untuk pria lain. Dan sekarang mereka sudah hidup bahagia.
Namun,belakangan ayah Esta mengetahui hubungan putrinya dengan Rico. Putra dari dokter Nina dengan suami terdahulu. Dokter Nina sempat meminta untuk mengakhiri hubungan ini. Namun ayah Esta bersikeras. Hingga akhirnya suatu sore Rico menemui ayah Esta. Menanyakan keseriusannya. Kemudian dia memutuskan untuk berangkat kuliah di negara tempat ayahnya tinggal.
Dan drama itupun dimulai. Awalnya hubungan Esta dan Rico baik-baik saja. Hubungan jarak jauh yang sehat. Namun insiden itu benar-benar menghancurkan hati Esta.
Rico di negara itu tinggal satu rumah dengan seorang gadis. Bahkan gadis itu diketahui hamil. Itulah yang membuat Esta dan Rico akhirnya mengakhiri hubungan.
Lalu entah dengan cara apa. Hiro berhasil mengembalikan tawa Esta. Membuat hatinya kembali berwarna.
Waktu begitu cepat berlalu. Keduanya memutuskan menikah. Setelah pernikahan ayah Esta dan dokter Nina digelar.
Namun,malam ini entah apa yang terjadi dengan Hiro dan Esta. Keduanya terdengar bertengkar dan berujung dengan Esta yang meninggalkan rumah dengan uraian airmata. Mengendarai mobil dengan perasaan kalut. Membuatnya terlibat kecelakaan beruntun yang begitu mengerikan. Hanya keajaiban yang bisa membuatnya tersadar.
.
.
.
Dokter Nina menghampiri Hiro. Dia selalu berada disamping Esta. Siang malam tanpa memperdulikan kondisinya.
"tidak. saya akan menunggunya terjaga"
"kamu bahkan belum makan"
"Esta juga tidak makan"
"kamu harus menjaga kesehatanmu atau akan membuat Esta semakin sedih?"
"ini semua salahku. andai kami tidak bertengkar hari itu"
"sudahlah Hiro. kalaupun ada yang harus disalahkan adalah kami. aku dan ayah Esta. namun semua sudah terjadi. kita hanya bisa menjalani takdir di depan. tidak ada yang bisa kita rubah sebelumnya"
.
.
.
FLASHBACK OFF
Esta menarik nafas dalam. Samar-samar dia ingat dengan peristiwa itu. Menyusun keping demi keping puzzle ingatannya yang tercampur.
Kepalanya berdenyut.
mungkin yang harus kulakukan sekarang
adalah menyusul puzzle ini
Dokter Nina meraih tangan Esta. Menggenggamnya. Suaranya seolah tertahan di kerongkongan. Air matanya menetes. Bahkan semakin deras.
__ADS_1
"maafkan aku"
Hanya itu kalimat yang diucapkannya. Lagi dan lagi.
.
.
.
Ayah Esta menepikan mobilnya didepan sebuah apartemen. Tak berapa lama kemudian mesin mobil dimatikan.
"ayah akan mengantarmu" ucapnya sembari membuka pintu mobil
Esta hanya mengangguk kemudian mengikuti sang ayah. Memasuki lobi hingga di dalam lift.
Tak ada satu katapun terucap. Tapi dari sorot mata sang ayah. Esta tahu kalau beliau menyesal.
Akhirnya keduanya sampai di depan sebuah pintu apartemen.
apakah dia ada dibalik pintu ini?
Jantung Esta berdegup semakin kencang. Keringat dingin bahkan mulai membasah jari jemarinya.
Begitu sang ayah memencet bel. Pintu itu perlahan terbuka. Seorang wanita dengan balutan dress casual yang bahkan tidak bisa membendung kecantikannya. Matanya yang kebiruan dan rambut pirang.
dia...adalah orang itu
"ayah? kenapa tidak memberitahu sebelumnya kalau mau datang. saya tidak menyiapkan apapun untuk menjamu kalian. mari masuk"
*Bahkan dia sangat sopan
Memanggil ayahku dengan sebutan ayah. juga
lalu...apa yang aku cari disini?
apakah aku sepicik itu...mencari celah diantara mereka
begitu rendahnya aku*!
"ini?" tanyanya pada ayah
"dia Esta. putri ayah" jelas ayah sembari memperkenalkan kami
"hallo...aku Nicole. bagiamana sebaiknya aku memanggilmu?" tanyanya
"panggil saja Esta"
"maafkan aku. aku hanya bisa menjamu seadanya. aku akan menelpon Rico"
Gleg
"dimana Harry?" tanya ayah
Harry?
"dia tidur di kamarnya ayah. ayah bisa kesana kalau ingin melihatnya"
Aku mengikuti langkah ayah memasuki sebuah kamar dengan dekorasi luar angkasa khas anak laki-laki. Seketika aku tersadar. Rico sudah memiliki seorang anak. Lalu....apa yang sudah aku lakukan?
"ayah akan membawa Harry jalan-jalan ke taman. kalian ngobrolah dulu"
kenapa ayah meninggalkanku di situasi canggung ini?
status apa yang harus aku gunakan sekarang?
__ADS_1
"tidak perlu sungkan. aku...sudah tahu keseluruhan ceritanya. kisah kalian"
"a. apa?"