Cinta Sejati

Cinta Sejati
Hari bahagia


__ADS_3

Acara inti dimulai.


Para tamu undangan kerabat keluarga berdatangan, suasana yang sebenarnya sudah di rasakan kini kembali terjadi. dengan nuansa yang berbeda tentunya.


Rianti sangat cantik menggunakan gaun pengantin panjang menjuntai. Riasan natural membuat wajah cantiknya membahana. Siapa pun yang melihat pasti akan terpana.


Di iringi alunan musik pengiring, serta dayang dibelakang nya sukses membuat Rianti seperti putri raja pada hari spesial. Rona bahagia terpancar dari sosok yang melahirkannya. Hatinya berdesir.


Disampingnya, ayah Rianti berwajah datar


tanpa ekspresi. Melipat kedua tangan di dada, dan menatap lekat pemandangan di depan matanya. Stay cool. Namun berbanding dengan hatinya yang teramat senang melihat putrinya bahagia.


Bu marini beserta suami, dan Beno turut hadir


sebagai orang orang yang pernah hadir dalam hidup Rianti. sebagai orang tua angkat, mertua dari tuan mudanya, atau orang hebat pendukung Artha grup. Apalah itu.


Yang penting hari ini semua orang turut bahagia.


Nyonya besar dengan hatinya selembut kapas, mudah terbawa suasana. Melow menangis bahagia. sedih menangis juga senang pun juga menangis. Begitulah penggambaran dari nyonya besar.


Satria cs, juga hadir disana. Lengkap tak ada satu pun personil yang absen. Marcel menggandeng shesil. Ruben yang sudah bisa move-on menggandeng calon istrinya. serta yang lain hanya membawa diri, setia dengan status jomblonya.


Biarlah jomblo yang penting tampan. itulah kalimat yang selalu di utarakan galang, Nabil, dan Ren ketika ada yang menggoda.


Tidak ada drama kedatangan mantan, karena satria dan Rianti tak pernah memiliki mantan.

__ADS_1


sungguh sebuah acara yang di idamkan banyak orang.


Dari arah berlawanan, datang pangeran tampan berkharismatik. Dengan rambut yang di tata rapi serta senyuman mengembang. Balutan jas yang di kenakan sangat cocok dengan postur tubuh dan warna kulit. Indah untuk di lihat. Tamu wanita muda berdecak kagum.


Aku ingin suami seperti dia.


Ih tampan sekali.


Aku mau yang kaya dia


Aku mau dia


eh


suara bisik bisik menyeruak di udara.


Rianti membatin membuatnya ingin tersenyum terus kemudian salah tingkah.


Riantiku sangat cantik, manis sekali senyumannya. aku ingin merasakannya sekarang.


Satria.


Jarak mereka semakin mendekat, tangan satria menyentuh pinggang ramping istrinya. Rianti yang reflek, bingung harus bagaimana. Suasana canggung terjadi.


Wajah Satria semakin dekat.

__ADS_1


*E*h mau apa nih.. Rianti panik.


Keluarga sederhana Rianti memalingkan wajah. Pura-pura sibuk dengan kegiatan masing masing mengusir canggung.


Ayah Rianti menggandeng istrinya untuk berjalan melihat aneka makanan tersusun rapi, dari mulai appetizer, main course, hingga dessert. emua lengkap dengan tampilan yang memanjakan mata.


Sebenarnya tidak sedang lapar, hanya sebuah pengalihan.


Di sisi lain, Madih berusaha mengajak bicara wanita disana, walaupun tidak nyambung


tapi cukup menghibur. Gelak tawa dan wajah kebingungan menghiasi wajah para wanita itu. Maklum, jomblo sedang berusaha.


Shesil berdecak kagum melihat sahabatnya hari ini. Sampai dia mengabaikan keberadaan Marcel disampingnya. Tangannya memegeng kedua pipi sambil menumpu diatas meja, senyum-senyum sendiri. Berceloteh tidak karuan, dan hanya dia yang mengerti celotehannya tersebut.


Marcel memerhatikan istrinya dengan penuh keheranan.


Galang dan Nabil ikut hanyut dalam kebahagiaan sahabatnya. Mereka bersorak gembira seraya berulang kali mengucapkan selamat dan pujian. Sedangkan Ren hanya terdiam. Bukan diam karena kebencian. Dia juga bahagia tapi dengan caranya sendiri.


"Yang, kamu kok melamun" tegur Nindi kepada Ruben.


"Masa sih"


"Kamu kenapa, dari semalam disini kamu terlihat murung. Ada apa? apa kamu sakit?"


"Tidak, sudahlah jangan di bahas

__ADS_1


ayo makan" Ruben mengalihkan topik dengan menyuapi Nindi. Nindi begitu senang karena pertama kalinya Ruben berbagi suapan dengannya.


bersambung....


__ADS_2