
Clara sedang asyik menikmati kesendiriannya. Namun terlintas ucapan Lucas tempo hari yang menyatakan perasaannya di depan ibu dan kak Bara.
"aku sudah 3 bulan putus dari Zevan tapi kok belum ada tanda-tanda Lucas menyatakan cintanya padaku. Apa mungkin perasaan Lucas padaku sudah hilang" suara hatiku yang bertanya tentang perasaan Lucas padanya.
Lucas semakin sering menginap di rumah Clara. Sesekali Lucas mencuri pandangan ke arah Clara. Clara tersenyum saat melihat Lucas memandangnya.
"Clara sini ikut main" ajak Bara
"enggak ah, nanti aku ganggu kalian" ucap Clara
"gak ganggu kok" jawab Lucas
"kita main jujur-jujuran yuk" ajak Bara
"boleh" ucap Clara
Bara memutar sebuah botol plastik yang akan di gunakan sebagai penunjuk siapa yang akan jujur. Botol itu berhenti di arah Clara.
"Clara, jujur ya.. Kalau aku dan Lucas terluka parah. Siapa yang mau kamu tolong" ucap Bara
"aku gak bisa milih kak. Aku gak mau kehilangan kalian berdua" jawab Clara
"harus milih dong, biar seru" ucap Bara
"aku pilih kakak" jawab Clara
"oke lanjut" ucap Lucas.
Lucas memutar botolnya dan kini berhenti di depannya.
"Lucas, gimana perasaan lo saat ini pada Clara" tanya Bara
"masih sama seperti kemarin" Lucas memperhalus suaranya.
"apa?" tanya Bara lagi
"gue masih sayang sama Clara" jawab Lucas
"kenapa tidak kau utarakan perasaan lo itu" tanya Bara lagi
"udah ka, ini hanya permainan. jangan dianggap serius lah" ucap Clara
"Bar, gue balik dulu ya" ucap Lucas mengalihkan perhatian.
"besok main lagi ya. kesini jam 2 siang" ucap Bara
****Keesokan harinya****
Pagi-pagi sekali ayah, ibu, kak Bara, Dave dan Steve pergi. Katanya siang nanti mereka sudah kembali.
tok...tok..tok..
Terdengar suara orang yang mengetuk pintu, aku membuka pintu rumah dan ternyata Lucas sudah datang.
"Clara" sapa Lucas
"kak Bara sudah pergi dari pagi" ucapku
"iya, aku sudah tau. Tadi Bara whatsapp aku, dia bilang kamu sendirian dan aku harus menemanimu selama 2 hari" ucap Lucas
__ADS_1
"2 hari???" tanya Clara
"iya, memang mereka tidak kasih tau kamu ya.. mereka mau kemana dan berapa lama" tanya Lucas
"tidak" jawab Clara singkat
"wah parah banget si Bara... Ninggalin gadis cantik sendirian, kalau terjadi apa-apa gimana coba" ucap Lucas
"yaudah lah.... udah terjadi... Lagian mereka udah ninggalin aku dari pagi" ucap Clara
"kamu mau makan apa sekarang?" tanya Lucas
"apa aja terserah kakak" jawab Clara
"yaudah aku pergi beli dulu" ucap Lucas
"Clara boleh ikut gak kak?" tanya Clara
"boleh kok Clara.... ayo" ajak Lucas
"Clara mau kesana dulu ya kak" ucap Clara
"aku temenin ya" pinta Lucas
"gak usah kak, nanti kelamaan pesan makanannya" jawab Clara
"gapapa kok" ucap Lucas
"kak, lihat bioskop sebentar ya" ucap Clara
"ada yang mau kamu tonton sekarang" tanya Lucas
"sepertinya film ini bagus ya Clara.... Gimana kalau kita nonton" ajak Lucas
"gak usah kak, aku cuma mau lihat aja kok" ucap Clara
"mbak, saya pesan 2 tiket untuk film 99 cahaya di langit eropa ya mbak" ucap Lucas
"mau di bangku nomer berapa mas?" tanya Sita sang penjaga kasir bioskop
"nomer 4D dan 5D ya mbak" jawab Lucas
"oke mas... Sudah saya tandain.. Totalnya 60.000 ya mas" ucap Sita
"ini mbak" ucap Lucas sambil mengeluarkan selembar uang seratus ribuan.
"ini mas kembaliannya" ucap Sita sambil memberikan uang kembalian pada Lucas.
Karena waktu pemesanan dan waktu pemutaran film hanya berjarak 10 menit. Clara dan Lucas menunggu di dalam.
Pengumuman pintu teater sudah di buka terdengar. Lucas dan Clara bergegas memasuki pintu teater 2 untuk menonton film 99 cahaya di langit Eropa. Lucas mencari nomer bangkunya. Lalu mereka pun duduk menikmati film dengan tenang.
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat. Rembulan sudah menampakkan sinarnya. Lucas dan Clara pun kembali ke rumah Clara.
Clara membuka pintu dan mendapati rumahnya masih saja kosong ternyata benar kalau keluarganya pergi menginap malam ini. Clara sendirian di rumah.
"mau aku temenin di rumah?" Lucas menawari diri
"tidak perlu kak... Aku berani sendirian kok" ucap Clara penuh keraguan.
__ADS_1
"Mana tega aku ninggalin gadis cantik sendirian.... Udah tenang aja kamu di kamar, aku tidur di sofa atas... Biar gampang kalau kamu perlu bantuanku" ucap Lucas.
"makasih ya kak" ucap Clara
Clara masuk ke dalam kamar tanpa bicara sepatah katapun lalu Lucas juga terdiam terpaku.
Malam semakin larut, hujan di serta petir yang menggelegar kemana-mana membuat Clara takut berada di kamar sendirian.
"kak Lucas.... Clara takut sendirian kak" ucap Clara
"Clara mau tidur di sini?" tanya Lucas.
"iya kak" jawab Clara
"kamu tidur di kamar aja... Aku juga tidur di kamar kamu... Kamu di atas kasur,, aku di bawah... Gak baik perempuan tidur di luar" ucap Lucas sambil memindahkan bantalnya menuju kamar Clara.
"makasih ya kak, sudah mau nemenin Clara" ucap Clara
"gak usah bilang terimakasih memang udah kewajiban ku" jawab Lucas.
Sinar mentari pagi masuk melalui jendela menembus kain gorden dalam kamar Clara. Hari sudah mulai pagi, matahari tampak bersinar dengan teriknya. Membangunkan dua insan yang sedang tertidur.
"selamat pagi Clara" ucap Lucas
"selamat pagi kak" ucap Clara
"hari ini mau kemana kita?" tanya Lucas
"di rumah aja ya kak" ucap Clara
Clara dan Lucas bersama-sama bebenah seisi rumah. Tanpa terasa hari sudah siang. Clara pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian. Lucas juga melakukan hal yang sama.
Setelah Lucas dan Clara selesai mandi dan makan siang sudah terhidang di meja makan. Seluruh keluarga pulang kembali ke rumah yang sudah bersih dan harum.
"Wah... Ada angin apa nih... Clara bisa bersihin rumah" goda Bara
"Efek kita tinggal sepertinya" ucap Dave menambahkan
"Aku di bantu sama kak Lucas kok untuk bersihin rumah" jawab Clara
"lo nginep semalem Cas?" tanya Bara
"Iya Bar.. Sorry ya... Gak tega gue ninggalin ade lo sendirian" ucap Lucas
"iya gapapa" ucap Bara
"Berhubung lo dan keluarga udah pulang.. Gue juga mau pulang ya Bar" ucap Lucas
"Buru-buru amat lo... Yaudah deh... Besok ketemu di sekolah ya... Makasih loh udah jagain ade gue yang manja" ucap Bara.
"Gak enak gue kalau kelamaan disini... Gak usah pake makasih gue ikhlas jagain ade lo.... Ade lo gak manja kok kemarin" ucap Lucas
"Ah masa... Clara bisa gak manja... palingan dia jaim aja sama lo" goda Bara
"yaudah ya gue balik dulu" pamit Lucas
Setelah seluruh keluarga berkumpul kembali di rumah Lucas pamit pulang. Terlihat raut wajah sedih di wajah Clara yang berusaha ia tutupi.
Namun tak bisa juga ia tutupi. Bara , Steve dan Dave yang mengetahui kesedihan Clara mencoba menggoda Clara sampai Clara menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Bersambung...