Cinta Sejati

Cinta Sejati
PERPISAHAN


__ADS_3

Hari ini merupakan kelulusan untuk Bara, Zevan dan Lucas. Merupakan hari terakhir pula untuk Clara bertemu dengan Lucas.


Lucas dan Zevan harus menyusul ayah mereka ke negri sakura, Jepang. Awalnya Lucas tidak ingin berangkat ke Jepang. Namun karena terjadi suatu hal, ia akhirnya berangkat juga. Meski ia sangat berat untuk meninggalkan gadis yang ia sukai.


"Zevan.... Kak Lucas.... Selamat ya atas kelulusan kalian" ucap Clara


"makasih ya Clara" ucap Zevan


"makasih Clara sudah datang di acara kelulusan kami" ucap Lucas


"Clara kesini kan karna kakaknya juga hari ini lulus sekolah" ucap Bara dari kejauhan.


"aku denger kalian akan pindah ke Jepang ya" tanya Clara


"Iya... Ayah meminta kami melanjutkan SMA di sana" jawab Zevan.


"Kapan kalian berangkat?" tanya Clara.


"Lusa kami akan terbang" jawab Zevan.


"Cas... lo kok diem aja jawab tuh pertanyaan Clara" ucap Zevan lagi


"ehh.... Emang Clara nanya sama gue ya" jawab Lucas


"hehehe... Kak Lucas bengong aja sih" ucap Clara


"gue rasa ni anak berat ninggalin lo deh Clara" ucap Zevan


"ah ga mungkin Zevan.... Aku juga bukan siapa-siapa dia... Lo kali yang berat ninggalin gue" ucap Clara


"bisa aja lo... Emang sih berat ninggalin mantan terindah yang lagi di gantungin sama sodara sendiri" ucap Zevan.


"Udah selesai ngobrolnya? Ayo kita ke dalam acara pelepasnnya mau di mulai" ucap Bara.


"Aku masuk dulu ya Clara" ucap Lucas


"Akhirnya tu anak ngomong juga. hahaha.." ucap Zevan dengan tertawa kecil.


Bara merangkul Zevan dan Lucas menuju ke ruangan untuk perpisahan. Di dalam terlihat raut wajah Lucas yang memendam rasa sedih yang teramat dalam.


"Sebelum buat keputusan ke Jepang bareng gue.... Ada baiknya lo nyatakan cinta dulu ke Clara... Biar lo gak nerka-nerka tentang perasaan dia" ucap Zevan


"Masa abis nembak langsung gue tinggal... Kan gak enak" jawab Lucas


"Jadi lo mau nyimpen perasaan lo sendirian sampai kapan?" tanya Zevan


"Clara memang pernah jadi pacar gue... Tapi hatinya gak bisa milik gue... Gue rasa dia punya perasaan yang sama kaya lo" ucap Zevan.


"Apa bisa gue batal ke jepang,,, setelah tau perasaan Clara" ucap Lucas


"bisa aja" jawab Zevan


"benarkah? Apa ayah mengizinkan gue tetap tinggal disini?" tanya Lucas lagi


"lebih baik hubungi Ayah dulu" ucap Zevan.


------Di rumah Clara----


"Ayo Lucas malam ini bermalam disini.. Lusa kan lo udah pergi" ucap Bara


"Kak Lucas...." ucap Clara


"Clara... Malam ini boleh kan aku menginap di sini?" tanya Lucas


"boleh kok kak... Tapi Clara sekarang harus pergi dulu ada urusan sebentar" ucap Clara


"Mau aku antar" ucap Lucas


"gak perlu kak, aku bisa sendiri.... Kak Bara, Clara pamit sebentar ya" ucap Clara.


"Di temenin sama Lucas ya" ucap Bara


"tapi kak..." ucap.Clara


"kalau Clara keberatan... Gue ga masalah gak anter dia kok" ucap Lucas


"Lo gimana sih Cas... Katanya mau dapetin ade gue... Di kasih kesempatan malah nolak" ucap Bara


"Jadi kak Lucas mau nemenin aku apa enggak nih... Buruan kak, nanti telat" ucap Clara


"Iya... Aku antar" ucap Lucas sambil berjalan mengikuti Clara.


Clara pergi menemui Ratih, sahabat penanya selama setahun ini. Ratih mencuri pandang ke arah Lucas. Lucas yang selalu cuek tidak merespon Ratih.

__ADS_1


"Clara... Itu siapa? Manis banget" tanya Ratih


"Ini kak Lucas.. Dia..." belum sempat Clara menyelesaikan ucapannya Lucas sudah memotong.


"Saya pacarnya Clara" Lucas memperkenalkan dirinya pada Ratih.


Clara tersenyum melihat Lucas... Seolah Lucas paham betul kalau Clara telah cemburu melihat Ratih yang tebar pesona pada Lucas dari awal pertemuan.


Lucas meninggalkan Clara dan Ratih yang sedang asyik mengobrol. Setelah puas Clara dan Ratih bincang-bincang. Ratih di jemput dengan seorang pria yang tak terlalu tinggi. Ratih pun pamit, Lucas yang melihat Ratih pergi langsung menghampiri Clara.


"Ayo kita pulang" ajak Lucas


"Kak... Soal tadi terimakasih ya" ucap Clara


"Maaf ya tadi... Ga seharusnya aku ngomong kalau aku itu pacar kamu" ucap Lucas


"Ratih emang sedikit genit kak.. Aku tau kakak risih liatnya... Jadi kakak bilang kalau aku pacar kakak deh" ucap Clara


Lucas terdiam melihat Clara. Dari raut wajahnya penuh dengan pertanyaan. Satu sisi ia ingin menyatakan cintanya. Di sisi lain ia gak mau meninggalkan Clara setelah tau perasaan Clara.


"Kak.. Kita jalan dulu yuk.. Mumpung lagi di luar... Sekalian perpisahan sebelum kakak ke Jepang" ajak Clara


"Clara... Ada yang mau aku omongin" ucap Lucas


"Ngomong aja kak" ucap Clara


"Clara... Kamu masih ingat perkataan ku tempo hari?" tanya Lucas


"Masih kak" ucap Clara


"Sampai saat ini perasaanku sama kamu masih sama bahkan rasa sayang dan cintaku ke kamu bertambah. Aku ingin mengutarakan perasaanku sama kamu. Aku juga ingin tau bagaimana perasaan kamu ke aku" ucap Lucas


"hahaha.... Akhirnya ya kak... Kak mengutarakan perasaan kakak duluan ke aku.. Aku juga udah lama punya perasaan sama kakak jauh sebelum aku pacaran sama Zevan. Bahkan saat aku pacaran sama Zevan, yang aku pikirin cuma kakak. Padahal pacar aku kan Zevan" ucap Clara


"Jadi... kamu juga suka sama aku" tanya Lucas lagi.


"Iya kak... Akhirnya aku lega udah ngasih tau perasaanku ke kakak sebelum kakak pergi... Aku sayang sama kakak.." ucap Clara


"Clara... Terimakasih sudah membalas perasaanku... Rasanya aku ingin sekali memilikimu... Tapi aku tidak tega kalau harus menjalin hubungan jarak jauh" ucap Lucas


"Kenapa enggak bisa kak? Kan kita punya ponsel pintar,, bisa video call tiap hari" ucap Clara


Lucas memeluk Clara dengan erat sebagai ungkapan rasa senangnya. Karena perasaan yang selama ini ia pendam terbalaskan.


"Aku mau kak" jawab Clara


"Ayo habiskan hari ini sebagai kencan pertama kita" ucap Lucas.


Lucas dan Clara menghabiskan hari dengan menonton bioskop, makan bersama dan terakhir mereka melakukan foto studio sebagai kenangan ketika Lucas pergi ke Jepang.


"Di Jepang sana pasti banyak perempuan yang cantik ya kak" ucap Clara


"Iya.. Perempuan disana sangat cantik dan manis" jawab Lucas


"Pasti disana kakak tergoda untuk berpacaran dengan salah satu diantara mereka" ucap Clara


"Apa kamu cemburu?" goda Lucas


"Siapa yang cemburu? Aku hanya menerka aja kak" ucap Clara


"Tenang aja sayang... Secantik apapun wanita lain disana... Hatiku hanya milik kamu seorang" ucap Lucas sambil menggenggam erat tangan Clara


"Ah gombal nih" ucap Clara dengan melepaskan tangannya.


"Udah yuk kita pulang. Kak Bara pasti cemas" ajak Clara


"Oke sayang" jawab Lucas


Bara menunggu kepulangan adik perempuan satu-satunya di depan teras rumah. Bara melihat Lucas turun dari mobil dan menjemput Clara dan mereka saling berpegangan tangan.


"Apa yang terjadi? Kenapa kalian lama sekali?" tanya Bara


"Kak Bara... Bolehkan aku jadi adik iparmu" ucap Lucas


"Lucas" Clara dan Bara terkejut dengan pernyataan Lucas


"Gue udah pacaran sama adikmu kak" ucap Lucas


"Beneran?" tanya Bara


"Iya Bar... Tadi siang Clara nerima cinta gue, kita resmi pacaran dan langsung kencan pertama" ucap Lucas


"Akhirnya berani juga ungkapin perasaan sama Clara" ucap Bara.

__ADS_1


"Kak... Clara mau mandi dulu ya... Lengket gak enak" ucap Clara


"sini aja Cas... Gak usah ikut ade gue mandi" goda Bara


"Siapa yang mau mandi sih Bar.. Gue cuma mau duduk aja" ucap Lucas.


"Gue kira lu jadian sama Clara pas gue dan keluarga ninggalin lu berdua... Ternyata kalian belum jadian" ucap Bara


"Gue takut Clara nolak cinta gue Bar. Padahal kemarin gue tidur di kamar Clara pas kita cuma berdua loh" ucap Lucas


"eh... Beneran lu tidur di kamar Clara" tanya Bara


"Iya Bar... Clara yang minta gue tidur di sana... Soalnya malem itu hujan petir, Clara takut... Tenang.. Gue tidur di lantai kok.. Gak seranjang sama Clara" ucap Lucas


"Mana gue tau lu bohong apa enggak" ucap Bara


"Tanya aja Clara kalau gak percaya" ucap Lucas.


Lucas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket karena keringat. Selesai mandi seperti biasa Lucas berkumpul bersama kakak dan adiknya Clara di ruang TV di atas.


Hari semakin larut, Steve dan Dave udah masuk ke dalam kamar. Tinggal Bara, Clara dan Lucas.


"Cas... Malam ini kita begadang yok.. Nantinya lo gak bakal bisa nginep lagi kalo udah di Jepang" ucap Bara.


"Iya Bar.... gue nginep malem ini... Apalagi gue baru jadian... hehehe" ucap Lucas.


"Clara gak bisa nemenin kakak soalnya banyak tugas buat besok" ucap Clara


"di sini aja ngerjainnya... Aku bantuin..." ucap Lucas


"bener nih kak" ucap Clara


"Iya" jawab Lucas.


Clara ke kamar untuk mengambil buku IPA dan mengerjakannya bersama. Bara pun akhirnya masuk ke dalam kamarnya.


"Clara... Maaf ya" ucap Lucas


"Maaf untuk apa kak?" tanya Clara


"Kita baru pacaran tapi aku besok harus terbang ke Jepang" ucap Lucas


"gapapa kok kak" jawab Clara.


"Clara... Terimakasih untuk hari ini... Akhirnya aku bisa mendapatkan cintamu sebelum keberangkatan" ucap Lucas


"Andai kakak berani mengungkapkan sejak awal, pasti kita sudah menjalin hubungan lama" ucap Clara


"hehehe... Maaf ya sayang" ucap Lucas


"iya sayang... Kamu istirahat gih... Besok kan kamu terbang" ucap Clara


"Aku masih mau di samping pacarku" goda Lucas


"Tidur kak.. Udah larut" ucap Clara


"yaudah aku tidur dulu ya" ucap Lucas


"Selamat tidur sayang" ucap Clara


"Iya sayang... Kamu juga ya" ucap Lucas.


Malam terasa sangat panjang. Besok merupakan hari perpisahan untuk Lucas dan Clara. Lucas harus terbang ke Jepang sesuai permintaan sang ayah.


Pagi yang cerah untuk sebuah perpisahan. Seperti biasa aku sibuk bersiap untuk sekolah. Ku lihat Lucas sudah rapih dengan stelan kemeja, jas, celana panjang berwarna biru dongker yang di padukan dengan sepatu kulit berwarna hitam.


"sudah siap tuan putri" ucap Lucas


"kamu mau kemana, pagi-pagi sudah rapih" tanya Clara


"aku mau nganterin pacarku berangkat sekolah" ucap Lucas


"ah... kamu ini... Jangan memberikan kesan indah untuk sebuah perpisahan" ucap Clara


"Aku cuma mau nganterin kamu aja kok sayang... Apa kamu tidak mau aku antar ya" ucap Lucas


"tidak... bukan begitu... Hanya saja mungkin nanti aku gak sanggup pisah sama kamu" ucap Clara


"Clara sayang... Tunggu aku ya hingga selesai study... Aku ingin melamarmu.. Mau kan kamu menungguku dan bersedia jadi istriku nanti" ucap Lucas


"Aku di sini akan selalu menunggumu sayang" ucap Clara.


Clara memeluk erat Lucas sebagai tanda perpisahan. Terlihat dari raut wajah keduanya yang sangat sedih dengan perpisahan ini. Clara masuk ke sekolah dan Lucas pun terbang menuju Jepang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2