Cinta Sejati

Cinta Sejati
Niko kesal


__ADS_3

saat ini.


agar tidak terjadi kesalahan lagi, tuan besar memastikan kekhawatiran nya. setelah perijinan dan syarat sudah di kantongi, ia dan Niko menjalani tes DNA.


di rumah sakit, Niko tidak mengerti kenapa dia harus di bawa kesini. padahal ia merasa badannya sehat sehat saja. memang Niko belum diberitahukan akan hal ini.


"kalian kenapa bawa saya kesini?" tanya Niko sedikit kesal. Niko walaupun jahat masih tau batasan tutur kata pada orang yang seumuran orang tuanya.


"nanti aku bicarakan, tapi setelah ini." tuan besar menjelaskan. Niko lantas menjalani serangkaian tes DNA, tanpa banyak bicara.


setelah semua selesai dan menunggu hasil.


"ada yang ingin aku bicarakan empat mata denganmu, kita duduk disini." tuan besar memberi perintah.


"apa yang ingin anda bicarakan? katakan jangan lama lama." Niko terlanjur kesal karena yang sedang bicara dengannya adalah ayah dari orang yang dia tidak suka. dan Niko tidak bodoh, ia sedikit mengerti apa yang dialaminya sekarang.


"kau kenal shopia?"


"banyak shopia di dunia ini." jawabnya malas, namun otaknya mengarah mungkin shopia ibunya.


"wanita yang merawatmu saat masih bayi."


Niko tersentak kaget, merawat? berarti dia bukanlah ibu kandung. tadinya ia berfikir tuan besar berselingkuh dengan ibunya.


"apa maksud anda merawat?"


"shopia adalah wanita yang di bayar untuk membesarkan janin hasil ivf, satu pasangan menitipkan pada rahimnya. itu semua terjadi karena rasa putus asa yang menyerang pada pasangan itu." tuan besar menghela nafas.


"tapi, takdir berkata lain. shopia malah pergi jauh tanpa kabar. uang pun juga di bawa olehnya. orang inilah yang telah membantu wanita itu untuk melarikan diri." tuan besar menunjuk pak Riki yang sudah pias merasa bersalah.


"setelah pencarian dilakukan dan hasilnya nihil, keajaiban datang. istri dari pasangan itu berhasil mengandung. kandungannya kuat sampai melahirkan."


"Niko, jika nanti hasilnya benar. bayi itu adalah kamu. pasangan itu adalah aku dan istrikku, dan lelaki lemah yang kau benci itu adalah adikmu."


wajah Niko sudah memerah, mengetahui kebenarannya.


"kita lihat nanti saja hasilnya."Niko berucap, hati Niko berkecamuk. ingin rasa nya ia mengamuk di tempat ini.


Niko lantas menghampiri penjaga agar tangannya di borgol kembali. dan meminta untuk kembali ke tempatnya. ia ingin menghindari kekacauan di rumah sakit.


tuan besar membiarkan.


.........


di rumah utama.


Rianti memandangi punggung satria yang sedang menggendong dion. hatinya bergemuruh. ia ingin waktu berjalan lambat.


"sayang, kemarilah."


satria memanggil. menyadarkan dari lamunan.


Rianti mendekat dan dion kini sudah berpindah tempat dalam gendongan Rianti.


"papah ke ruang kerja dulu ya nak. ada urusan yang harus di bereskan. nanti kita main lagi."


"iya papah." Rianti yang menjawab.


"sayang, mulai besok aku sudah pergi ke kantor. kamu gak apa apa kan kalau aku tinggal?." bibirnya sudah menyentuh pipi.


"iya sayang, jangan khawatir aku kan disini ga sendirian." Rianti meyakinkan.


sekarang kecupan hangat beralih pada Dion.

__ADS_1


"aku tinggal dulu sebentar."


"iya papah, hati hati." Rianti tergelak mendengar kalimatnya sendiri disusul senyuman Dion. makin memberatkan langkah satria.


satria pergi ke ruang kerjanya yang berada di dalam rumah utama. tapi sudah akan seperti keluar jauh saja drama perpisahan mereka.


"Rianti, kau ikut denganku." akhirnya menyerah.


hah


"iya sayang, sebentar ya aku mau ambil persiapan dulu." Rianti terkekeh dalam hati. masih melanjutkan dramanya. seperti sudah biasa dengan sifat dan kehidupan satria.


di dalam ruang kerja yang masih di dalam rumah utama.


satria duduk di kursi kebesaran, matanya fokus melihat berkas yang tadi pagi diantar oleh Marcel. semenjak Rianti lahiran, Marcel lah yang seperti orang paling sibuk di dunia. di tambah lagi tuan besar yang tidak bisa memback up satria karena hal yang begitu besar.


Rianti bersenda gurau dengan Dion, tiba tiba ide video call ayah dan ibu Rianti muncul.


"sayang, aku ijin untuk video call orang tuaku ya, tadi Dion bilang kalau dia ingin menyapa mereka."


"silahkan. eh apa katamu tadi? benarkah Dion berkata seperti itu?."


"iya sayang."


"yaudah, sekalian kamu ajak mertuaku untuk datang kesini "


"ok sayang."


mau tidak ya mereka kesini lagi, mengingat kemarin ijin pulang malah terjebak disini hahaha.


panggilan sedang menunggu jawaban. tak lama berselang, panggilannya pun di angkat.


mereka terlibat obrolan yang panjang, orang tua Rianti senang sekali mendengar kabar kelahiran cucunya. mereka menyapa Dion yang sedang memainkan air liur.


Dion sangat menggemaskan.


"hehehe maaf, ini Rianti bilang."


"iya, tapi udah kelewat lumayan lama."


"oh iya, bapak sama emak di undang satria untuk datang kesini"


oh no..


"ok siap meluncur, tapi nanti ya kalau cuti lagi bapak."


"apa Rianti dan keluarga aja yang kesitu?"


satria langsung menoleh.


.........


hubungan keluarga kecil yang sangat manis, terlihat jelas pada kehidupan rumah tangga satria. akankah masih sama manisnya, ketika mereka tahu bahwa Niko adalah kakak dari satria?


hasil tes sudah keluar, tuan besar beserta Niko sudah mengetahui hasilnya. benar, 99% hasil sama. Niko adalah anak tuan dan nyonya besar.


tuan besar membebaskan Niko dari penjara, ia memeluknya namun Niko menepis. Niko masih belum terima.


kenapa saat dia hilang, tidak ada pencarian berarti. sekelas pemilik kerajaan bisnis Artha grup tidak bisa menemukan dirinya. niat mencari ataukah tidak?


"maafkan papah nak" tuan besar memohon dengan wajah teduh. air matanya sudah membendung di pelupuk mata.


"aarrgghh" Niko melempar benda yang ada di depannya. sebagai bentuk luapan kekecewaan. semua itu hanya dibiarkan oleh tuan besar.

__ADS_1


"papah mengerti keadaanmu, papah tidak memaksa kamu untuk menerima semua ini sekarang. papah cuma ingin katakan, satria adalah adik kandungmu kalian sedarah. dan Rianti orang yang kamu cintai, adalah adik iparmu."


Niko semakin geram.


sementara itu di waktu yang bersamaan


Dion menangis tak henti tidak seperti biasa, semua orang kebingungan. nyonya besar dengan sigap menenangkan Dion, dengan perlahan Dion pun terlelap.


sebelumnya, satria dan Rianti tidak dapat menenangkannya.


"malam ini, Dion menginap di kamar mamah ya." pinta nyonya besar. matanya memohon.


satria dan Rianti saling melirik.


"iya mah." satria menjawab


"tapi mah, nanti kalau Dion malam ingin minum ASI gimana?" Rianti khawatir.


nyonya besar ingin menjawab, tapi tak enak hati. ia ingin mengingatkan kalau ASI Rianti hanya produksi beberapa hari setelah melahirkan. setelah itu sudah berhenti.


"sayang..." satria membisikan sesuatu. yang membuat Rianti tersadar.


ya ampun, aku lupa.


"maaf mah aku lupa hehehe." Rianti tertawa mengusir kecanggungan. setelah itu mereka memasuki kamar masing masing.


nyonya besar menoleh ke belakang, satria pun sama tapi tidak dengan Rianti. pandangan mereka bertemu dan satria memberikan kode terimakasih atas keberhasilan rencana mereka. Rianti melupakan bahwa satria dan ibunya satu komplotan dari jaman dahulu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.bersambung...


netizen : Thor?


author : apa?


netizen : Thor?


author : NGAPAH?

__ADS_1


Netizen : jangan lupa bahagia 💕


author : 😅


__ADS_2