
“Besok pagi-pagi kita pergi, sekalian olah raga. Tidak jauh kok dari sini . Besok malam acara pertunjukkan Fashion Shownya, kamu masih punya waktu, untuk bersantai. Biarkan otak kamu akan refreshing sedikit,” ujar Sinta.
*
Saat jam dua belas malam waktu di Paris-Prancis, maka jam delapan pagi di Jakarta- Indonesia, perkiraan perbedaan waktu kira-kira delapan jam.
Setelah aku hitung-hitung waktunya aku memutuskan menelepon ayah dan Damar, menelepon dengan panggilan video call.
Benar saja, saat itu Jakarta waktu pagi, aku pikir Damar dan Jeny di rumah, karena hari Minggu.
“Halo Rin, kamu lagi di mana toh Neng, kok gelap,” ucap Ayah tampak bingung .
“Di balkon apartemen Sinta Yah, kalau di sini malam, di situ pagi Yah, beda waktu. Ayah apa kabar?” tanyaku mengarahkan kamera ponselku ke arah lampu, biar ayah bisa lihat jelas.
“Baik Neng, tapi Jeny …”
“Kenapa Jeny Yah? Tadi malam mantan suamimu dan ibunya datang ke sini, Damar memintanya pergi karena ia memaksa ingin bicara dengan kamu, bicara sendiri saja deh sama putrimu .... Damar tidak ada, lagi olah raga pagi sama teman-temannya,” ujar ayah mengantar teleponnya ke kamar Jeny.
Aku menarik napas panjang kalau sudah bicara dengan Jeny, pasti ada sesuatu.
‘Drama apa lagi sekarang’ ucapku dalam hati.
“Ibu ….!”
Belum juga bicara, tetapi sudah menangis duluan, ia menumpahkan air matanya satu ember, aku harus menunggunya sampai dia selesai menangis dulu baru bicara.
“Ada apa Dek?” tanyaku setelah ia berhenti menangis.
“Aa, mengusir ayah dari sini, kasihan ayah, Bu”
Dia mulai menceritakan kalau Damar mengusir Dimas ayah mereka, karena memaksa masuk ingin bicara denganku.
Setelah mendengar dia bicara panjang lebar, ujung-ujungnya membuat kepalaku bertambah migran. Bagaimana tidak ....?
Jeny memintaku rujuk lagi sama ayah mereka, karena ayahnya sudah bercerai lagi dengan istrinya.
“Jen, tidak bisa seperti itu, Ibu kan, masih istri ayah Haikal,” ucapku lembut.
“Cerai saja Bu, balikin saja sama ayah, biar kita kembali kayak dulu lagi,” ucapnya sesenggukan.
“Aduh Dek, kasih ke kakek saja deh. Ibu sakit kepalanya, jadinya,” ucapku memijit kepalaku yang semakin mumet. Ia memajukan bibirnya jadi monyong, lalu mengantar ponselnya ke ayahku.
*
“Aduh, aku pusing Yah, Damar minta aku balikan sama Mas Virto, Jeny minta aku balikan sama Dimas dan Haikal memintaku untuk bertemu dengan Farel ayahnya. Aku pusing Yah,” ucapku mengeluh sama ayahku.
“Neng, kamu sudah seperti judul novel yang ayah baca; Satu bunga tiga kumbang” ujar ayah tertawa terkekeh.
__ADS_1
Tidak biasanya ayahku tertawa bercanda seperti itu, biasanya beliau selalu bicara serius.
“Kok di samain kayak bunga sih, Yah? Ini Putrimu lagi pusing Yah, ketiga lelaki ini membuat hidup putrimu susah,” ucapku sewot.
“Resiko orang cantik Nak, syukuri saja Yang penting kamu iya banyak berserah sama Gusti Allah,” ujarnya lagi.
“Iya Ayah, doain Ririn saja Yah. Tetapi, apa Ayah tahu, kalau Virto datang ke sini?”
“Iya Ayah tahu, Damar yang kasih tahu”
“Dia sakit keras Yah, Jantungnya bocor dan sudah sangat rusak, aku bingung Yah, dia minta aku menemaninya untuk terakhir kalinya, aku kasihan padanya”
“Lakukan saja Nak, dia hanya ingin meminta maaf pada orang-orang yang pernah dekat dengannya. Belakangan ini juga, dia juga sering datang ke rumah membawa makanan dan membeli pakaian untuk Damar dan Jeny. Mereka berdua sudah seperti anak kandungnya, sama ayah juga dia meminta maaf, karena pernah menyakitimu”
“Apa yang harus aku lakukan Yah, padahal posisiku saat ini, masih istri Farel”
“Temanin saja dia Nak, tetapi seperti yang kamu bilang tadi. Perginya rame-rame saja, biar tidak jadi menimbulkan fitnah, jika Farel melihat kamu bisa menjelaskannya. Jalan sama lelaki lain kalau bukan suami, memang salah Nak, tetapi jika kalian pergi rame-rame beda lagi ceritanya,"ucap ayahku.
“Terimakasih Yah, akhirnya aku dapat pencerahan, tadinya Ririn bingung,” ucapku sedikit mendapat angin segar dari ayah.
“Tidak apa-apa pergilah Nak. Selesaikan urusanmu satu-satu, jangan pikirkan tentang Dimas dan mantan Ibu mertuamu, biar ayah yang mengurusnya”
“ Baik Yah, tapi, Jangan menemui ibu mertuaku, gak usah dekat-dekat dengannya, dia wanita yang sangat licik,” ucapku.
“Iya justru itu, Damar marah pada ayahnya, sudah dibilang … kalau kamu tidak ada, malah wanita itu memaksa bilang ingin bertemu, memaksa meminta alamat kamu dan meminta nomor ponsel kamu. Damar sudah membujuk dan bicara baik-baik, tetapi tetap saja memaksa. Jadi, ia meminta satpam mengusir neneknya karena membuat keributan, bukan sekali datang ke rumah, sudah berkali-kali. Tetapi Jeny salah paham sama Aanya, dia bilang Aanya anak durhaka”
“Iya untungnya Damar lebih sabar menghadapi adiknya. Dimas dan ibunya memintamu, untuk rujuk lagi dan Jeny setuju, tetapi aku dan Damar bilang kalau kamu sudah menikah, tetapi ibunya malah meminta alamat kamu di Taiwan, dia meminta Dimas untuk menjemput kamu ke sana”
“Dasar orang gila memang Dimas, sudah Yah, jangan tanggapi,”ucapku.
“Iya Ayah juga tidak ingin kamu balikkan dengannya Nak. Kalau di suruh memilih ketiga kumbang ini ayah akan memilih si kumbang si Virto,” ujar ayah bercanda lagi.
Setelah bicara panjang lebar dengan ayah, aku menutup teleponnya.
Tetapi siapa sangka, setelah menelepon otakku makin panas, malah semakin runyam, karena mantan suamiku dan ibu mertuaku memintaku untuk rujuk.
“Hadeh hidupku kok rumit begini sih,” ucapku memijit kening yang berdenyut pusing.
“Kenapa lagi Rin?” Sinta keluar dari kamar.
“Mantan ibu mertuaku dan mantan suamiku memintaku rujuk, karena Dimas sudah pisah lagi dengan istrinya”
“Waduh, jadi kamu jadi rebutan tiga pria dong …. Orang cantik mah selalu jadi rebutan, iya, satu hati tiga cinta. Sudah kayak judul si sinetron saja kamu, Rin,” Timpal Sinta.
“Kata ayahku bukan seperti itu; Satu bunga tiga kumbang ,” timpalku lagi
Sinta tertawa.
__ADS_1
“Tetapi apapun yang terjadi sebaiknya si kumbang Virto kita turuti dulu permintaanya,” ujar Sinta tertawa.
“Aduuh ...! Kenapa kalian jadi membahas kumbang sih," ucapku sewot. Aku masuk meninggalkan Sinta .
*
Sehari sebelum acara perhelatan pentas Show yang terbesar di dunia itu di mulai. Aku dan Sinta pagi itu menemani Virto untuk melihat menara yang terkenal di dunia. Menara Eiffel.
Aku juga sengaja mengajak kedua wanita yang di tunjuk Sinta untuk jadi asisten yang akan membantuku di acara nanti.
“Terimakasih Iya Rin, Mbak Sinta, sudah mengajakku ke sini,” ucap Virto, Tubuhnya sedikit lebih kurus, tetapi tidak mengurangi karisma dan ketampanannya, bahkan ke dua wanita karyawan Sinta sangat mengagumi Virto.
“Sama-sama Pak, saya berharap Bapak dan kita semua sehat dan panjang umur,, agar kita bisa datang lagi ke tempat ini,” ucap Sinta.
Virto hanya mengangguk kecil, tatapan matanya tampak kosong, memikirkan banyak hal.
Puas melihat-lihat dari menara indah itu, kami ingin pulang.
“Rin! apa boleh kita berfoto berdua?” tanya Virto penuh harap.
Aku tampak ragu, aku hanya tidak ingin kesalahpahaman lagi, tetapi di sisi lain, aku sangat kasihan melihatnya, ia tampak hidup sendirian di dunia ini, sejak perceraiannya dengan istrinya. Kedua putrinya tidak mau menemuinya.
Sinta mengangguk, ia meminta ponsel dari tangan Virto, lalu mengarahkan kameranya ke kami berdua.
Menjepret beberapa kali, lalu Sinta mengambil ponselnya dan meminta kami berselfie juga.
Menemani Virto jalan-jalan hari itu, akhirnya kesampaian, walau ia bilang sebagai permintaan terakhir. Tetapi aku berharap, ia panjang umur dan mendapat kebahagian.
“Terimakasih Rin, ini ambil. Katanya Damar, ingin jadi polisi, berikan saja kartuku ini padanya, dia akan masuk melalui jalur orang dalam, aku sudah memasukkannya dalam berkas pensiun sebagai anak, nanti setelah dia lulus SMA masukkan saja jadi polisi.
Setelah melihat Fashion show kamu besok, aku akan kembali ke Indonesia,"ucapnya sebelum kami berpisah pagi itu.
Aku hanya mengangguk kecil, tidak tahu harus bicara apa, karena bujukan untuk membawanya ke dokter di tolak. Aku berharap yang terbaik untuknya.
Bersambung …
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT VOTE DAN LIKE IYA,
KASIH BANYAK HADIAH, IYA KAKAK, AGAR Viewer NAIK, AGAR AUTORNYA SEMANGAT UNTUK UPDATE TIAP HARI
“Menikah Dengan Brondong”
Di jamin menghibur kakak semua di situasi saat ini dan ceritanya, menghibur.
Follow ig @sonat.ha dan
Fb Nata
__ADS_1