
Para model profesional bertubuh tinggi dan pemilik tubuh nyaris sempurna itu berjalan melengak- lenggok di atas catwalk, memakai rancangan desainer kenamaan dunia. Pakaian yang mereka pakai seakan-akan di dikhususkan hanya untuk mereka.
Pada pembukaan yang memukau ini, di mulai dari koleksi dari brand terkenal dunia.
Dior nama Dior sediri diambil dari nama perancang busana terkenal yang bernama Christian Dior, seorang perancang busana terkenal yang berasal dari Prancis dan saat ini, butik-butik Dior sudah tersebar di seluruh dunia.
Pembukaan diawali dengan begitu memukau, koleksi rancangan dari Dior sendiri ada puluhan desain, semua rancangannya membuat semua mata terpesona dengan rancangan mereka..
“ Wow …!” ucapku kagum saat puluhan wanita -wanita pemilik tubuh tinggi rata-rata 172 cm itu, berjalan memamerkan rancangan brand kenamaan itu.
Setelah menunggu giliran dengan perasaan tersiksa, tiba juga giliran di rancangan ku akan di pamerkan, aku mendapat nomor antrian angka 30. Tepat di usia yang akan, aku sandang keesokan harinya. Pencapaian yang aku dapat malam ini, akan jadi kado terindah untukku di hari lahirku yang berketepatan besok hari.
Jantung ini berdendang sangat cepat , saat para model bertubuh indah itu mulai berjalan melenggang di atas catwalk sepanjang puluhan meter itu, jika biasanya, catwalk pentas hanya beberapa meter, tetapi kali ini durasinya jalannya lebih panjang, karena banyaknya para tamu undangan dan para penonton yang datang ke dalam ruangan.
Saat para model cantik itu berjalan cantik memperkenalkan karyaku, kedua MC lelaki dan perempuan cantik itu, membacakan biodata diri ini dan di layar monitor berlayar lebar itu, terpampang juga fotoku dan biodata diriku.
Seorang desainer muda
Ririn Wulandari 30 tahun
Asal Indonesia.
Bulu kudukku merinding sesaat, saat melihat pencapaian sampai ke tempat ini, sekelas dunia.
Pada durasi terakhir, aku berjalan bersama para model itu ke depan catwalk sebagai perkenalan si empunya rancangan, tepuk tangan meriah menyambut di depan catwalk dan sesuai arahan tutornya, aku diminta melakukan beberapa pose.
Berjalan layaknya model bersama seorang model cantik untuk memperkenalkan desain yang andalanku.
Saat berdiri depan, mataku tidak sengaja melihat sosok Farel duduk di kursi paling depan, tepatnya di depan catwalk tempat duduk yang biasanya di duduki para pejabat penting dan tamu VVIP.
Matanya menatapku dengan tatapan dalam, sebuah senyum kecil terukir di bibir seksinya. Farel juga duduk bersama beberapa teman dokternya dan beberapa artis duduk sederetan bersamanya.
Teman-temannya tampak menggoda Farel. Seorang dari temannya mencolek Farel dan seakan-akan mengatakan ‘Cie-Cie’ lalu mereka menatapku.
__ADS_1
Tetapi mataku biasa saja, mataku justru sibuk mencari sosok yang lain, aku tidak melihat Virto, aku sedih saat tidak melihatnya di sana, harusnya ia duduk di kursi ViP juga.
‘Kenapa dia tidak datang’ ucapku dalam hati, aku merasa ada bagian dalam hatiku yang tiba-tiba sakit, saat tidak melihatnya. Entah kenapa aku ingin memperlihatkan keberhasilanku ini untuknya.
Aku menghela napas panjang karena merasa sedih, saat aku tidak melihat Virto, tiba-tiba kehilangan semangat. Padahal, aku ingin ucapkan kata terimakasih untuk Farel dan almarhum ibu. Karena mereka berdua lah dulu yang jadi kelinci percobaan, setiap kali aku ingin merancang model pakaian baru.
‘Kamu dimana aku ingin mengucapkan terimakasih untukmu, karena selama ini, kamu selalu bilang suatu saat aku akan menjadi desainer terkenal, dulu aku selalu mengabaikan kata-katamu dan ibu.
Kali ini apa yang kamu katakan kenyataan. Terimakasih’ ucapku dalam hati, wajahku mendung. Tetapi tidak sengaja mata ini melihatnya, ternyata ia duduk di bangku belakang.
Hati ini langsung bersemangat, aku melihatnya mengangkat jempolnya .Pertunjukkan kali ini sagat memuaskan untukku dan aku layak berbangga sedikit pada diri sendiri.
Acara di tutup dengan dengan pertunjukkan dari brand channel yang memukai juga.
*
Setelah acara selesai dan berjalan lancar dan tidak kekurangan apapun, jika banyak peserta lain yang mengalami rintangan.
Walau sudah membawa segala persiapan yang matang dan membawa kru mereka langsung. Tetapi, tidak untukku aku dan Sinta dan kedua asistenku seolah-olah di penuhi keberuntungan kali ini, semua berjalan lancar untuk kami.
Akhirnya selesai juga acara malam ini.
*
Saat semua selesai, aku sengaja menghilang dari jangkauan Farel, membereskan semuanya perlengkapan dan pakaian akan memakan waktu, saat semua orang sibuk berfoto ria dengan semua idola mereka. Aku memilih masuk ke dalam ruangan yang aku pakai.
Baru juga duduk, meletakkan bingkisan bunga yang aku dapat saat di panggung tadi, meletakkannya dia atas meja rias, aku duduk memijit keningku. Aku berpikir setelah acara selesai aku sudah bisa tidur dengan sangat tenang.
Beberapa hari ini , saat tiba di Paris aku merasa tidak pernah tidur karena tidak bisa memejamkan mata banyak hal yang membuat otakku berpikir keras sampai-sampai tidak bisa memejamkan mata.
Saat sedang duduk merentangkan kaki dan membuka sepatu heels sepuluh centi meter itu.
Tiba-tiba Sinta masuk dengan wajah kesal.
__ADS_1
“Ada apa denganmu Rin?” ucapnya memegang erat lenganku dengan wajah greget.
“EH …? Emang ada apa ?”
“Aduh Rin, kenapa sih kamu mencari masalah untuk hidupmu.” ucap Sinta membuatku bingung.
“Aku tidak mengerti, ada apa,’ ucapku menegakkan punggungku.
Saat di panggung tadi, apa yang kamu lakukan? Saat Farel menatapmu dengan bangga dan penuh cinta. Namun kamu boro-boro membalasnya dengan senyuman. Kamu malah cuek bebek, mata kamu, malah sibuk mencari Virto, itu sama saja kamu cari masalah untuk hidupmu, Farel akan menelan mu hidup-hidup,’ ucap Sinta.
“Iya karena aku ingin sekali Virto melihatku, tidak ada niat sedikitpun untuk membuat Farel cemburu atau marah, kalau ia memang melihat Virto. Tetapi semua itu tidak sengaja,” kilahku.
“Rin, aku bingung, apa benar kamu tidak mencintai suami mu lagi?” Sinta menatap wajahku dengan tatapan serius.
“Ini bukan soal cinta Sin, masalahnya aku pura-pura lupa ingatan pada Farel, makanya aku cuek padanya tadi.
Tetapi saat ini, keberhasilanku di panggung aku ingin Virto melihatnya. Farel tidak tahu apa-apa tentang hidupku dan penderitaan ku selama ini …. Tetapi Mas Virto yang sangat mendukungku dulu menjadi desainer.
Kamu tidak tahu bagaimana dulu aku selalu menjahit pakaian untuknya , ia akan rela seragam polisi miliknya terlihat aneh karena aku salah konsep saat menjahitnya , semua tidak pernah jadi masalah untuknya.
Dia selalu mendukungku, bahkan membelikan aku mesin jahit agar aku bisa belajar. Aku berada dipanggung itu, membuatku mengingat semua kebaikannya. Tidak ada niat buat Farel marah ataupun cemburu,” ucapku menghela napas.
Bersambung..
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT VOTE DAN LIKE IYA,
KASIH BANYAK HADIAH, IYA KAKAK, AGAR Viewer NAIK.
Baca juga.
“Menikah Dengan Brondong”
Follow ig sonat.ha dan
__ADS_1
Fb Nata