Cinta Untuk Sang Pelakor

Cinta Untuk Sang Pelakor
Ingin bertemu keluargaku


__ADS_3

Apa yang diinginkan Farel di luar dugaan ku,aku tidak pernah  menduga kalau ayah dari Haikal itu akan meminta tinggal bersama keluargaku. Sebagai seorang istri tentu saja aku merasa sangat senang.


Dia memilih ingin tinggal di rumah keluargaku di satu sisi aku sangat senang. Namun, bagaimana dengan keluarga Farel yang begitu merindukan tinggal bersama Haikal?


“Sayang aku juga ingin kenal keluargamu,” ucap Farel .


“Bukanya aku tidak mau Farel, tetapi Abi, ingin kita pindah ke rumah kamu yang di Jakarta”


Wajah Farel tidak suka mendengar keluarganya aku sebut.


“Biarkan saja masih banyak kok cucunya yang lain,” ujarnya ketus.


“Aku tidak tahu apa yang terjadi antara kamu dan keluarga kamu selama ini, tetapi tidak baik menolak ayah mertua seperti itu,” ucapku.


Wajah itu tiba-tia menjadi sinis, yang terjadi itu; Keluargaku memintaku melupakanmu dan meminta menikahi dr .Alya Lusiana. Namun, aku menolak, bagiku hanya satu wanita yang akan aku nikahi iya itu kamu Ririn! aku percaya pada hatiku dan percaya kamu,” ucap Farel mendengar hal itu, hatiku begitu tersentuh.


“Terimakasih Farel, karena kamu menungguku, terimakasih sudah percaya padaku,” ucapku.


“Maka itu saat mereka semua berbuat begitu padaku, apa  masih pantas, mereka meminta hal itu?”


Aku terdiam kalau sudah seperti itu kejadiannya,  aku pun tidak tahu harus berbuat apa lagi. Pantas saja Farel  tidak suka pada saudaranya selama ini, sekarang aku mengerti.


“Kalau seperti itu kita harus ambil jalan tengahnya saja, kita tidak ke rumah keluargaku dan tidak ke rumah keluargamu,” ucapku pada Farel.


“Baiklah, aku membeli rumah untuk kita bertiga”


*


Farel memang punya watak yang tegas, jika ia bilang tidak maka tidak, setelah  begitu baiknya semua keluarganya memberi dia pengobatan. Tetapi ia menolak ajakan dr. Lesa untuk tinggal bersama ayah mereka.


Kini kami tinggal di rumah baru di Bali.


“Kal, Ayah akan bangun di sini lapangan bola basket untuk kita berdua,” ucapnya bersemangat.

__ADS_1


Haikal melompat-lompat kegirangan, aku memilih masuk ke rumah, melihat wajah sedih dari keluarga Farel  beberapa hari lalu membuatku merasa kasihan pada ayah mertua. Tetapi kalau aku bilang pada Farel ia pasti marah.


Saat kedua ayah dan anak itu menikmati  kebersamaan , aku memilih ke dapur. Farel memperkerjakan dua asisten rumah tangga, jadi aku tidak terlalu repot untuk mengurus urusan rumah tangga. Setelah beberapa lama aku vakum tidak bekerja, aku  naik ke lantai atas, kamar yang aku jadikan untuk menyimpan barang-barangku.


Baru saja aku membuka laptop ingin melihat email masuk, tetapi  Farel  sudah bersandar di tiang pintu dengan  tangan memegang apel.


“Mau apa?” tanya santai.


“Mau mulai bekerja lagi”


“Oh, emang masih ada niat bekerja lagi, kan udah aku yang akan membiayai mu dan Haikal”


“Ini duniaku Pak Farel bukan hanya sekedar ingin mencari uang, tetapi ingin menyalurkan hobby dan bakat”


“OH …,” ucapnya memajukan bibir dan tangannya melihat-lihat pakaian yang aku desain, sesekali alisnya tampak  menyengit saat melihat pakaian yang di gantung.


“Aku lebih suka, kalau aku punya tempat di Jakarta”


“Baiklah, nanti kita akan beli rumah juga di Jakarta kalau aku libur kita akan ke sana,” ucapnya lagi.


“Rin, boleh kamu mengundang keluargamu datang ke rumah kita?”


“Kenapa harus keluargaku, keluargamu jugalah”


“Tidak, aku hanya ingin mengenal ayah mertua dan kedua anakmu”


“Baiklah. Nanti aku akan kabarin ayah”


“Benarkah, kamu mau?”


“Tentu, kamu kan menantu satu-satu ayahku dan aku anak mereka satu-satunya, tentu sangat berharga”


“Baiklah, apa yang aku siapkan?’ ucapnya bersemangat. Farel sangat berubah saat bertemu Haikal, seolah-olah ia ingin berterimakasih pada semua orang yang membantu Haikal di masa lalu. Ia juga sangat takut  jika aku meninggalkannya, makanya ia selalu memanjakan dan menuruti apapun yang aku minta.Tetapi aku tidak ingin terbuai dengan semua itu.

__ADS_1


“Kalau seharusnya dalam adat di keluarga kami, anak dan menantu yang mendatangi rumah orang tuanya dan dibuat acara, karena ayah dan ibu belum mengenal kamu,” kataku.


“Baiklah, lakukan seperti itu ayo kita  menemui keluargamu dan lakukan adat seperti biasanya”


“Kamu yakin mau, karena adatnya lumayan ribet”


“Tidak apa-apa, aku siap dengan segala apapun,” ujarnya dengan yakin.


Sungguh hatiku sagat tersentuh dengan  perubahan sikap Farel, dulu ia sangat takut jika aku tantang bertemu keluargaku, tetapi kali ini ia sudah siap.


“Kemarilah, aku mencintaimu,” ucapku memeluknya.


“Apa? Kamu mengucapkan kata cinta padaku? Ini kata yang paling indah yang pernah aku dengar dari kamu, bisa tolong katakan sekali lagi …”


“Baiklah,aku mencintaimu Farel! Aku mencintaimu ayah Haikal!” kataku lantang.


“Ibu sama ayah lagi ngapain?” tanya Haikal saat Farel ******* bibirku.


“Oh … itu, anu di bibir ibu ada coklat,” ujar Farel gelagapan saat ia kepergok.


“Oh, kalau ada coklat di bibir Ibu harus di cium iya Yah?”


“Iya, iya ayo keluar Ibu lagi sibuk,” ujar Farel mengedipkan matanya ke arahku.


*


Bersambung ….


KASIH BANYAK HADIAH juga  AGAR VIWERS NAIK, AGAR AUTORNYA  SEMANGAT UNTUK UPDATE TIAllP HARI


Baca juga:


“Menikah Dengan Brondong”

__ADS_1


Follow ig sonat.ha dan


Fb Nata


__ADS_2