Cinta Untuk Sang Pelakor

Cinta Untuk Sang Pelakor
Berhenti menghindariku


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan, bagaimana kalau ada orang melihat, aku, sedang jam kerja," ujar ku mendorong tubuhnya sekuat tenaga.


“Aku sudah bilang padamu malam Itu …. RIRIN WULANDARI. Aku akan menemukanmu kemanapun kamu pergi, kamu membuatku sangat marah kali ini”


Tubuhku masih dipepet di dingding, satu tangan Farel menekan kedua lengan ini diatas kepala, satu lagi tangannya mengusap perut ini dengan lembut, ia semakin mempertegas ******* bibirnya, aku menolak, mengalihkan wajahku ke samping. Namun, Farel tidak menghentikannya perbuatannya, kali ini, ia mendaratkan bibirnya cerukan leherku.


“Farel hentikan! Aku bukan Wanita mu yang seenaknya kamu cium dan kamu sentuh, seenak jidatmu!” Bentak Ku marah.


Ia tertawa kecut mendengar ucapan ku, membuatku semakin emosi.


“Menjauh dariku!” teriakku semakin marah, aku sudah mengarahkan seluruh tenaga dalam ku untuk mendorong tubuhnya, tetapi tubuhnya bagai tiang beton, jangankan mundur, bergeser sedikitpun tidak.


"Kemanapun kamu lari jangan harap kamu bisa lepas dariku, aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, aku sudah berjanji pada diriku,, saat kamu menghukum dengan meninggalkanku setelah kamu berjanji menikah denganku, saat itu aku berjanji pada diriku, kalau aku tidak akan melepaskan mu, Ririn. Kamu milikku”


“Aku bukan milik siapapun, tercacat di mana kalau aku milikmu. Ha ....?”


“Akan aku catat di catatan sipil nanti, dia, kamu adalah milikku”


'Dasar, lelaki keras kepala, kamu pikir kamu semudah itu memilikiku’ aku membatin.


Tubuhku masih menempel di dinding balkon hotel, kali ini, satu tanganku menekan bagian dadanya, agar ia tidak menyentuhku lagi.


"Kenapa kamu membuat hidupmu jadi sulit, aku melakukan itu demi kebaikan bersama, kan,"ujar ku


"Kamu mau bilang, kalau kamu mau mencari ayah untuk anakku? Itu tidak akan mungkin sayang …,” ucap santai, melihat sikapnya yang santai, seakan-akan ia menyepelekan ku, ingin rasanya aku menendang buah zakarnya, biar burung tidak hidup sekalian.


"Berhentilah menganggu hidupku, biarkan aku hidup tenang, aku lelah melarikan diri ke sana kemari gara-gara kamu”


“Karena itu … menyerah lah dan menikahlah denganku sesuai perjanjian kita dulu.” Jari tangannya menyentuh bibirku. “Ternyata kamu sangat cantik Ririn, aku baru menyadarinya saat aku melihatmu sedekat ini,” ujarnya menatap wajahku dengan begitu dekat.


“Mundur lah, Pak Dokter, kamu terlalu menekan perutku. Apa kamu ingin menyakitinya”


“Tidak akan, tidak akan pernah , Sayang."


Farel menahan pinggangku dengan kedua tangannya, lalu ia berjongkok mencium perut ini lagi.”Tenang sayang … suatu saat nanti, ibumu akan kita takhlukkan,"bisik ke perutku.


“Farel!? Apa yang kamu lakukan, bagaimana kalau rekan kerjaku melihatmu, menjauuuulah …!” Aku mengertakkan gigi menahan rasa kesal dengan sikap Farel. Aku mendorong keningnya dengan kuat.


“Aku gemas kalau marah, tetapi ngomong-ngomong kamu cantik pakai seragam ini,"ucapannya membuatku semakin jengkel.


“Farel, aku tidak membutuhkan pujian mu, pergilah cari duniamu sendiri, pergilah bersama tunangan mu”


“Tidak ada”

__ADS_1


“Dasar pembohong”


"Dia hanya teman"


Mataku menatap dengan tatapan jengah, aku tidak bisa percaya pada omongan lelaki, dulu juga Mas Virto pertama kali bertemu denganku mengaku sebagai perjaka, ternyata sudah punya anak dan istri.


"Aneh juga iya … berteman zaman sekarang. Mengaku teman, tapi saling mesra" kataku mendorongnya sampai lepas, aku duduk kembali di kursi besi balkon.


"Kamu cemburu?"


"Cemburu? untuk apa? aku merasa kita belum hubungan apa-apa dan tidak mengharapkan apa-apa, Pak Farel"


"Janji tetaplah janji Ibu Ririn, karena beberapa bulan lalu, kamu sudah menulis perjanjian dan kita sudah menandatangani nya." Ia mengeluarkan kertas perjanjian Pra nikah yang kami buat dulu, mulut ini ternganga di buatnya, karena ia masih menyimpannya sedangkan milikku tidak tahu entah kemana rimba nya.


"Itu aku pikir tidak berguna lagi Pak Farel"


"Kenapa tidak, aku tidak akan menikah karena ini,” ujar Farel.


Kepalaku langsung pusing di buatnya karena ia kembali membahas tentang pernikahan yang batal bulan lalu.


"Begini Pak Farel, tujuan kita ingin menikah saat itu, agar aku dan Virto berpisah, kan? saat ini aku sudah membuktikan, aku tidak berhungan dengannya lagi aku sudah melupakan dan sudah jauh darinya, lalu apa yang kamu tuntut lagi dariku?”


“Anakku , Darah daging ku” Farel mengangkat kedua alisnya.


"Aku tidak membiarkan darah daging ku dijaga lelaki lain dan kamu sala tentang Virto. Setelah kamu pergi, Virto mencari mu bahkan ia melayangkan gugatan cerai pada kakakku, karena hal itu juga aku harus tetap mengikat dirimu, dengan pernikahan agar ia bisa melepaskan mu"


"Maaf aku tidak bisa menikah dengan bapak, baiklah, kalau memang sebuah pernikahan, cara, agar Virto melepaskan ku aku akan melakukannya, tetapi tentu dengan pria lain, bukan dengan bapak," ujar ku dengan mantap.


"Kenapa, kenapa kamu begitu membenciku, semua orang pernah melakukan kesalahan, di masa lalu, aku, memang pernah berbuat jahat padamu, aku minta maaf untuk itu, tetapi aku serius ingin menikah denganmu," ujar lelaki, ia berbohong atau jujur aku tidak bisa membedakannya dan aku tida perduli.


"Aku ingin hidup tanpa bayang-bayangan dari masa lalu pak Farel, karena itulah, aku tidak bisa menikah dengan bapak, karena Bapak luka dari masa laluku" kataku berdiri meninggalkannya.


Mengunci pintu dari dalam dengan kunci doubel berharap Farel tidak menganggu ku lagi, shift kerjaku masih ada satu jam lagi, tapi lelaki pengganggu itu mengacaukan semuanya, aku susah payah kabur ke pulau ini, sia-sia saat ia menemukanku lagi.


Kini otak ini terasa panas, tidak tahu harus berbuat apalagi, masa aku harus kabur lagi, tetapi kemana aku harus lari? saat duduk dalam sisi ranjang , tiba-tiba ketukan lagi terdengar dari pintu.


"Iya ....!"


"Saya Same Bu, pak Bayu memintaku memanggil ibu ke bawah karena ada jamuan makan untuk karyawan"


"Katakan pada Pak Bayu, saya kurang enak badan, ingin istirahat"


"Oh, baik bu"

__ADS_1


Lelaki berseragam warna oranye mirip tentara Inggris itu meninggalkan pintu kamarku, aku hanya membukanya sedikit saat bicara dengannya.


Saat malam tiba, aku memilih dalam kamar bahkan untuk makan malam aku tidak keluar dari kamar, karena aku tidak ingin bertemu dengan Farel.


Merebahkan tubuh di ranjang setelah mandi malam dan akhirnya tertidur pulas bablas sampai tengah malam, terbangun karena si kecil di dalam perutku menendang gelisah, karena belum di beri jatah makan.


Jam malam menunjukkan pukul 22.15WIB, sungguh tidak ingin rasanya bertemu Farel. Tetapi perut sudah mulai terasa perih karena lapar.


Mengganti pakaian santai dan turun ke dapur hotel,


"Selamat malam Mbak Rin, kok tadi tidak turun untuk makan malam bersama?' tanya sang koki hotel dengan ramah.


"Aku kurang enak Pak, masuk angin mungkin," ujar ku mencari alasan, mataku menyelidiki semua tempat, berpikir manusia pengganggu itu ada di sana.


" Mau makan apa, biar saya masak?"


"Apa saja pak, nanti dibawa ke kamarku iya pak"


"Ok siap." Lelaki berpakaian koki itu tersenyum kecil.


Aku kembali ke kamar dan memutuskan untuk menunggu di dalam kamar, aku sengaja mengindari Farel.


Tiga puluh menit kemudian;


Tok ...


'Akhirnya makan malam datang, bergegas membuka pintu, tetapi mataku lagi-lagi di buat melongo, karena kelakuan seseorang. Ia berdiri di depan pintu dengan


tangan mengangkat nampan makan malam.


"Kok jadi pak Farel yang bawa?" tanyaku dengan sikap malas.


"Kebetulan aku juga belum makan, tadi ketiduran, ini baru bangun," ucapnya meletakkan nampan makanan."Sini duduk mari makan," pintahnya dengan sikap santai seolah-lah ia tidak punya beban hidup sedikitpun.


‘Hadeeeh manusia menyebalkan sejagat raya’ rutukku dalam hati.


Bersambung …


TEKAN VOTE DAN LIKE


Jangan lupa iya kakak, share kasih review, kasih hadiah …. Agar cerita ini bisa naik level. Terimakasih Kakak. Kalau bisa naik level kita akan update tiga sampai empat bab perhari. Terimakasih salam sehat untuk kita semua.


Jangan lupa follow IG @sonat.ha

__ADS_1


__ADS_2