Cinta Untuk Sang Pelakor

Cinta Untuk Sang Pelakor
Dipaksa Menikah


__ADS_3

“Harusnya kamu memikirkan hal itu, sebelum kamu menjebak ku dan meniduri ku malam itu …!”


Aku berteriak marah padanya. Rasanya aku ingin mencakar-cakar wajah Tampan ya dan menginjak-injak tubuhnya, lalu aku dorong dari lantai apartemen itu sampai tubuh itu hancur dan mati bahkan sampai tidak bisa di kenali.


"Baiklah, baiiik …! aku salah, karena aku tidak memakai pengaman malam itu, tetapi aku tidak ingin kamu membunuhnya, aku tidak akan membiarkan kamu melakukan itu.”


“KENAPA …? apa aku istrimu? Kekasihmu? Tidak, kan? Ini tubuhku, ini hidupku …. Kamu tidak berhak melarang ku! Memang kamu pikir kamu siapa?”


Aku berteriak marah padanya, aku tidak tahu aku dapat kekuatan dari mana, mungkin dari setan penghuni apartemen itu yang memberiku kekuatan seperti itu. Hingga mulut ini berani meneriaki Farel dengan lantang.


Wajah Farel ikut menegang dengan pundak naik turun, aku bisa melihat urat saling bertarikan, menahan emosi.


“Aku han-”


“Kamu hanya pelanggan yang menikmati tubuh ini, lalu membayarnya dengan uangmu!” Aku memotong kalimatnya.


“Aku tidak berpiki-”


“Kamu hanya memikirkan bagaimana cara menyingkirkan ku dari kehidupan rumah tangga kakakmu! Itu yang kamu pikirkan dan itu tujuanmu. Jangan lupakan itu,” kataku lagi, lagi-lagi memotong kalimat yang ingin ia ucapkan, napas ku terengah-engah setelah puas meneriaki Farel.


Marah dan meneriaki Farel membuat tubuh ini serasa habis lari maraton.


“Apa kamu sudahan marah-marahnya? Kamu tidak memberiku bicara sedikitpun” Farel berdiri menatapku dengan wajah kesal.


“Tidak penting ….Di pikiran kamu! Aku hanyalah wanita hina, murahan, rendahan, tidak penting, aku mendengarnya lagi, aku sudah cukup mendengar segala hinaan itu, selama kamu menyekap ku di sini.”


“Apa memang aslinya kamu pemarah seperti ini?”


“Iya!” jawabku ketus, lalu aku mencoba berdiri dari ranjang Farel, tetapi kepala ini masih terasa sangat pusing, membuat tubuh ini hampir jatuh, Farel menangkap dengan sigap dan menahan tubuhku , agar tetap stabil.


“Jangan berdiri dulu,” pintanya dengan suara lembut.


“Jangan menyentuh!” aku mendorong tubuhnya dan berpegang pada sisi ranjang.


“Baiklah, aku meminta maaf.”


Aku diam, membiarkan kalimat permintaan maaf darinya menguap begitu saja, aku berusaha berdiri menstabilkan tubuhku, berpegang pada dinding kamar, lalu berusaha berjalan, ingin meninggalkan kamar Farel.


“Ayo kita menikah besok,” ucap Farel lagi.

__ADS_1


Tetapi terlambat, aku tidak perduli lagi dengan pernikahan sialan itu, tidak percaya lagi dengan perkataanya, aku membenci setiap kalimat yang keluar dari bibirnya, aku berjalan pelan menyusuri dinding kamar, dan tangan ini berpegangan pada tembok kamar, memilih menghiraukan apapun yang ia katakan dan apapun yang dilakukan.


Tetapi saat kaki ini berjalan sempoyongan, tiba-tiba ia berdiri di depanku, membuatku menabrak dadanya yang bidang, hidungku masih sempat menghirup bau wangi parfum dari tubuhnya.


Wangi citrus yang dipadukan dengan wangi mint, wangi segar itu menambah kesan cool dan berwibawa.


Wangi parfum mahal buatan Italia itu sukses membuat hidung ini menghirup begitu dalam wangi dari pemilik tubuh itu, wangi parfum yang setara satu unit motor itu seolah-olah memperjelas siapa dirinya dan siapa diri ini.Aku mundur dan diam.


“Kamu belum menjawab ku, ayo kita menikah,” ujar Farel merentangkan sebelah tangannya, untuk menghalangiku berjalan.


'Ada apa dengan orang ini? baru beberapa jam dia bilang tidak mau menikah denganku, setelah ia tahu aku hamil, ia mau menikah, apa yang dia rencanakan? Aku takut ia merencanakan sesuatu dan memanfaatkan kehamilanku, aku tidak ingin ada orang lain yang ter-sakiti, baik itu Mas Virto dan aku juga tidak mau ia memanfaatkan ku, untuk tujuan lain’


"Ayo kita menikah besok,” ujar Farel lagi.


“Aku tidak mau.”


‘Gila ini orang, apa ia pikir semua bisa diselesaikan dengan uang? kenapa sekarang ia mau menikah? padahal sudah hampir dua bulan aku membujuknya'


“Harus!” Pinta Farel memaksa.


"Baik …. Tapi aku punya syarat untuk menikah.”


"Aku tidak mau hamil."


"Apaaa ….?"


Dia terlihat terkejut dengan permintaanku.


"Apa kamu mau menikah denganku karena aku hamil?"


"Aku hanya ingin bertanggung jawab."


"Aku tidak meminta pertanggungjawaban darimu. Lalu kenapa kamu harus bertanggung jawab?"


"Karena dia anakku."


" Ha, ha … Kamu menggelikan Pak Dokter, kenapa kamu yakin dia anak kamu?. Aku ini wanita ******, pelacur, merebut suami orang,


bagaimana mungkin kamu menyebut dia anak kamu?. Kamu belum tahu siapa diriku, apa kamu ingin memanfaatkan-ku?" kataku menatap dengan berani.

__ADS_1


"Harusnya kamu senang karena aku mau bertanggung jawab."


"Tidak, aku tidak senang … aku hanya ingin mengugurkan nya, dia petaka dalam hidupku.”


Tangan Farel mengepal kuat dan rahang mengeras menahan amarah, setelah mendengar kata-kata kejam yang aku ucapkan.


"Kenapa kamu memilih jalan yang curam? jika aku memberimu jalan yang mudah,” ujar Farel wajahnya terlihat sangat tegang.


"Apa kamu pikir karena kamu seorang dokter dan kamu orang kaya lalu aku akan berlari ke pelukanmu? dan tergila-gila padamu? justru aku benci orang-orang kaya yang sombong seperti kalian!”


"Aku hanya ingin bertanggung jawab, karena dia calon anakku, jujur … malam itu, aku tidak memakai pengaman dan aku yakin dia anakku."


"Kenapa kamu begitu yakin kalau anak yang di rahimku adalah anakmu? sementara kamu sudah tahu siapa aku, bahkan kamu sendiri sudah beberapa kali menyebutku wanita yang seperti apa, kan ...!”


"Aku seorang dokter, jadi aku tahu."


"Oooh … baiklah Pak Dokter, aku tidak ingin anak ini, Dia akan menambah masalah untukku, aku tidak ingin bertemu dengan keluargamu apalagi bagian dari keluargamu. Jadi .... bisakah kamu membuangnya dan kita lanjutkan rencana yang sudah kita sepakati?"


"Apa kamu tidak kasihan padanya? apa kamu tega akan membunuh darah daging mu sendiri?”


"Tidak, aku hanya kasihan pada hidupku, aku tidak menginginkannya.”


Dengar Pak Farel ... Tiba-tiba aku berubah pikiran, aku memutuskan membatalkan rencana kita, aku akan keluar dari rumah ini."


"Tidak, aku tidak mau, mari kita menikah, aku akan bertanggung jawab."


"Bapak sakit jiwa iya? aku capek menjelaskan bolak-balik …. aku ini pelacur, janda beranak dua. Kamu seorang dokter hebat dan kaya, kenapa kamu harus menyia-nyiakan hidupmu? aku tidak tahu apa yang bapak rencanakan padaku.


Tetapi aku mau bilang, mari berhenti sampai di sini … jalani hidupmu dan aku menjalani hidupku. Jangan takut, aku tidak akan menganggu hidup keluarga kakakmu,” ucapku geram.


"AKU AKAN MENIKAH DENGANMU TITIK!"


Bersambung ….


Bagaimana kakak bab hari ini?


Menarik? Marah? Tuliskan ulasan kakak di setiap bab iya.


jangan lupa vote,like dan share iya … Kasih hadiah juga boleh, biar authornya semakin semangat untuk up tiap hari.

__ADS_1


Terimakasih , Salam sehat.


__ADS_2