
Terkejut
"Saya hanya ingin kehidupan yang biasa, yang penting anak-anakku bahagia"
"Tentu saja Rin, siapa yang akan menolak menikah dengan wanita cantik sepertimu.
Saya mau, saya mau menikah dengan kamu Rin, ayo kita lakukan seperti yang kamu mau," ujar Bayu, wajahnya sangat bersemangat kali ini.
“Tapi aku ingin berterus terang padamu, saya lelaki yang miskin yang tidak punya apa-apa, harta tidak punya, tampang juga pas-pasan, apa kamu tidak apa-apa?” tanya Bayu seolah-olah tidak yakin dengan permintaanku yang mengajaknya menikah.
Ada rasa yang sangat senang dalam hati ini, beban di pundak ku seakan-akan diangkat dan dibuang setengah.
Aku tidak perlu khawatir dengan kehamilan ini lagi, aku berharap dengan aku menikah dengan Bayu, Farel berhenti mengusikku dan membiarkan aku menjalani kehidupanku sendiri.
"Terimakasih Pak Bayu, terimakasih sudah membantu,” ujar ku memegang tangannya.
"Bukan, Saya tidak membantumu Rin, justru saya yang sangat bahagia saat ini, karena akan menikah dengan wanita sangat cantik dan baik sepertimu, aku janji akan berusaha menjadi lelaki yang baik untuk anak-anak kita nanti, dan untuk dia,” ujar Bayu mengelus perutku yang buncit.
"Lalu kita mulai dari mana?" tanyaku penasaran.
"Kita akan bertunangan dulu, aku akan memulai dari sini,” ia membuka kalungnya dan melepaskan gantungan kalung yang berbentuk cincin.”
Bayu tampak bersemangat.” Apa kamu keberatan jika memakai ini Rin, ini mungkin murahan tapi ….”
“Tidak apa-apa berikan padaku,” kataku merentangkan tangan.
Aku tertawa lepas, saat melihat motip hello kity di cincinnya.
“Rin, itu … a-a-saya terlalu bersemangat,” Ia ikut tertawa saat menyadari cincin yang ia berikan, milik putrinya.
“Aku salah, ternyata cincin punya putriku, milikku ternyata tinggal di rumah."
Ia tertawa malu saat cincin mungil itu tidak buat di jari kelingkingku.
“Tidak apa-apa Pak Bayu, ini sangat lucu, tapi sayang, bukan milikku.”
Aku mengembalikan padanya lagi.
“Bagaimana kalau kamu membawaku ke rumah orang tuamu untuk berkenalan dengan ibumu dan anakmu?”
Tanyaku menatap serius ke wajah Bayu.
Lelaki bertubuh jangkung itu tampak kikuk saat aku menatapnya dengan jarak sedekat itu. Bayu meremas kepalan tangannya dan beberapa kali mengusap tangannya yang berkeringat ke celananya.
"Ka-ka kamu mau, Rin? Tapi rumahku jelek jauh di ujung desa sana.”
__ADS_1
"Tentu, karena saya memang serius Pak Bayu,” ujar ku menatap matanya.
“Aduh jangan menatapku seperti itu Rin, saya jadi gugup jadinya, karena saya jarang berhadapan dengan wanita cantik sepertimu.
Ini minum dulu teh manisnya nih, nanti keburu dingin .” Bayu mengangkat gelas mendekatkannya ke depan ku.
“Terimakasih Pak Bayu, bapak orang yang sangat baik,” ucapku memujinya.
"Iya ampun Rin, kamu membuatku gugup dan jantung ini berdetak sangat kencang, situasi ini membuatku serasa bermimpi, membuatku gugup.
berikan saya waktu untuk memberitahukan ibu untuk melakukan persiapan untuk menyambut mu nanti"
"Tidak perlu ada persiapan untuk menyambut ku Pak"
"Iya Rin, kenapa tidak , ibuku pasti sangat senang sama sepertiku," ujar Bayu ia meraih punggung tanganku dan mengusap dengan sangat lembut dan hangat.
Ia mau menikah denganku, tadinya aku pikir ia akan menolak, karena sudah tahu masa laluku dan sudah tahu keadaanku saat ini, tetapi dugaan ku salah, ia setuju. Hati ini terasa sangat legah.
Karena terlalu asik mengobrol dan saling berbagi cerita, aku tidak sadar ternyata di belakang Bayu duduk sosok mahluk yang membuatku nyaris pingsan karena kaget.
Farel duduk dengan santai di belakang Bayu, ia mendengar semua yang kami bicarakan, ia melepaskan kaca mata hitam yang ia pakai dan menatapku dengan tatapan aneh yang aku sendiri tidak bisa menggambarkan, arti tatapan itu.
Kami berdua tidak menyadari keberadaanya di sana, kami terlalu asik mengobrol.
'Tuhan, dia ada di sana dari tadi? petaka apa ini' ucapku dalam hati,
"Kenapa? kita mau kemana?" tanya Bayu saat aku berdiri, mengajaknya pergi.
"Kita jalan-jalan di pantai saja iya, pegal juga duduk lama," ucapku mencari alasan.
"Ok." Bayu berdiri dan … Saat bersamaan Farel ikut berdiri.
‘Mati aku, bagaimana ini?’ucapku dalam hati.
Lalu ia bertepuk tangan dengan kepala digoyang-goyangkan, lalu ia mengangkat kedua jempolnya.
“Mantap ... akting kalian memang bagus,” ujar Farel tetapi tatapan matanya berkata lain, ia menata tajam ke arah Bayu.
Kami berdua saling menatap.
“Ayo Rin.”Bayu memegang tanganku
Maka petaka pun terjadi ….
“Lepaskan tanganmu brengseeek!”
__ADS_1
Paaak ….!
“Pak Farel, iya ampun apa yang kamu lakukan!” teriakku marah.
Farel membawaku ke kursi.
“Duduk diam di sini.
Ini antara aku dan dia,” ujar Farel di sela-sela kemarahannya, ia masih sempat memikirkan keselamatan ku, ia membawaku duduk di kursi sebelum ia menghajar Bayu lagi.
“Ririn bukan kekasihmu apa hakmu melarang ku!”
Teriak Bayu melawan.
“Aku sudah memperingatkan mu saat itu agar kamu jangan mendekatinya, tetapi kamu tidak menghiraukan”
“Aku akan bertanggung jawab untuk anak yang dikandungnya, aku akan menikahinya, aku akan membuatnya bahagia”
“Dengar brengsek, dia wanitaku, dan anak yang dikandung itu anakku.
Jangan sekali-kali kamu mendekatinya, apa lagi menyentuh dengan tangan busuk mu,”ujar Farel menarik kra kemeja Bayu, tubuh yang kurus sedikit terangkat keatas, Farel ingin memberinya bogem lagi.
“Pak Farel, Pak Farel! tolong jangan lakukan itu.
Pak Bayu tidak salah, itu salahku, aku yang memaksanya untuk menikahi ku.
Tolong jangan pukul dia, aku yang salah,” kataku menahan tubuh Farel. Kepalan tangannya terangkat di udara, ia menutup matanya dan pundaknya naik turun menahan kemarahan.
“Pergi jauh dari hadapanku, kalau kamu masih berani mendekati Ririn, akan ku remuk kan tulang-tulang mu,” ujar Farel mendorong tubuh Bayu. Lelaki jangkung itu terhuyung mundur beberapa langkah.
Aku merasa sangat bersalah, saat melihat bibir dan hidungnya mengeluarkan cairan merah.
‘Iya ampun .... Bayu orang yang baik, aku yang membuatnya terluka’
“Pak Bayu aku minta maaf aku-”
Farel memegang pundak ku, lalu ia berkata;
“KAMU IKUT AKU PULANG!”
Sorot matanya sangat menakutkan saat menatapku, ia membuang napas-napas pendek dari mulutnya, Farel sangat marah, saat melihatku melamar Bayu, bukan Bayu yang melamar ku.
Duniaku sudah terbalik memang, bukan lelaki yang melamar wanita, aku yang malah melamar Bayu agar mau menikah denganku.
Bersambung ...
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN VOTE DAN LIKE IYA
share kasih review, kasih hadiah juga boleh …. Agar cerita ini bisa naik level. Terimakasih Kakak. Kalau bisa naik level kita akan update tiga sampai empat bab perhari. Terimakasih salam sehat untuk kita semua