
Setelah berganti pakaian di kamar mandi di bandara;
“Rin, kamu seperti Cuenci,” ucap Sinta tertawa ngakak, Cuenci tetangga kami di Taiwan, anak remaja yang banci, yang selalu berpenampilan seperti perempuan dengan ciri khas rambut di kepang dua, selalu merasa dirinya seorang wanita dan bersikap manja dan berbicara layaknya wanita.
“Tidak apa-apa, kita berdua jadi Cuenci dulu biar aman, agar suamimu tidak mengenalimu, cepat ganti tas tanganmu,” ujarnya lagi.
“Apa yang terjadi? Kenapa Farel tiba-tiba mau ke Paris juga. Tidak mungkin ingin mengikuti peragaan busana itu, kan?” tanyaku penasaran.
Kini kami duduk tenang di salah satu cafe di bandara.
“Ah, itu yang membuatku panik tadi Rin. Aku lupa kalau suamimu seorang dokter ahli saraf”
“Apa hubungannya?” tanyaku bingung.
“Gini … nanti malam akan ada pertemuan dokter sedunia yang kebetulan tahun di adakan di negara Prancis. Tepatnya, di gedung Opera Paris juga, gedung yang akan di pakai untuk Fashion Show Week nanti, semua dokter perwakilan dari setiap negara di dunia ini, akan datang ke Prancis.
Farel dan ke empat temannya dan saya perwakilan dari negara kita, Indonesia, sebenarnya bukan aku yang di tunjuk . Seniorku atau lebih tepatnya guruku, dia sakit, jadi beliau memberikan undangannya untukku.
Aku baru ingat hal itu, saat kamu sudah terbang dan aku sudah tidak bisa menghubungimu. Aku sudah dari kemarin di sini,” ucap Sinta, akhirnya aku tahu, kenapa Farel ke Paris bersamaku.
“Lalu bagaimana ini?” tanyaku bingung.
“Fokus pada tujuanmu utamamu Rin, kita sudah berjalan sejauh ini dan bukan hal mudah untuk mendapatkan kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam Fashion show sekeren ini. Ini kelas dunia Loh, seluruh dunia akan melihat rancangan mu sebagai salah satu desainer muda Indonesia. Aku sangat senang dan bangga Rin,” ucapnya memegang tanganku dengan wajah bersemangat.
“Terimakasih Sin, berkat kamu, aku bisa menginjakkan kaki di negara Prancis yang indah ini,” ucapku, menyantap Ratataouille. Makanan khas Prancis .
Saat ingin menyantapnya, aku membesarkan bola mataku, makanan yang di pesan Sinta kali ini, mengingatku dengan film animasi Disney dengan judul ‘Ratatouille’ “Jadi ini makanan yang di film itu,” ucapku berucap kagum.
“Dengar Sin, lupakan para lelaki itu, lelaki yang membuat kita para wanita selalu sengsara. Mari kita menikmati hidup, aku akan mengajakmu nanti berkeliling di negara Prancis ini.
__ADS_1
Akan banyak hal yang membuatmu ingin datang dan datang lagi ke sinin, apalagi di kota Paris , banyak bangunan yang autentik yang membuatmu takjub,” ucap Sinta.
Aku hanya manggut-manggut setuju, karena apa yang ia katakan ada benarnya juga.
"Buat apa bertahan pada pria yang sulit kita kendalikan malah membuat sengsara. Lain cerita kalau ia bertanggung jawab dan bisa melindungi mu,” sambungnya lagi. Tidak lama kemudian aku melihat Farel bersama rekan-rekan dokternya, berdiri di pintu keluar.
Farel tampak melihat ke segala sudut, mencari ku. Wajahnya tampak berubah jadi dingin, kusut, tidak bersemangat.
“Itu mereka,” ucapku mencolek lengan Sinta. Kami pura-pura mengobrol santai.
Tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti di pintu masuk, saat teman-teman Farel sudah masuk ke dalam mobil, tetapi pria tampan berpostur tinggi itu, masih menatap ke sekeliling bandara.
“Pergilah, kamu tidak akan menemukan Ririn. Pak, karena aku sudah menganti wanita ini jadi Cuenci,” ujar Sinta. Kita berdua masih melihat ke arah Farel, pria itu mencariku.
Setelah matanya lelah mencari , akhirnya ia masuk ke dalam mobil dan meninggalkan bandara.
Kini aku dan Sinta masih duduk santai membuat rencana selanjutnya.
“Iya, pasti. Farel orangnya yang nekat, aku yakin ia sudah mencariku dan melakukan cara apapun untuk bisa menemukanku”
“Dia orang kaya pasti akan udah menemukanmu kali ini, karena ia sudah tau tujuanmu datang ke sini, aku yakin , mungkin saat ini dia sudah menyusun rencana akan menjeratmu kembali. Bagaimana dengan istrinya Rin, apa tidak ikut?” Sinta menatapku penasaran.
“Aku tidak tahu, aku tidak bertanya”
“Kenapa tidak bertanya langsung Rin, kalau ia belum menikah, itu artinya ia memang menunggumu. Tetapi, kalau dia sudah menikah ada kemungkinan dia akan mengambil Haikal darimu”
“Aku tidak memikirkan apapun tadi Sin. Aku pura-pura lupa ingatan, itu yang aku lakukan tadi berharap dia melepaskan diriku, Boro-boro melepaskan, dia malah tidak percaya kalau aku lupa ingatan,” ucapku menceritakan semuanya yang terjadi.
“Baiklah kita akan cari cara, agar kamu fokus untuk acara ini Rin, ini kesempatan kamu untuk dikenal dunia. Aku tidak menduga mereka akan akan memberimu panggung utama. Kamu akan bersanding dengan Alexander Wang idolamu,” ucap Sinta bersemangat membuat, semangatku ikut berkobar.
__ADS_1
*
Dari bandara kami menuju apartemen Sinta, wanita cantik ini memiliki satu unit apartemen mewah di kota Paris, membuat kami berdua tidak terlalu khawatir untuk masalah tempat tinggal selama, kami berada di kota eksotis itu.
Saat tiba di apartemen Sinta, kami berdua sangat sibuk memeriksa pakaian yang akan diikut sertakan untuk perhelatan kali ini, memeriksa setiap pakaian dengan teliti.
Memastikan tidak ada satu benangpun yang mencuat ke permukaan. Aku tidak ingin desainku jadi memalukan saat di tampilkan pentas besar itu nanti.
Sinta juga andil besar untuk persiapan, kali ini , saat aku memeriksa tahap pertama dia memeriksa tahap kedua, takut mataku terselip.
Bukan hanya tenaga dan waktu yang ia korbankan untukku, entah berapa banyak uang yang ia keluarkan untuk mendukung hingga sampai ke tahap ini.
*
‘Terimakasih’ ucapku saat ia menyeka keringat di dahinya hari ini.
Siang harinya, kami menuju kantor Indonesia Kreatif untuk mengambil nomor kelulusan kurasi atas desainku, dengan begitu desainku bukan personal lagi, sudah mendapat dukungan dari Duta Creative Indonesia lembaga yang membawa para desain Indonesia yang lulus kurasi, artinya, aku sudah mewakili Indonesia untuk tampil di Paris Fashion Week kali.
Mengeluarkan banyak tenaga dan banyak dana juga untuk ke ikut sertaanku dalam Show kali ini.
Karena pemberitahuan kelulusan desainku, waktunya mendadak, jadi semuanya serba mendadak juga, termasuk memperkerjakan seorang asisten.
Sinta meminta dua orang karyawannya dari restaurant di cabang Prancis, warga Indonesia jadi asistenku selama persiapan pentas nanti.
Ia sengaja meminta warga indonesia, agar aku tidak kesusahan untuk berkomunikasi.
Aku sangat sibuk untuk persiapan pentas perdanaku di luar negeri, membuatku melupakan tentang Farel sementara waktu. Kau juga tidak ingin lelaki itu menemukan diriku di saat situasi ku dalam keadaan genting seperti saat ini.
Bersambung …
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT VOTE DAN LIKE IYA,
KASIH BANYAK HADIAH, IYA KAKAK, AGAR VIWERS NAIK, AGAR AUTORNYA SEMANGAT UNTUK UPDATE TIAP HARI