
Sejak Farel memutuskan memilihku menjadi pendampingnya dan membatalkan pernikahan dengan tunangannya, ada harga yang harus ia bayar untuk itu. Farel, mendapat masalah di rumah sakit, karena membatalkan pernikahan dengan anak direktur rumah sakit tersebut.
“Aku merasa tidak enak karena kamu kehilangan pekerjaanmu,” ujarku, sebelum ia berangkat ke luar kota.
“Tidak apa-apa sayang, ada kamu di sisiku membayangkan kalau sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah, semua masalah tidaklah penting bagiku, bahkan meninggalkan kamu saat seperti ini, rasanya berat, tetapi percayalah apa yang aku lakukan saat ini, semua demi masa depan kita dan anak-anak kita kelak,” ujar Farel, kami berdua duduk menikmati kue tart mini, rasa coklat yang ia beli untuk merayakan ulang tahunku, ia sengaja menunda pergi ke luar kota beberapa hari ini, agar ia bisa memberiku kue ulang tahun.
Sejak ia membatalkan pernikahannya, ia sibuk mengurus banyak hal, salah satunya datang kembali meminta maaf ke rumah si wanita. Karena mantan tunangannya anak dari sahabat ayahnya. Namun, tak sekalipun Farel melibatkan ku dengan urusan keluarganya, ia selalu bilang, ia tidak ingin aku mendapat masalah dan tidak ingin aku merasa malu.
Ia yang malu, apa memang ingin menjagaku? biarlah ia yang tahu, aku tidak begitu mempersoalkannya, bagiku, ketenangan dan kedamaian yang aku terima saat ini sudah lebih dari cukup dan yang paling terpenting. Saat Ayah Farel mau menerimaku, itu sudah sangat berharga bagiku.
Walau seperti itu, aku belajar percaya sepenuhnya pada sang dokter. Walau hubungan kami sudah mulai membaik, setidaknya dalam hal ranjang.
Keluarga Farel masih berpikir aku ingin bunuh diri, sampai-sampai ayah mertua, menempatkan dua penjaga untuk mengawasi dengan diam-diam.
Akhirnya lelaki paruh baya itu dapat menerimaku sebagai menantu, walau tidak pernah bicara secara langsung, semua orang sudah menerimaku di rumah Farel, kecuali satu orang.
Marisa masih belum bisa menerimaku, justru ia semakin membenciku karena Virto menolak untuk rujuk, walau ia sudah berjanji akan mengubah sikapnya. Namun, lelaki ber-rambut cepak itu, tidak menerimanya. Bulan ini, keputusan akhir dari sidang perceraian keduanya, aku tidak tahu kapan tepatnya.
Hubunganku dengan Eyang semakin akrap, kami menghabiskan banyak waktu bersama melukis, menonton, jalan-jalan keliling rumah. Karena eyanglah aku bisa di terima di rumah itu.
Hari itu, setelah Farel berangkat ke luar kota untuk mengurus pekerjaan, eyang mengajakku, jalan-jalan keluar komplek, wanita tua itu menceritakan banyak hal tentang keluarga Farel.
Aku juga senang, menceritakan tentang keluargaku pada Eyang, wanita itu memberiku nasihat-nasihat yang dapat aku terima dan dapat menyenangkan hati, aku sangat nyaman berbagai cerita dengannya, begitu juga dengan eyang, ia bahkan menyebutku sebagai malaikat penghibur yang di kirim Tuhan untuknya. Hari itu eyang sangat senang jalan-jalan di sekitar komplek.
Karena sudah lama ia tidak pernah keluar dari rumah, sejak dokter menyebutnya punya penyakit jiwa sejak kematian suaminya.
“Saat kamu datang, aku seakan-akan punya semangat hidup lagi, Rin" ujar Eyang mengusap punggung tanganku.
"Aku juga Eyang , di rumah ini, hanya Eyang yang dapat menerimaku dengan baik"
"Aku punya semangat hidup untuk melihat anakmu lahir."
__ADS_1
Eyang mengelus perutku yang besar, karena bulan depan perkiraannya aku akan melahirkan.
"Iya Eyang.” Hati terharu, saat ada orang tua yang menantikan kehadirannya di dunia ini.
*
Tetapi saat malam tiba, Ia meminta suster membawanya kembali ke ke kamar dan meminta suster meninggalkan kami berdua dalam kamar, aku melihat ada rasa khawatir di wajah tuanya, aku berpikir ia merasa sakit, ternyata ia mengkhawatirkan tentang keselamatan ku.
“Rin, eyang berharap kamu baik-baik saja dengan anakmu,”ucap eyang mengusap perut ini.
“Jangan khawatir Eyang, Farel dan Abi sangat menjagaku saat ini,’ kataku menenangkannya.
“Marisa ….” Ia menghela napas berat.
“Jangan khawatir Eyang aku dan dia sudah jarang bertemu”
“Rin … jika ia jadi bercerai dengan suaminya, wanita itu, akan menggila, kamu dalam bahaya,” ucapnya dengan tatapan sendu.
“Tidak apa-apa Eyang ada Farel yang akan menjagaku, walau saat ini ia sedang di luar kota, tapi ia akan pulang dengan cepat”
“Apa maksudnya Eyang?”
“Virto tidak pernah menyukai Marisa, cinta dia bertepuk sebelah tangan,
Marisa sudah menyukainya sejak mereka masi kuliah dulu. Namun, Virto sudah punya kekasih dan ingin menikahinya. Tetapi ….” Eyang menggantung kalimatnya dan menarik napas panjang.
“Kenapa Eyang, apa yang terjadi?” tanyaku penasaran.
“Dia membunuhnya”
“Haaa …!” Lututku lemas mendengarnya.
__ADS_1
“Ia membuat wanita itu seolah kecelakaan, tetapi Eyang tidak tahu apa Virto mengetahui apa tidak, Marisa begitu tergila-gila pada Virto sejak dari dulu, walau ia tahu kalau Virto tidak pernah tulus mencintainya, ia wanita yang nekat, ia selalu menyingkirkan wanita yang dekat dengan suaminya, perselingkuhan Virto dengan wanita lain sudah lama terjadi Rin, hanya … dengan kamu ia bertahan lama.
Rasa cemburu dan patah hati dua perasaan yang sangat berbahaya dan sering sekali bertindak nekat dan kadang di luar logika. Itulah yang terjadi pada Marisa, ia memiliki perasaan cinta yang gila untuk Virto”
“Aku tidak akan menganggu rumah tangga mereka Eyang, aku akan bersama Farel selamanya”
“Ia tidak akan perduli Rin, ia akan menganggap mu penyebab kehancuran rumah tangganya, ia akan semakin gila, aku punya firasat buruk akan hal itu,” kata eyang.
“Eyang ingin aku bagaimana?” tanyaku jadinya lemas. “Aku lelah melarikan diri,” kataku putus asa.
“Menghindar lah, di saat ada masalah seperti ini, saat ada kebakaran besar , akan lebih baik menjauh, dari pada kamu berusaha memadamkan hanya menggunakan ember yang ada kamu akan ikut terbakar dan terluka,” ujar Eyang menggunakan istilah.
“Kalau Eyang ingin memintaku pergi, aku harus bagaimana? Farel tidak ada Eyang”
“Berhati-hatilah Rin, tetap di sini, jangan kemana-mana”
Jantungku berdetak sangat cepat, saat mendengar semua itu dari eyang, apa yang dikatakan eyang semuanya kebenaran.
Virto juga pernah bilang kalau istrinya selalu mengancam setiap kali ia meminta cerai, bahkan pernah akan menyakiti anak mereka saat Virto meminta ingin berpisah.
Besok adalah sidang keputusan mereka aku berharap aku baik-baik saja dan berharap Farel cepat pulang.
Bersambung…
JANGAN LUPA TEKAN VOTE DAN LIKE IYA, KASIH BANYAK HADIAH JUGA BOLEH.
Jangan lupa ke ceritaku yang lain iya kakak.
Menikah Dengan Brondong.
Cerita komedi romantis yang akan menghibur kakak semua nantinya.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like juga di sana iya. Terimakasih.
Jangan lupa follow IG @sonat.ha