
Mengajak Rekan Kerja Menikah
Dengan usaha keras dan bujuk rayuku pagi itu, Farel, mau mengizinkan ku berangkat bekerja.
"Baiklah, aku akan mengantarmu dan nanti aku akan menjemputmu juga," ujar lelaki itu, Ia bersikap seolah-olah ia pemilik tubuh ini.
'Terserah kamulah, aku tidak peduli mau jemput mau gak, bodoh amatlah' ucapku dalam hati.
"Baiklah,"kataku berjalan keluar dari villa.
"Ingat iya... Jangan coba-coba melarikan diri dariku, kamu tidak akan bisa, ingat itu"
"Terserahlah," ujar ku, lalu ingin turun dari mobil, karena kami sudah sampai di depan hotel.
"Eh. Aku ini serius," ujar Farel menahan kedua pundak ini.
"Iya baiklah aku tidak akan kabur,"ujar ku kesal, melepaskan tangannya dan turun dari mobil.
Otakku semakin pusing mengingat sikap Farel yang memaksaku untuk menikah dengannya. Saat duduk di taman hotel, Bayu datang.
“Ada apa sih Rin, masih pagi muka uda lecek begitu, seperti kain sebulan tidak disetrika,” ujar Bayu menarik kursi duduk di sampingku.
"Aku memang pelacur sialan, karena aku hamil, hidupku jadi susah, kenapa aku tidak berusaha keras saat itu”
"Rin, tidak ada yang bisa mencegah rencana Tuhan,
Kasihan bayimu Rin, dia bisa merasa dan mendengar ucapan mu” ujar Bayu, ia menyodorkan teh manis hangat untukku, kami duduk berdua di satu kursi taman pagi itu.
Kebetulan belum ramai, karena masih pagi, aku meninggalkan villa Farel aku menolak keras, untuk menikah dengannya.
"Iya, masa Tuhan tidak suka melihat saya ingin bertobat Pak Bayu," ujar ku mulai menyalahkan Tuhan.
"Kenapa kamu tidak setuju menikah dengan Pak Dokter itu, kurang apa coba?
kaya, tampan, mapan.
Kamu pasti hidup bahagia dengannya," ucap lelaki yang memakai kaca mata itu dengan tatapan penasaran.
__ADS_1
"Pak Bayu, dia ipar dari lelaki yang menjadi selingkuhanku selama ini, bagaimana mungkin aku menikah dengan adik wanita yang hampir membunuhku"
"Tapi sepertinya dia tulus denganmu Rin"
"Jangan mudah percaya dari penampilan Pak Bayu, aku tidak percaya padanya, bisa saja, bilang ingin menikah, lalu ia membalas menyakitiku, karena aku telah menjadi perusak rumah tangga kakaknya, saat pertama bertemu dengan pria ini, dia sudah mengucapkan kata-kata yang saat ini masih membekas di hati ini, baginya aku hanya pelacur murahan"
Bayu hanya menghela napas, mendengar ceritaku. untungnya, ia lelaki yang baik dan bisa teman curhat.
"Lalu apa yang ingin kamu lakukan Rin, aku tidak bisa bantu apa-apa," ucap Bayu terlihat tidak berdaya.
"Pak Bayu, bisa menyelamatkanku, hanya kamu yang bisa saat ini”
"Apaaa ... dengan apa?" Wajah Bayu panik.
"Tolong nikahin saya"
"Apa …!?"
Matanya melotot panik dan mulut terbuka lebar.
"Tapi Rin, saya ini hanya orang miskin duda satu anak"
"Tidak apa-apa Pak, saya akan berubah sangat baik, akan memperlakukan anak Pak Bayu seperti anak sendiri, yang penting Bapak mau menerima anak saya juga"
"Ta-tapi bersaing degan Pak Dokter itu membuatku tidak percaya diri, Rin itu hal yang tidak mungkin.”
"Pak Bayu tidak perlu bersaing, karena saya dan dia tidak punya hubungan apa-apa, saya hamil, semua karena kebodohan ku.
Saat itu, hanya tidak ingin punya hubungan dengannya, baik keluarganya. Saya tahu, saya manusia hina dan kotor Pak Bayu, tapi, tolong bantu saya sekali ini saja … demi anak-anakku.
saya sudah berjanji pada mereka berdua akan menjalani hidup dengan baik, kalau mereka tahu saya hamil tanpa suami, aku tidak bisa membayangkan rasa kecewa mereka”
Wajah Bayu tiba-tiba terlihat sangat menegang, ia beberapa kali menyeka keringat di dahinya, dan mengusap keringat di tangannya, aku bisa melihat dengan jelas kalau ia tidak percaya diri bersaing dengan Farel.
"Bukan karena masa lalu Rin, tapi masalahnya saya ini orang yang tidak punya, orang tuaku miskin tidak punya apa-apa, rumah kami tinggal di kampung”
"Saya tidak butuh pernikahan mewah Pak Bayu, cukup akad nikah saja bagiku sudah cukup, saya hanya butuh status sudah menikah, sebelum perutku semakin membesar lagi, saat ini aku masih bisa menutupinya dengan pakaian besar, tapi coba dua atau tiga bulan lagi, perut ini akan melendung dan aku tidak akan bisa menutupinya lagi," ujar ku memohon.
__ADS_1
"Pak Bayu, jika aku menikah dengan Farel, ia dan kakaknya akan menyiksaku dan menghukum ku, apa bapak tega …,”ucapku memohon.
"Saya gugup Rin, ini pertama kalinya seorang wanita cantik mengajakku menikah, dan hatiku juga sudah hampir tertutup pada wanita.” Bayu lagi-lagi mengusap keringat di telapak tangannya.
"Saya janji akan menjadi istri baik untuk Bapak, akan menjaga dan merawat ibumu yang sudah tua, saya juga akan memperlakukan anakmu seperti anakku, tapi tolong selamatkan hidupku Pak Bayu demi anak-anakku.”
Aku memegang telapak tangannya, tangan itu dingin seperti es.
Bayu mengusap ujung matanya, ia terlihat sangat haru.
"Baru kali ini, bertemu dengan wanita baik sepertimu Rin, yang berjanji ingin merawat ibuku yang sudah tua dan berjanji menerima anakku"
"Saya janji Pak, jika kelak Pak Bayu ingin saya berhenti bekerja, saya akan melakukannya, akan menjaga keluarga kita dengan baik, saya juga akan bertobat, aku akan menutup aurat saya akan memakai hijab.
Jika saya sudah menjadi istri Bapak, asalkan bapak bisa menyelamatkanku kali ini”
"Rin, sungguh saya sangat terharu, inilah impianku selama ini, saya pernah bermimpi mencari wanita yang hanya perlu mengurus keluarga, tidak perlu bekerja, saya yang akan bekerja keras"
"Lalu apa Pak Bayu mau menikahi ku?" tanyaku dengan penuh harap.
Menikah dengan Pak Bayu lelaki sederhana, duda yang memiliki satu satu anak, bagiku dia dan aku sepadan, janda sama duda.
Aku tidak ingin menikah dengan Farel Taslan, seorang pria tampan yang sudah mapan dalam hal ekonomi, ia juga berprofesi sebagai seorang dokter, tetapi tidak sedikitpun aku ada niat untuk menikah dengannya.
Walau hati ini sebenarnya ingin menikah dengan Mas Virto. Tetapi hal itu lebih tidak mungkin lagi, karena lelaki yang berprofesi sebagai polisi itu suami orang lain.
Aku hanya ingin kehidupan yang biasa, yang penting kedua anak-anakku bahagia.
"Tentu saja Rin, siapa yang akan menolak akan menikah dengan wanita cantik sepertimu.
Saya mau, saya mau menikah dengan kamu Rin, ayo kita lakukan seperti yang kamu mau," ujar Bayu, wajahnya sangat bersemangat kali ini.
Bersambung ….
Bantu like dan komen di setiap ban ya kakak dan kasih masukan,mudah mudahan kakak suka dan terhibur dengan karya saya,baca juga karya saya yang lain ya kak.
Terima kasih
__ADS_1