Cinta Untuk Sang Pelakor

Cinta Untuk Sang Pelakor
Saat hati harus memilih.


__ADS_3

"Bapak, harus menyelamatkanku dari mereka,” ucapku memohon.


"Rin, apa kamu yakin ini real hanya kakak sang dokter itu yang melakukannya? Soalnya aku memikirkan banyak hal. Apakah itu dari tunangannya pak dokter yang marah? Atau … Virto yang ingin-”


"Aku juga tidak tahu Pak, semua tampak membingungkan untukku, meninggalkan mereka berdua hal yang tepat yang bisa aku lakukan, saat ini"


“Rin, ada banyak tipe orang untuk mempertahankan orang yang mereka cintai, contohnya, kakak sang dokter, dia terlalu terobsesi pada suaminya dan rela melakukan apapun untuk mempertahankannya. Terkadang itu bukanlah cinta. Tetapi lebih sikap egois dan sombong. Mungkin ia berpikir dan ingin membuktikan, kalau dia bisa memiliki semuanya termasuk cinta. Namun, dia tidak menyadari semakin dia lakukan itu, suaminya semakin membencinya.


Apa kamu pernah berpikir orang-orang kaya itu tipe orang yang menakutkan, bahkan, lebih menakutkan dari setan sekalipun, cenderung nekat, apa lagi sudah menyangkut harga diri, karena orang kaya sering sekali mementingkan harga diri”


“Iya, itu benar Pak itulah yang terjadi”


“Apa kamu tidak berpikir kalau Virto juga ingin merebutmu dari Farel, ia mungkin sangat mencintaimu dan memaafkan situasi ini, atau barang kali dia yang menciptakan prahara ini, untuk membawamu pergi”


“Aku tidak tahu Pak, otakku tidak bisa berpikir jernih saat ini, aku tidak tahu siapa yang harus aku percaya”


“Baiklah Rin … tenangkan dirimu, keputusanmu pergi dari mereka berdua keputusan yang tepat. Cinta akan menemukan pemiliknya Nanti. Kamu wanita yang beruntung karena di rebutkan dua lelaki yang tampan kaya dan mapan”


“Pak Bayu …. Saya tidak ingin cinta yang seperti ini, saya hanya ingin cinta biasa, saya hanya ingin dicintai dan dihargai, bukan seperti ini, diperebutkan seperti bola,” ujarku mendesis. “Cinta yang gila, di mana seorang pelakor jadi korban Pebinor … kan, jalan hidup saya aneh, Pak”


“Setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda-beda Rin, kamu masih beruntung, karena saat ini, kamu status istri dan anak yang kamu kandung punya status yang jelas,” ujar Bayu.


“Pak tolong bantu saya agar menjauh dan menghilang dari mereka, hanya Bapak saat ini yang bisa aku percaya”


“Rin Bagaimana kalau kamu ikut pulang denganku ke kampung ku ? Kebetulan dua hari lagi, saya dapat cuti, saya ingin menjenguk ibu dan anak saya tapi masalahnya … saya bawa mobil”


“Baiklah Pak, saya mau, bawa saya menjauh dari sini”


“Tapi saya bawa mobil Rin, tidak yakin membawa kamu pulang naik mobil dari Jakarta-Bali dengan kondisi hamil besar seperti ini. Saya khawatir kamu brojol nanti di tengah perjalanan”


“Khawatir


watir Pak Bayu, perkiraan melahirkan masih ada dua minggu lagi, saya yakin masih kuat”


“Waduh … ngeri Rin, perkiraan kan bisa maju bisa mundur,” ujar Bayu sangat khawatir.


“Percaya padaku Pak, saya tidak akan melahirkan waktu dekat ini, tapi tolong bawa saya keluar dari Jakarta, semakin cepat aku menghilang semakin bagus”


“Baiklah, bagaimana kalau malam ini kita pulang ke desaku, saya yakin sih di sana kamu akan aman, ada ibu yang akan menjagamu nanti, desaku masih pelosok”


“Saya mau Pak”


“Tetapi kamu tidak ada, tanda -tanda ingin melahirkan kan, Rin?”

__ADS_1


“Tidak Pak, yakin deh”


“Baiklah, saya akan izin ke kantor dulu, malam ini kita akan berangkat, kamu istirahat saja dulu , nanti saya datang”


Bayu bergegas meninggalkan taman hotel.


“Bapak harus datang, jangan meninggalkan saya sendirian di sini Pak Bayu, kalau Bapak tidak datang, nanti siapa lagi yang akan saya percaya”


“Baiklah Rin, saya akan datang nanti menjemputmu, saya izin dulu ke kantor sekalian mengurus izin cuti”


“Baiklah”


*


Aku mempersiapkan diri dari segala kemungkinan, aku sudah berpikir kalau Bayu tidak jadi datang malam itu, aku berpikir akan pergi ke rumah ayah di Bogor, walau nantinya ayah akan malu, tetapi dari pada aku dan anakku mati lebih baik menahan rasa malu pada ibu tiriku.


Aku rebahan, tetapi tidak berani menutup mata ini, aku terus bersikap waspada, menunggu dan berharap Pak Bayu datang menjemput, di tengah menunggu, suara ketukan pintu hotel terdengar.


Jantung ini kembali berdetak cepat, tubuhku kembali ketakutan, aku berpikir kalau para preman itu menemukan persembunyianku lagi.


Hanya untuk mengintip dari lubang kecil di daun pintu saja, aku harus mengumpulkan keberanian, menarik napas panjang, berjalan pelan, mengusap tangan yang mulai berkeringat.


Tok …Tok …!


“Oh! Syukurlah,” ucapku lega, menghembuskan napas kasar.


Berjalan dengan sikap buru-buru, lalu dengan gerakan tangan cepat, aku menarik handel dan membuka pintu.


“Ayo,” ucap Bayu, ia tidak berani masuk ke dalam kamar mungkin ia merasa sungkan karena aku istri Farel.


“Iya tunggu Pak, ambil jaket dulu”


Barang aku bawa ke hotel itu, hanya emas segepok yang dibungkus dalam saputangan dan satu kartu atm yang di berikan eyang.


“Pakai ini juga Rin” Bayu memberikan bag hitam yang isinya kerudung hitam dan kaca mata hitam sebagai pakaian penyamaran.


“Baiklah, akan memakainya dulu .” Kembali masuk ke kakamar mandi memakai pakaian penyamaran yang di berikan Bayu, pakaian besar berwarna hitam yang di padukan dengan kerudung, keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang berbeda.


“Kamu berjalan duluan ke arah parkiran di belakang hotel dan saya akan mengawasi situasi dari belakang’


“Ok”


Berjalan duluan ke arah parkiran hotel dan masuk ke dalam mobil Bayu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Bayu menyusul, mobil berwarna hitam itu, melaju meninggalkan hotel Lexa, wajah Bayu masih terlihat sangat tegang, mulai dari hotel sampai seperempat perjalanan.


“Pak Bayu! apa semua baik-baik saja?” tanyaku hati-hati.


“Tadi iya, saya sangat takut Rin, tetapi setelah kita jauh mulai terasa hidup kembali tapi masih masih belum bisa tenang, takut kamu kenapa-napa di perjalanan Rin, bagaimana kalau kamu pindah ke belakang dan istirahat”


Saat aku menoleh ke belakang, aku terkejut, ternyata Bayu sudah merentangkan kasur mobil lengkap dengan bantal-bantalnya, bahkan ia mendesain agar tidak terasa guncangan.


“Iya ampun kapan ngerjainnya Pak Bayu, itu sangat nyaman untuk orang hamil”


“Iya tadi, saya mengerjakan itu dulu di kontrakan makanya lama, itu sangat nyaman untukmu Rin. Pindah lah ke belakang ….


Dulu, saat mantan istriku hamil besar, kalau dia minta jalan-jalan, saya membuat seperti itu”


“Oh, terimakasih Pak Bayu.” Ia berhenti dan aku pindah ke belakang, tidur di ranjang yang sangat empuk dan sangat nyaman, ia juga mengendarai mobilnya pelan dan sangat hati-hati.


‘Terimakasih pak Bayu, aku berdoa pada Tuhan agar kamu mendapat wanita yang baik, karena kamu lelaki yang sangat baik’ ucapku dalam hati.


“Rin, kamu wanita yang sangat kuat dan tegar, kalau biasanya wanita yang hamil tua seperti itu, sudah pasti menangis dan menyerah. Tetapi kamu tidak, kamu tegar dan berani”


“Keadaan bisa mengubah seseorang, Pak Bayu”


“Iya kamu benar Rin, cinta saja bisa berubah haluan, jika ada yang menawarkan yang lebih baik, sama seperti mantan istriku,” ucapnya terdengar sedih.


Aku tidak ingin membuatnya bertambah sedih, membahas tentang istrinya akan selalu membuatnya sedih, jadi aku minta izin tidur.


“Pak Bayu tidak apa-apa jika saya istirahat? Tubuh dan otak ini terasa sangat lelah”


“Oh … tidaka apa-apa Rin, istirahatlah, lupakan semua masalah, fokus saja untuk kesehatanmu dan bayimu”


“Iya Pak Bayu terimakasih.” Aku mencoba menutup mata dan akhirnya tertidur, Kasur Mobil yang di bawa bayu benar-benar membuat tubuh ini merasa sangat nyaman.


Tidak tahu tepatnya berapa lama berkendara dari Jakarta-Bali. Tetapi saat pagi tiba, kami sudah sampai di rumah Bayu, sebuah desa terpencil yang hany ada beberapa rumah jauh dari kota, rumah sederhana yang bernuansa adat Bali yang sangat kental yang di keliling sawah dan pohon-pohon besar yang rindang, saat kami tiba, ibu Bayu menyambut dengan sangat baik, ternyata sebelum kami datang, Bayu sudah mengabari orangtuanya tentang aku yang akan tinggal di rumah mereka.


Bersambung ....


JANGAN LUPA TEKAN VOTE DAN LIKE IYA, KASIH BANYAK HADIAH, IYA KAKAK, AGAR VIWERS NAIK, AGAR AUTORNYA SEMANGAT UNTUK UPDATE TIAP HARI


“ Mampir juga ke ceritaku yang baru iya Kakak


"Menikah Dengan Brondong"


Ceritanya sangat menghibur. Komedi romantis jangan lupa like dan vote . Terimakasih Kakak.

__ADS_1


__ADS_2