Cinta Untuk Sang Pelakor

Cinta Untuk Sang Pelakor
Lebih Percaya Kakaknya


__ADS_3

"Tetapi aku punya syarat"


"Syarat apa lagi? kamu itu terlalu banyak syarat Pak Dokter dan mudah ingkar janji,” ucapku protes.


"Anak yang kamu kandung harus tetap hidup."


" Baiklah, jangan khawatir, aku akan menjaganya.


Sekarang kamu ikut aku sebentar." Aku menarik masuk ke dalam kamar, lalu aku menyerahkan kertas yang sudah aku beri materai dan kusuguhkan tanda tangan . Walau aku hanya tamatan SMP aku tidak ingin dibodoh-bodohi, setelah mencari di berbagai artikel, aku menemukan contoh untuk sebuah perjanjian yang akan kami tanda tangani berdua, sebagai bukti kesepakatan untuk perjanjian dalam menjalani pernikahan kami nanti.


"Apa ini?," Ia membacanya dan kedua alis hitam tebal itu tampak berkedut membaca isi perjanjian yang aku tulis.


"Aku ingin kamu menandatanganinya, buat kamu satu dan buat aku satu."


"Maksudnya, setelah akad kamu akan pergi dari sini?"


"Iya"


"Iya tidak mungkinlah ….! kamu pikir kawinan ayam, baru kawin langsung berpisah, setelah menikah kita akan melakukan semua tradisi di keluargaku, justru dengan begitu, Virto yakin kalau sudah jadi milik orang lain, kalau hanya akad langsung pisah, itu sama saja bohong."


"Maksudnya kita akan menemui keluargamu?" Mulutku ternganga tidak percaya, bagaimana mungkin aku masuk ke rumah orang yang selama ini ingin mengancam keselamatan ku?.


"Itu tidak mungkin karena kakakmu akan membunuhku di rumah kalian, dan mungkin dia akan mempermalukan ku juga, ini sama saja aku masuk ke kadang harimau.


Apa jangan-jangan ... kamu ingin mempermalukan ku di depan Virto? Apa itu yang kamu rencanakan dari pernikahan ini?”


Mataku menatap langsung ke dalam mata Farel, aku mencoba mencari kejelasan lewat tatapan matanya, tetapi entah kenapa hatiku belum bisa mempercayai Farel, aku selalu merasa kalau ia punya rencana yang jahat padaku. Aku selalu berpikir kalau tujuannya hanya ingin membalaskan dendam kakaknya.


"Itu tidak mungkin, kakakku tidak akan melakukan itu," ucap Farel dengan wajah yang terlihat ragu, ia tidak yakin dan tidak bisa menjamin keselamatan ku dari sang kakak.


Ia tidak tahu kalau kakak perempuannya lebih galak dari singa betina, wajah Farel terlihat tidak yakin dengan perkataanya sendiri.


Seolah-olah ia tidak percaya diri.


Melihatnya sikap ragu-ragu yang diperlihatkan Farel, membuat hati ini semakin tidak yakin untuk melakukan pernikahan dengannya.


'Mungkinkah aku telah salah membuat keputusan untuk menikah dengan Farel?' Aku berpikir kalau Farel merencanakan sesuatu untukku.

__ADS_1


"Kenapa tidak mungkin Pak? Bapak, belum tahu sifat asli kakak, Anda.”


“ Aku yang tahu sifat kakakku bukan orang lain, aku percaya padanya,” ujar Farel dengan suara ketus.


'Lebih percaya kakaknya ...? tetapi tidak percaya padaku? Tetapi ingin menikahi ku. Tujuan lelaki ini apa sebenarnya? apa jangan-jangan dia bekerja sama dengan kakaknya untuk menghancurkannku ...? aku tidak bisa mempercayainya, karena aku belum mengenal lelaki ini, aku baru mengenalnya dua bulan yang lalu.


Orang yang sudah aku kenal bertahun-tahun saja bisa mengkhianati ku, apalagi ini’ucapku dalam hati.


Aku ragu untuk menikah dengannya, kini otakku bekerja keras bagaimana caranya agar aku lepas dari jeratan lelaki berwajah tampan bak aktor Turki Burak Deniz itu.


Farel Taslan keturunan ayahnya keturunan Turki, dan ibunya Indonesia - Jerman, jadi tidak heran ia dan kakaknya perempuan memilik wajah ke barat-baratan.


"Hei, berhentilah melamun." Ia menjentikkan jari tangannya ke wajahku.


"Iya, kenapa? Aku terbangun dari lamunan.


"Kita akan mencari pakaian untuk kamu pakai besok"


"Iya baiklah.” Bibir ini menjawab iya, tetapi otakku memikirkan bagaimana caranya melarikan diri dari Farel.


"Kita akan membeli di bawah"


"Dengar iya ibu Ririn Wulandari …. Kalau kamu meminta teman kamu datang ke sini, lalu untuk apa aku harus membuka borgol ini? Aku bukan bocah yang bisa kamu bodohi, jadi saat ini yang kamu lakukan, duduk tenang dan jangan banyak bergerak, bersabarlah sampai besok, sampai akad nikah selesai,” ujar Farel.


'Tidak … tidak boleh seperti ini, bisa saja setelah pernikahan dia berbuat semena-mena padaku, karena ia berpikir kalau kami sudah menikah, tidak mungkin, ia langsung mau menceraikan ku, aduh … kenapa saat itu aku menyetujui pernikahan itu? harusnya aku menolak dan aku pergi jauh, mungkin jika aku pergi, aku tidak hamil seperti ini.


Tiba-tiba aku menyesali semuanya, menyesal menerima tawarannya untuk berpura-pura menikah, menyesal tidak bekerja keras untuk melarikan diri, aku yakin ia akan menjadikan kehamilanku untuk alasan untuk tidak bercerai nanti.


Demi apapun aku tidak ingin menikah dengan Farel, aku tidak mau menjadi bagian keluarga dari wanita yang pernah memukuliku.


‘Aku harus mencari cara untuk melarikan dari Farel’


"Kita tidak boleh seperti ini Pak, bahkan sekarang, perutku mules aku ingin ke kamar mandi, aduh…! bagaimana ini.” Tanganku memegang perut.


"Ya udah ayo,” ujarnya tanpa beban.


"Apaaa …? kamu mau ikut ke kamar mandi? aku mau berak …!"

__ADS_1


"Tidak masalah, aku sudah biasa karena aku seorang dokter."


"Iya buat kamu tidak masalah, masalahnya aku! aku tidak bisa buang ampas kalau ada orang lain di dekatku”


"Berak tinggal berak aja, kan"


"Tidak akan bisa Pak Farel! aku akan pingsan kalau bapak tidak membuka ini," ujar ku menyeka keringat di kening, aku masuk angin


perut mulai tidak bisa diajak kerja sama.


"Ayo ke kamar mandi." Matanya menyelidiki memastikan, apa aku main-main apa serius, sayangnya aku tidak bercanda.


"Tolonglah, aku tidak tahan lagi," kataku memegang bagian perut.


"Apa benar sakit?" Ia terlihat panik, setiap kali aku memegang bagian perut, ia selalu terlihat khawatir dan posesif.


"Iya, aku sampai berkeringat, nih"


"Ba-baik.” Ia merogoh kantong celananya, ternyata ia masih punya kunci cadangan.


'Hadeeeh dasar bahduuul ... keparat licik' Aku memaki dengan kesal melihat kunci cadangan ada di tangannya.


Ia membuka borgol, lalu aku berlari kecil ke kamar mandi, membawa ponsel. Kini , sambil buang ampas dari perut ini, aku memikirkan bagaimana caranya untuk melarikan diri dari Farel.


Di dalam kamar mandi, otakku mulai terasa panas karena aku paksa berpikir, memikirkan cara untuk membatalkan pernikahan dan membatalkan semua yang sudah kami sepakati. Aku merasa punya firasat buruk dengan pernikahan yang kami rencanakan.


'Bagaimana mungkin aku melakukan ini pada Virto? setelah kami menghabiskan waktu lima tahun bersama dan aku tidak mungkin menyakitinya dengan cara berpura-pura menikah dengan Farel, lalu mempermalukan Virto.


Aku tidak mungkin melakukan itu pada lelaki yang mencintaiku selama lima tahun, aku tahu ia memukuli hari itu, itu karena ia cemburu karena Farel mengirim fotoku dan fotonya tidur bersama.


Hatiku sakit jika memikirkan itu, jika diminta akan mempermalukan Virto, aku berubah pikiran, aku menyadari Virto menyakitiku saat itu, karena ia cemburu, ia akan selalu melakukan itu jika ia marah. Namun, ia perduli padaku, tidak seperti Farel yang hanya ingin memanfaatkan ku.


Bersambung ….


Tuliskan ulasan kakak di setiap bab iya.


jangan lupa vote,like dan share iya … Kasih hadiah juga boleh, biar authornya semakin semangat untuk up tiap hari.

__ADS_1


Terimakasih , Salam sehat.


__ADS_2