
Part 104
Jeoung Hyuk kembali masuk keruangan, dan dia tersentak Mi Young sudah menatapnya, dengan pelupuk mata yang beriak, pertanda gadis cantik itu mau menangis.
Jeoung Hyuk segera menghampiri dan mengambil jemari Mi Young, dan membawa ke bibirnya, dan berapa kali tangan yang ada, jarum suntik infus nya. Di kecupnya.
"Ada apa sayang.....,?
Kenapa kamu bersedih, aku disini menemanimu."
Ucap Jeoung Hyuk mesra.
Mi Young mengangkat tangan Jeoung Hyuk, yang saat ini, jemari mereka sudah saling bertaut. Membawa ke bibirnya, dan mengecupnya.
"Sayang.....,aku sangat bahagia dan terharu. Akhirnya kamu memanggilku dengan kata sayang.
Sayang.....,percayalah Ayahku akan merestui hubungan kita. Aku mencintaimu. Apakah kamu juga sudah mencintaiku.?"
Menatap dengan sendu, takut Jeoung Hyuk. Menolaknya lagi.
Membawa telapak tangan Jeoung Hyuk, ke atas dadanya.
Jeoung Hyuk, menatapnya kesal. .
Kamu pikir kamu siapa, hingga aku bisa mencintaimu.....,
Mi Young, memanyungkan bibirnya dan sengaja terisak dia buat - buat.
"huhuhu....huhuhu....
Apakah kamu, tidak kasian melihatku, sayaaang...."
Jeoung Hyuk, sebenarnya sangat gemas, dan ingin sekali mencium Mi Young. Tapi dia sangat kesal kenapa Mi Young, tidak bisa menjaga dirinya.
"Untuk apa aku kasian dengan orang yang tidak tahu menjaga dirinya. Kenapa kamu bisa menyebrang Hah..., kamu sangat ceroboh..!!"
Menatap kesal Mi Young.
Mi Young segera memutar otak untuk alasan nya, karna Kesepakatan alasan tadi dengan Cho Jae Hyun,. Mereka putuskan di serempet motor saja. Karna pasti Jeoung Hyuk pasti menanyakannya.
"Aduuuuuh....kepalaku sakiiit!!!"
pura - pura kesakitan.
Jeoung Hyuk berubah khawatir. Diapun segera membantu mengelus dahi Mi Young. Yang tidak ada perbannya.
"Maaf sayang...., sudahlah. Nanti jika kamu sudah sembuh, kita bahas ulang. Dan kamu harus jelaskan."
"Aaaaah....., Jeoung Hyuk, masih bersambung pertanyaannya"
Mi Young kesal dalam hati. Dia hanya bisa pura - pura meringis kesakitan.
Jeoung Hyuk, menjadi kasian dan mulai mengelus bahu Mi Young, dan mencium punggung tangan Mi Young.
__ADS_1
"Maaf sayang, aku hanya kesal dan khawatir denganmu."
Kata Jeoung Hyuk lembut, penuh kasih sayang.
Mi Young tersenyum. Dan pura - pura sakitnya
sudah reda.
"Sayang...aku sangat bahagia. Jika kamu khawatir padaku sayang.'
Kata Mi Young tersenyum bahagia. Besok aku sudah bisa pulang sayang. Ini cuma luka luar saja.
"Tapi tanganmu sayang, itu patah atau terkilir"
Menatap tangan Mi Young yang tergantung.
"Tidak say, cuma lecet sy minta di gantung. Karna sangat nyeri, tp sudah ada obat mahal sy pesan, agar cepat kering lukanya. Ada dokter kulit temanku, yg akan mengobati dirumah saja, besok sayang. Tapi malam ini, biar disini dulu bermalam."
Kata Mi Young Panjang lebar.
Jeoung Hyuk menatap heran.
"Cerewet sekali Mi Young. Apa bibirnya dan mukanya yang lebam dan lukanya tidak mengilu."
"Sayang..., kamu sepertinya tidak sakit. Seperti orang yang tak ada luka, cerewet sekali tampa beban."
Jleb...!!
"Kenapa aku bodoh sekali..., Jeoung Hyuk bisa curiga. Aku harus merayunya."
"Sayang....., ini semua karna aku sangat senang, kamu memperhatikanku....aku sangat bahagia. Jika tahu begini. Dari awal aku pasti membuat diriku kecelakaan."
Jeoung Hyuk marah mendengar kata - kata Mi Young, yang tidak menghargai keselamatan nyawanya.
"Diaaaam....!!!! Bicara apa kamu hahhh!!!!
Jangan membuatku bertambah marah."
Jeoung Hyuk sangat marah.
"Jangan sekali - kali berkata begitu lagi, atau aku akan sangat membencimu"
Jeoung Hyuk membentak sangat marah.
Mi Young cukup kaget, Jeoung Hyuk marah, padahal dia hanya bercanda.
"Iya sayaaang...., Maaf....sungguh pacarku ini, selain tampan juga pemarah"
"Ingat....Mi Young....aku tidak mau mendengar
kata - kata itu,....aku tidak akan membiarkan kamu terluka lagi."
Pandangan Jeoung Hyuk mulai melunak dan di penuhi binar kasih sayang yang kuat.
__ADS_1
"Sayaaang....., naiklah tidur di sampingku. Aku ingin memelukmu."
Jeoung Hyuk tersenyum geli.
Diapun berkata dengan nada mengejek tapi tetap mesra.
"Tangan kanan di ikat di leher dan tangan kiri ini di infus. bagaimana caraku memelukmu sayang...., bahkan bibirmu saja luka. bagaimana aku menciumnya. Padahal aku ingin sekali melahapnya dengan rakus."
Mengelus bibir Mi Young. Dan tertawa geli.
"Hehehe....hehehe...."
Mi Young pura - pura menangis.
" Huhuhu....huhuhu....padahal aku mau sekali...Di cium"
Jeoung Hyuk terkekeh.
"Dasar wanita mesum, pikirannya selalu mau melecehkan bibirku....Pasti pikiranmu itu sudah sangat liar. Belum jadi pacar saja. pikiranmu sudah sangat mesum."
Mi Young tersenyum geli.
"Tunggulah aku cepat sembuh sayaang....,Aku akan sangat memuaskan diriku, dengan menikmati bibir dan tubuhmu itu, sepuasnya"
Jeoung Hyuk, membulatkan matanya. dan pura - pura memasang expresi ketakutan. Padahal di dalam hati sangat geli dan sangat menginginkan juga hal itu.
"Sungguh kamu wanita mesum"
Jeoung Hyuk bergidik ngeri.
Mi Young terkekeh geli.
"Hehehe...hehehe..."
Jeoung Hyuk terpana. Diapun mengusap bibir Mi Young lembut.
Mi Young terdiam, hanya senyum yang masih terhias di bibirnya.
"Mi Young sangat cantik dan sangat manis tertawa seperti itu."
Kata Jeoung Hyuk dalam hati.
Diapun mendekatkan wajahnya, semakin dekat ke wajah Mi Young, yang sudah panas dingin dan berbunga dan bahagia. Karna bibir seksi yang selalu di rindukannya. Siang dan Malam sudah mulai mendekati bibirnya.
"mmmpp......mmmpp,"
Jeoung Hyuk, mulai mengecup bibirnya mesra ke bibir Mi Young, dengan sangat lembut, dan penuh gairah. Mi Young pun dengan hati yang bahagia dan terharu, menyambutnya dan membalas kecupan mesra bibir Jeoung Hyuk, dengan lembut.
Bibir mereka saling bertaut mesra dan ciuman mereka pun terus berulang dengan ciuman yang lembut dan mesra dan penuh cinta yang begitu besar. Yang sudah tumbuh dengan sangat subur di hati mereka berdua.
Bersambung
.
__ADS_1
.