Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 134.


Ayuni terus berjalan. Dan mencoba menguping pembicaraan Mamanya dan Nyonya kaya itu.


Ayuni bertambah heran. Mamanya menangis kembali dengan Nyonya Cantik itu.


"Sudahlaah...jangan menangis terus Ma...Nanti Ayuni mendengarnya."


Ayuni semakin penasaran.


"Mengapa mereka takut aku mendengarnya, apa yang mereka bicarakan...? aku makin penasaran."


Ayuni makin memasang telinganya.


"Saat ini kita harus ikhlas mama...Andre sudah bertemu ibu kandungnya"


Seperti petir yang menyambar di telinga dan hatinya. kakinya bergetar. Ayuni sangat shock. tak terasa air matanya mengalir dan semakin deras mengalir membasahi wajah cantiknya.


"Apa......!!!!


Abang Andre...Anak Nyonya kaya itu.!!!!"


Perasaan takut, cemas dan depresi berbaur jadi satu di dadanya. Ayuni lunglai dan terduduk lemas, dan menutup kupingnya. Dan tampa sadar berteriak keras.


"Tidaaaaaaakkk......!!!!"


Semua kaget, Andre pun berlari menyusul adiknya, begitu juga Papa dan Mama dan juga Park She Hyo. dan kedua sahabatnya. Segera beranjak dan berlari mencari arah suara.


"Huhuhu...huhu...."


Ayuni menangis, dia sangat terpukul, dia tidak mau Abang yang dia sangat sayangi menjadi milik orang lain.


Semua mengerumuninya saat ini. Bahkan Ayuni sudah ada di dalam pelukan Abangnya.


Andre berlari dan melihat adiknya sudah terduduk jongkok, bersandar di tembok dan menutup kupingnya dan menangis. Andre segera jongkok di depannya dan memasukkan tubuh adiknya, di sela pahanya dan memeluknya.


"Ada...apa...sayaaang..?"

__ADS_1


Ayuni menangis histeris dan melingkarkan kedua lengannya, di leher Abangnya. Memeluknya dan terus menangis.


"Huhuhu...huhu....huhu..."


Andre mendekap erat adiknya dan mengelus punggungnya. Badan adiknya sudah terguncang, karna tangisannya yang menyayat hati. Andre sangat kesal pada Ibunya yang tidak sabaran membahasnya, yang membuat adiknya sangat terpukul.


Ayuni terus menangis, badannya gemetaran, dia tidak menyangka dan shock, Kakak yang sangat di sayangnya ternyata, bukan Abang kandungnya.


Melihat adiknya, sangat terpukul Andre mengangkat adiknya, dan membawa adiknya ke kamarnya, dan menguncinya.


Papa Ayuni, sangat menyesal mengucapkan kata - kata itu. Semua sangat menyesal. Terutama Mama Ayuni dan Park She Hyo, yang takut anaknya membencinya. Semua kembali duduk di ruang tamu dengan pikiran mereka masing - masing.


Park She Hyo menangis dan Mama Andarani juga menangis, mereka sungguh menyesal.


Sedangkan Andre menurunkan adiknya di kasur, dan Ayuni memeluknya kembali.


"Abang....huhuhu..huhu...kamu Abangku...Milikku....enak saja wanita itu...Huhuhu...huhu...mau mengambil mu, kakak dariku...Ayuni lebih baik mati...Huhuhu...Huhuhu..."


Andre tersentak mendengar kata - kata, mati di bibir adiknya.


"Sayaaaaang...jangan katakan kata - kata seperti itu...Tidak akan ada yang mengambil ku darimu...aku..janji...sayaaang.."


"Abaaang...benarkah..?Abang..janji....Huhuhu..huhu.....Jangan meninggalkanku...walau..


Nyonya..ini...sangat kaya...Abang..Huhuhu...huhu..


Aku takkan membiarkan dia mengambil mu dariku Abaaang..Huhuhu...huhu..."


Andre tersenyum dan mengusap air mata adik yang sangat di cintainya.


"Iya..Abaaang...janji...sayang..."


"Abaaang.....Huhu...huhu....huhu...


Aku..tak bisa kehilanganmu...Huhuhu.....huhu"


Ayuni semakin sedih dan menangis tersedu - sedu. Badannya terguncang, dia sungguh sangat terpukul dan tidak bisa menerima kenyataan.

__ADS_1


Andre menitikkan air mata, sangat kasian melihat adiknya, tampa sadar mengecup kening adiknya. Mengecup seluruh wajah Ayuni dan tampa sadar pula dengan posisinya saat ini, membungkam tangisan adiknya, dengan bibirnya, mengecupnya dalam.


Ayuni tersentak, dia baru menyadari sesuatu.


"Apakah...ini.seperti yang kupikirkan.


"Mengapa Abang selalu menciumku seperti ini...?


Apakah dia dari dulu tahu, kalau aku bukan adiknya. ?"


Ayuni Shock dan jantungnya tiba tiba melemah, badannya bergetar. Seluruh tubuhnya terasa lumpuh. Dia telah sadar.


"Apa...Abangku....mencintaiku...?


Ayuni memperhatikan intens wajah Abangnya, yang sudah sangat dekat dengan Mata dan wajahnya, bahkan bibir Abangnya terus mengecup bibirnya, Ayuni terus memperhatikannya, dengan hati yang sangat kalut, bimbang dan resah.


"Jika Abang tahu, aku bukan adiknya. Mengapa Abang selalu menciumku, seperti mencium kekasihnya,?


Mengapa aku bodoh sekali terlambat menyadarinya, dan selalu tertipu dan tertipu lagi oleh nya.


Sungguh besarkah, cinta Abangku kepadaku,?


Sejak kapan dia jatuh cinta padaku ?


Abangku ternyata sangat mencintaiku, dia selalu menipuku..agar bisa menciumku.."


Ayuni terus berbicara dalam hati. Pikirannya sangat kalut, bahkan hanya bisa membiarkan Abangnya terus menciumnya.


"Apakah akupun sudah mulai menyukai Abangku, ciumannya selalu membuatku tenang dan Aman."


Desahnya lirih dalam hati.


Andre menghentikan ciumannya, Dia sadar, tapi kesadarannya sudah terlambat dan adiknya sudah menatapnya dengan tajam, yang membuat jantung Andre terasa mau berhenti berdetak. Seluruh badannya terasa bergetar. Perasaan malu dan takut berbaur jadi satu. Badannya sungguh terasa lumpuh tak bertenaga.


"Kenapa..aku..bodoh..sekali...mengapa aku menciumnya...Ayuni pasti sudah tahu..selama ini aku memanfaatkan dan membohonginya terus, agar bisa menciumnya."


Ayuni menatap jengah Abangnya.

__ADS_1


Andre semakin ketakutan.


Bersambung


__ADS_2