
Part 163
Di kediaman Dean Baskoro. Di dalam sebuah kamar, tampak kedua insan yang sudah sah menjadi Suami Istri, mengulangi aktivitas cinta mereka kembali. Dewa sungguh sangat ketagihan dengan tubuh Istrinya, senam pagi pun. berlangsung kembali, saling bertukar keringat kembali. Dea sungguh kewalahan menghadapi Abang jago suaminya, yang tak ada lelahnya menggempurnya.
Setelah lenguhan panjang dari keduanya yang menjemput badai nikmat secara bersamaan kembali, mereka pun menghempas tubuh mereka ke samping dan tidur terlentang menarik nafas panjang.
Dea duduk dan ingin beranjak ke kamar mandi, tapi area sensitifnya begitu perih dan ngilu, Abang jago Suaminya sudah tiga kali menggempurnya, badannya terasa mau remuk dan terasa kesemutan di setiap persendiannya.
Dewa melihat istrinya, meringis kesakitan diapun turun dengan tubuh polosnya berdiri di hadapan Dea.
Dea sangat risih melihat Abang jago Suaminya walau tidak perkasa lagi, tapi bentuknya membuatnya sangat malu melihatnya. Dea pun mencoba menutup area dada dan area intimnya dengan kedua telapak tangannya.
Dewa tidak membiarkannya dan langsung menggendong Istrinya, masuk ke dalam kamar mandi dan menyimpan istrinya di bak mandi besar di dalam kamar mandi dan mulai memutar air hangat, dan masuk juga berendam di dalamnya dengan duduk berhadapan.
Dea begitu malu dan risih, walau sudah tiga kali Abang jago itu menggempurnya, Tapi dia sangat malu melihatnya dan mencoba mengalihkan pandangannya. Dewa Iseng dan mengangkat tubuhnya, duduk di pinggir bak, menghadap istrinya dan mulai mengelus lembut Abang jagonya, sampai tegak perkasa kembali, Dea menjadi kesal.
"Aku tidak sanggup lagi sayang.., melayani mu, aku sudah kesakitan."
"Iya sayang...aku cuma ingin pelayanan bibir kamu itu sayang...Ayolah manjakan Abang jago ini sayang."
__ADS_1
Dea bergidik ngeri, Suaminya meminta hal yang begitu mesum.
Dea menggeleng.
"Tidak sayang...kamu sangat mesum, aku tidak mau sayang...."
Dewa masuk ke dalam air, dan menarik penutup bak, membiarkan air yang sudah tertampung keluar semuanya.
"Jangan menolak ku sayang...aku akan memberikan contoh tampa Abang jagoku menggempur mu sayang, "
Dewa menarik tubuh Dea dan membenamkan wajahnya di leher istrinya, tangannya yang satu mulai nakal meremas salah satu bukit lembut Dea dan memutar ujung pucuknya dengan lembut, dan mulutnya menerkam salah satu bukit itu, dengan mulut dan lidahnya, menghisap dan menari di ujung pucuknya. Tangannya yang satu pun di bawahnya ke bawah dan mengusap **** ***** Istrinya, dengan sangat lembut.
Setelah suara mendayu tidak terdengar lagi, Dewa menghentikan aktivitasnya dan menatap wajah istrinya yang tersipu malu. Dewa mencambuk bibir Istrinya dengan ganas, sesaat mereka berciuman panas, Dewa membawa tangan Dea untuk mengelus Abang jagonya, sambil mereka berciuman, yang semakin panas dan bergelora.
Dewa menghentikan ciumannya dengan nafas tersengal dan duduk di pinggir bak, dengan Abang jago yang sudah sangat perkasa.
"Sayang....kamu tahu khan apa yang harus kamu lakukan..."
Dea hanya bisa pasrah dan mendekati Abang jago suaminya. Mulai bermain dengan tangannya dan akhirnya bermain dengan mulut dan lidahnya, Cukup lama Dea bermain di sana. Tangan dan mulutnya terasa lelah dan akhirnya suaminya mendapatkan penuntasan, cairan itu mulai keluar dengan tangan Dea masih terus mengusapnya lembut, Dewa sungguh terpuaskan, mereka saling menatap dengan penuh cinta.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, saling memandang dengan kepuasan. Merekapun mandi bersama dengan saling membersihkan area terlarang mereka dengan saling membantu, saat ini Dea sudah tidak risih dan malu lagi berhadapan dengan Abang jago suaminya yang sangat perkasa itu.
Mereka keluar dari kamar mandi, dengan tubuh yang mulai segar. Tatapan Dewa tertuju pada Seprey putih di ranjang pengantin mereka, bercak darah terhias di sana. Dewa tersenyum puas karna Abang jagonya telah berhasil, merenggut mahkota istrinya.
Dea pun melihatnya dan tersenyum. Dewa menarik Seprey dan melipatnya dan ingin menyimpannya sebagai kenangan malam pertama mereka, menyimpannya di lemari dan mengganti dengan Seprey baru.
Dea hanya tersenyum dan membiarkan saja Suaminya melakukannya.
Setelah berpakaian, mereka pun tertidur kembali sampai siang.
Dea duluan bangun dan keluar menyiapkan makanan dan minuman untuk Suaminya yang telah memberikan banyak sekali kepuasan.
Untunglah hanya pelayannya di dapur, semua makanan sudah tersedia. Dea hanya menyuruh Bibi nya menyimpan di tiga talang dan membawakan Suaminya ke kamar, di bantu kedua pelayan. Tapi Dea menyuruh mereka menunggu di luar dia tidak ingin Suaminya terganggu.
Dea sudah tiga kali bolak balik mengambil ketiga talang makanan juga minuman itu, menyimpannya di meja sofa di kamarnya dan mulai membangunkan Suaminya.
Dewa bangun dari tidurnya dan bangun mencuci muka dan tangannya, tak lupa memberi kecupan di kening, di kedua pipi Istrinya dan mengecup bibirnya sangat lembut dan mesra. Merekapun makan bersama dengan saling menyuapi, mereka sangat bahagia.
Untuk hari - hari berikutnya, mereka akan semakin mencintai satu sama lain.
__ADS_1
Bersambung