
Part 61
Sementara Dimas sesampai di taman belakang, terus merayu Andre, untuk merelakan Ayuni menjadi istrinya.
"Tolong restuilah aku dengan Ayuni Andre, aku janji tidak akan menduakan nya." Melipat kedua tangannya dengan wajah sendu.
"Tidak akan kubiarkan kamu dengan adikku, apalagi kamu itu sisa dari pacar - pacar kamu. Celup sana, celup sini." Kata Andre dengan wajah serius dan mata yang melotot.
"Itu Khan masa lalu, Andre. Ayuni masa depanku." Kata Dimas mengerjab matanya menggoda.
"Buaya tidak akan mempercayai buaya yang lain" Kata Andre kesal.
"Akhirnya mengaku juga Khan, Kamu buaya" Kata Dimas dengan nada mengejek.
"Kalau aku Buaya suci, barangku masih perawan, tidak seperti kamu, buaya Asli," Kata Andre kesal.
"Buaya apapun itu, yang jelasnya kita sama saja buaya." Kata Dimas tidak mau kalah.
"Aish..!!! Kamu sangat menyebalkan!!!! Dimas." Kata Andre, mengucek rambutnya.
"Aish....!!!!!Haaaaaa.. hhh!!!
Kamu lebih sangat menyebalkan Andre, kenapa sih, kamu susah sekali menerima aku sebagai adik ipar kamu hah!!!,
Dengan mata melotot.
Andre melemparkan Dimas. kursi plastik yang dia duduki.
Dimas melompat menghindar, dan mereka pun saling mengejar, mereka seperti anak kecil yang sedang bertengkar, saling mengejar, sesekali Andre menendang dan sesekali mengenai bokong Dimas.
"Aduuuh bokongkuuu...., "Teriak Dimas meringis, sambil berlari, sedangkan Andre terus berlari mengejar Dimas. Di halaman belakang yang lumayan luasnya. setelah lelah berlari mereka berbaring diatas rumput, berdampingan.
"And...ree..."
__ADS_1
Dengan nafas ngos - ngosan, aku lelah, bertengkar denganmu, aku sungguh - sungguh mencintai Ayu, kenapa kamu susah sekali menerimaku. Aku Tampan, aku kaya, akuu......,"
Andre menendang betis temannya, masih dalam keadaan berbaring.
"Aduuuuuh..... sakiiiiiit... Andre!!!" Teriak Dimas melekuk kesakitan.
"Rasakan....!!!
Sekali aku bilang tidak, tidak!!!! Apa kamu butuh dalam bahasa Inggrisnya haahh!!, No and No. Mendengus kesal.
Dimas dan Andre sudah lama bersahabat, masih di bangku pertama SMA. Mereka sangat di idolakan, di sekolahnya.
Mereka seperti Dea dan Ayuni. Hanya Dimas sangat play boy dan suka bermain dengan wanita yang cantik, dan terkadang menyelesaikannya di ranjang.
Dimas juga sangat tajir, orang tuanya tidak kalah tajirnya dengan orang tua Dea. Orang Tuanya memiliki perusahaan barang eksport dan impor, dari luar dan dalam negeri selain itu memiliki banyak usaha investasi lainnya. Orang tuanya termasuk salah satu orang terkaya juga, di kota Andre.
Mereka saling terdiam dalam pikiran masing - masing.
"Aku sangat mencintai adikku Dimas, aku tidak memberitahu kamu, Karna kamu itu Bar bar, tidak bisa menyimpan rahasia, seandainya pun, Ayuni saudara kandungku, tidak akan kubiarkan kamu memilikinya, karna sifatmu yang plin plan, aku takkan membiarkan kamu menyakiti hati adikku." Gumam Andre dalam hati sambil memejamkan mata.
Bibi Inah, ada disana membawakan minuman dan cemilan. Melihat mereka, sambil mengernyitkan keningnya.
" Mengapa mereka tidur diatas rumput yah, apa punggung mereka tidak gatal?," Menggeleng kepala dan meninggalkan mereka.
Bibi Inah berlalu meninggalkan mereka, yang masih tertidur di rumput. Setelah di ruang tengah berpapasan dengan Ayuni.
"Ayuni, Aden Andre dan Aden Dimas pada tidur di rumput, kayaknya mereka ada masalah.
Ayuni mengernyitkan keningnya. bibirnya miring sedikit, kemudian miring banyak, kemudian dia pun terkekeh, dia mendapatkan ide isengnya.
Diapun ke dapur mengambil timba air. Mengisinya air dan berjalan ke taman belakang. Dia melihat kedua pria tampan itu berbaring berdampingan sambil memejamkan mata.
Ayuni berjalan pelan sambil berjingkrak dengan ujung kakinya, melangkah sangat pelan, setelah dekat diapun menyiram kedua wajah tampan itu yang sedang tidur berdampingan.
__ADS_1
"Sruuuup, sruuuup," Ayuni menyiram dua kali, setengah timba air untuk Abangnya dan setengahnya lagi untuk Dimas dan berlari.
Sedangkan kedua pemuda tampan itu sangat kaget, bahkan kalap, dan kalang kabut, Karna kelelepan air masuk di hidung bahkan mulut mereka. mereka berteriak
"Aaarrrghh....aaaargh....Mereka langsung kalap dan terduduk dengan wajah yang sangat kebingungan.
Andre, dan Dimas sangat cepat spontan duduk dan terbangun dan membasuh secara cepat wajah mereka yang tersiram air, bahkan sudah ada yang tertelan di tenggorokan mereka.
Mereka mencari dengan cepat, siapa biang keroknya. Dan tampaklah Ayuni tertawa terbahak - bahak sambil memegangi perutnya, sakit menahan tawa, mereka sangat lucu dan lucu sekali.
"Haaa... haaaaa...... haaaaa......" Ayuni terus tertawa.
"Haaa...haaa....haaa" terus memegangi perutnya.
Andre menatapnya dengan sangat kesal, sedangkan Dimas menatapnya dengan penuh cinta dan kasmaran.
"Cantiknya kamu Ayuni, jika tertawa seperti itu." Kata Dimas terpesona. Mulai menopang dagunya, sangat terpesona melihat Ayuni tertawa.
"Sesekali Buaya itu butuh air......, Haaa...ha...ha..." Teriak Ayuni sambil tertawa.
" haaa ha....ha...Aku hanya sekedar menolong, biar kalian tidak kekeringan.
"Haaaa...haaa.haaa..." Muka kalian sekarang benar - benar mirip "Buaya".
Haaa...ha...ha... Ayuni terus tertawa, bahkan sudah jongkok dengan masih memegangi perutnya.
Andre sangat kesal, berdiri dan berlari mengejar adiknya. Ayuni spontan berdiri dan berlari masuk dan Andre sangat cepat berlari mengejarnya. Ingin menangkap adiknya.
Andre berlari mengejar adiknya sampai diruang tengah, Papa dan Mama dan Bibi Inah, yang ada di ruangan itu, tampak sangat kaget melihat dengan expresi mulut yang sudah menganga. Melihat Andre dengan wajah, rambut dan baju yang basah sedang mengejar adiknya.
Bersambung
Note.
__ADS_1
Dukung Author dengan Vote, Like dengan comment.
Love you All