Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 31


Pria tampan itu, tersadar, mendapatkan tamparan keras.


Dia menyadari telah memegang benda padat yang indah yang terlarang, pipinya terasa panas dan perih.


Belum sempat menyingkirkan tangannya dia sudah terlempar ke samping, di dorong Adelia.


Adelia berdiri dan sangat marah, dia bersedekap di dadanya, yang terasa sakit berdenyut.


Pria tampan itupun, segera berdiri dan menatap tajam ke Adelia, tapi hatinya tidak bisa dia bohongi, hatinya mengagumi kecantikan wanita yang ada di depannya, tapi pura - pura menutupinya.


"Kamu pria mesum, tidak tahu malu !!" mendelik tajam melihat pria tampan di hadapannya.


Pria tampan itu tidak mau kalah.


"Kamu itu, yang sengaja berhenti mendadak supaya aku tabrak, dan menyentuhmu !.


"Hah.... Kamu dasar gila !! kepedean." Menunjuk muka pria itu dengan marah..


Pria tampan itu pun, lebih sengit membela dirinya.


"Hai. nona.... jangan alihkan masalah, kamu harus tanggung jawab, aku minta ganti rugi..!


Adelia sangat kesal, belum selesai masalahnya yang satu, muncul lagi masalah baru, ketemu pria yang sangat menjengkelkan, giginya mulai dia adu saking geramnya.


"Aaaaaaaahh..... dasar lelaki menyebalkan !!seharusnya saya yang menuntut kamu, telah menyentuhku.


Saya akan laporkan kamu ke polisi!!" kata Adelia lebih sengit.


"Ayo.... kita ke kantor polisi, dan kita menikah disana." ucap pria tampan itu, dengan nada mengejek.


"What.....? Kamu pria brengs*k. Memukul pria yang sangat menyebalkan.di depannya.


pria tampan itu, menahan tangan Adelia, dan menggenggamnya erat.


"Aku tidak akan melepaskan mu, sebelum kamu ganti rugi." menatap tajam Adelia.


Adelia melepaskan tangannya, dan mengambil uang di tasnya dan memberikannya kepada pria yang diakuinya, dalam hati sangat tampan tapi, sangat menyebalkan.


"Ini ganti rugi, yang kamu minta. Ini Ambil.!!" Menyodorkan beberapa uang ke pria tampan itu.


"Saya tidak mau, sy tidak butuh uangmu, saya juga punya banyak uang." Menolak uang yang di sodorkan Adelia.


"Kamu.... cari masalah denganku, apa mau kamu hah!!!," Adelia menghentakkan kakinya, saking kesalnya.


Pria tampan itu tersenyum.

__ADS_1


"Kamu harus ganti rugi, dengan menjadi pacarku selama 1 bulan." dengan wajah penuh kemenangan.


Kepala Adelia, jadi pusing, matanya membulat sempurna


"Hah...!! jadi pacarmu ? kamu tidak waras yah....


Adelia cepat memutar otak dan ingin mengatasi pria gila itu.


"Terserah, kamu harus mau." ucap pria tampan itu. dengan nada memaksa.


"Aku ini bukan gadis, aku ini sudah punya suami." mencoba membohongi Pria tampan itu.


Pria tampan itu, mengingat pertengkaran dengan Papanya yang ingin menjodohkannya dengan anak temannya yang belum pernah di lihatnya.


Apalagi dia seorang playboy yang suka berpetualang, dan belum menemukan wanita yang dicintainya. cuma nafsu menidurinya.


Sepertinya wanita ini bisa aku mamfaatkan. dia juga sangat cantik dan membuatku penasaran. ucapnya dalam hati.


Adelia melihat pria tampan itu terdiam, rasakan kamu, tertipu olehku, tertawa kecil dalam hati.


pria tampan itu, menatap tajam Adelia.


"Aku tidak peduli, kamu bersuami atau tidak kamu harus bagi waktumu denganku, karna kamu pacarku sekarang."


"Hah... dasar gila kamu yah, memangnya siapa kamu memaksaku."


Adelia hanya melongo.


Pria tampan itu, mengembalikan hp Adelia.


"Itu nomerku, sudah Aku simpan dan no hpmu sudah Aku simpan juga." ucap pria tampan itu.


Adelia menerima hpnya dan tersentak kaget, sekarang di hpnya tersimpan no hp pria itu, dengan sebutan "Pacarku" Adelia membulatkan mata indahnya ke pria tampan yang tersenyum di depannya.


" Sekarang kamu adalah pacarku, itu ganti rugi yang Aku minta." menarik Adelia ke dalam pelukannya dan mencium pipinya.


Adelia meronta, melepaskan pelukan pria yang tidak punya malu, menganggapnya pacarnya.


"Lepaskan, beraninya kamu mencium Aku." menatap pria itu dengan penuh amarah.


Pria itu, menatap Adelia dengan mesra.


"Sayang, kamu milikku sekarang, jadi kamu akan selalu mendapatkan ciuman dari pacarmu yang tampan ini, atau kamu mau di cium di bibirmu sayang....


Adelia stres, dia hanya bisa mengucek rambutnya dan berlalu meninggalkan pria itu, yang di akuinya sangat tampan tapi sangat menyebalkan.


Dia cuma menggerutu dalam hati. untung wajahmu tampan jika tidak sudah aku habisi kamu.

__ADS_1


Adelia segera pulang. moodnya untuk berjalan - jalan sudah hilang tampa bekas.


Saat ini dia butuh tidur. Kepalanya sakit terlalu banyak masalah yang di hadapinya.


Begitu pun dengan pria tampan itu, dia memarkirkan mobilnya di depan sebuah hotel yang megah.


Pria tampan itupun memakai stelan jasnya dan dasinya, yang sudah dia siapkan di dalam mobilnya.dan keluar dari mobil.


Security yang di laluinya membungkuk hormat, di setiap ruangan yang dia lewati, semua staf hotel membungkuk hormat padanya, sepertinya dia orang penting di dalam hotel itu.


para staf wanita begitu mengagumi ketampanan pria yang berpostur tinggi, berkulit putih, berhidung mancung, memiliki alis yang tebal dan warna bibirnya memerah alami dengan sepasang mata yang teduh dan setajam elang, memabukkan lawan jenisnya.


Pria tampan itu memasuki ruangan yang cukup besar dan menghampiri seorang pria tampan yang berkacamata, sedang sibuk dengan komputernya.


"Gilang, tolong bantu aku, untuk melihat data pribadi wanita di taman itu."


Pria berkacamata yang cukup tampan itu, mendongak keatas melihat sahabatnya, yang sekaligus bosnya juga.


"Apaan sih, Dean Baskoro, datang - datang, minta cari data. Mana kutahu wanita itu siapa." ucap Gilang ketus.


Pria tampan itu, menyerahkan hpnya.


"Ini nomer hpnya, kamu khan jago komputer dan meretas, carikan datanya dan suruh mata - matamu melacak siapa gadis itu, pokoknya apapun tentang dia." ucap Dean.


Gilang mengambil hp Dean dan memeriksanya.


Dia pun berkata. " Siapa lagi ini yang menjadi korbanmu ?."


"Iya, korban di kasih enak kok...., ucap Dean tersenyum.


Gilang hanya tertawa kecil. Mendengar ocehan temannya yang pecinta wanita cantik.


"Gilang, Papa mau menjodohkanku, kamu tahu khan saya belum puas dengan satu wanita, kayaknya wanita ini bisa jadi senjataku.


Saya akan setia pada satu wanita dulu, biar Papa percaya padaku.


"Sudahlah, jangankan sebulan, sehari saja bisa kamu ajak dua wanita yang bisa kamu tiduri, pagi dan malam."


Dean menepuk bahu sahabatnya.


"Saya percaya kamu bisa lacak gadis itu, kayaknya aku bisa tahan lama berpacaran dengannya."


Gilang tertawa. " He he....Kita lihat saja nanti". Gilang segera mencari data wanita itu dengan memakai no hpnya.


TBC


Dukung Author dengan Vote, like

__ADS_1


dan Koment.


__ADS_2