Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 157


"Keluarkan saja sayang...jangan di tahan sayang"


"Oaakkk....oakkk....oakkk"


Ayuni terus muntah, Andre terus memijit lembut leher dan pundak istrinya.


Cukup lama Ayuni mual dan muntah. Setelah perasaannya sedikit membaik. Andre membawa Istrinya ke tempat tidur. Diapun membaringkan istrinya dan mengambil minyak angin dan menggosok di punggung dan leher Ayuni, dan menggosok di telapak tangan Istrinya agar menciumnya.


Tapi berapa kali Istrinya berlari keluar masuk kamar mandi. Andre bahkan menitikkan air mata, saking kasian, melihat istrinya yang sudah mulai melemah, dan menangis.


Andre menelpon dapur, untuk menyuruh Bibi pelayan membuatkan bubur untuk Ayuni.


Di rumah besar Ibunya, setiap kamar ada telepon rumah. Jika butuh sesuatu sisa menelpon dapur, ruang tengah, dan pos security keamanan rumah. Bahkan di kamar Ibunya. bahkan kamar tamu. dan kamar pelayan. Karna Rumah Park She Hyo sangatlah luas.


Andre pun menelpon Ibunya, menyuruh Dokter cepat datang. Park She Hyo mendatangi kamar anaknya dan memeriksa keadaan Ayuni. Melihat Suami Istri sudah pada menangis, dalam hati tertawa geli.


Tak lama Ibu Dokter datang, tak berselang lama Papa Ayuni, Mama dan Kakek, sudah ada juga di kamar Ayuni. Merekapun tersenyum geli melihat kedua anak mereka, yang bersedih dan Ayuni tidak berhenti menangis, yang menghibur pun Andre suaminya, ikut meneteskan air mata.


Dokter memberi resep agar Ayuni bisa tidak terlalu mual lagi. Dan segera menelpon Toko obat langganan nya, untuk mengantar obat secepatnya.


Setelah memeriksa keadaan Ayuni, Ibu Dokter keluar dari kamar Andre, untuk mengantar Dokter pulang, yang juga tersenyum geli, melihat pasangan yang sangat serasi itu, tapi sangat Bucin.


"Hehehe....Nyonya She..Kelihatannya, Anda akan bekerja keras dan akan sering - sering memanggilku...."


"Hehehe..Iya Dokter Dina, Ayuni kami sangat polos dan manja, apalagi anakku, sangat mencintai dan menyayangi istrinya. Aku tidak bisa membayangkan jika Ayuni, melahirkan nantinya."


"Hahaha......"


Mereka pun terpingkal bersama.


Sedangkan dikamar, Ayuni sudah ada di pelukan Papanya, dan Andre pun di sebelahnya dengan wajah panik memijit halus lengan dan perut Istrinya.

__ADS_1


Mama dan Kakek hanya terus tersenyum geli.


"Papa.....perut Ayuni kembung...Papa....


Dada Ayuni juga sesak dan....."


"Oaakk.oakkk....."


Andre segera mengambil baskom kecil, yang sudah ada di bawakan pelayan, agar Ayuni jangan bolak balik kamar mandi. Atas suruhan Andre juga.


"Huhuhu......huhu...Ayuni capek muntah Papa....."


"Iya sayaang....tidak lama obatnya datang."


Andre mengambil minyak angin dan mengoles di telapak tangannya dan memasukkan tangannya ke dalam baju Ayuni, menggosok dada dan punggungnya. Dan membawa telapak tangannya juga ke leher belakang Istrinya dan di depan hidung Istrinya, agar bau khas minyak angin bisa di hirup Ayuni. Sedangkan Papa Ayuni, memijit lembut kening anaknya. Dan terus mencium rambut anaknya yang wangi.


Park She Hyo, yang baru masuk hanya bisa tertawa kecil, begitupun Mama Andarani. Melihat dua pria yang sangat Bucin pada Ayuni yang manja.


"Rani....Sepertinya....Papa Ayuni...akan sering - sering ke Korea, Kita berdua yang akan kelola perusahaan dan mereka berdua akan sibuk menjadi baby sister Ayuni."


Mama Andarani terkekeh, tapi menutup mulutnya dan segera merangkul Park She Hyo, untuk segera keluar kamar. Dan mereka pun tertawa geli sambil berjalan ke ruang tengah. Mereka tidak berani menertawakan kedua pria yang mereka cintai itu. Mereka pasti akan kena marah.


Merekapun duduk di ruang tengah dan berbincang.


"Kapan rencana balik ke Indonesia...?."


"Sebenarnya besok...tapi melihat keadaan Ayuni, kami harus menunda dulu. Untunglah kami punya Asistenku Yani, sahabatku yang sudah biasa mengelola perusahaan kami."


Syukurlah kalau begitu, tapi kayaknya Ayuni akan ikut dengan kalian...Karna Andre dan Ayuni saya beri kebebasan cuti bulan madu selama 3 bulan.


Apa kamu tahu She... ? Asistenku mengeluh. Di Perusahaan ku. Bayangkan saja Rani...Kantorku di jadikan kamar hotel dan dapur rumah Andre dan Ayuni. Bahkan tidak mau bertemu klien, selalu bersama Istrinya. Mereka seperti prangko tak mau lepas."


Mama Andarani terpingkal, begitupun Park She Hyo.

__ADS_1


"Hahaha...haha....."


Mereka pasti membuatmu kesal, dan gemas Park She Hyo.


"Hahaha..haha.."


"Bukan hanya kesal dan gemas... tapi mereka sungguh menyebalkan.!!!"


"Hahaha...haha...."


Mama Andarani dan Park She Hyo terpingkal.


Tak berapa lama, pembawa obat datang, She dan Mama Rani kembali ke kamar Ayuni, untuk mengantarkan obat dan segera di minum Ayuni....Setelah beberapa saat kemudian Ayuni pun tertidur.


Papa dan Mama dan Ibu Andre serta Kakek yang sedang memijit kaki cucu kesayangannya. Minta pamit pada Andre dan meninggalkan mereka berdua.


Merekapun minta pamit pada Ibu Andre untuk balik ke rumah Kakek. Park She Hyo mengantar sampai teras rumah dan memeluk Mama Ayuni. Mereka sungguh sudah sangat akrab dan sangat akur seperti saudara kandung.


***


Tiga hari kemudian Andre, Ayuni, Papa Dan Mama Ayuni sudah ada di bandara mau balik ke Tanah Air, Diantar Kakek, Paman Ayuni, Park She Hyo, Jeoung Hyuk dan Mi Young. Merekapun saling berpelukan.


Park She Hyo, sangat lama memeluk Andre, Karna akan lama bertemu anak kesayangannya lagi, bahkan menangis.


Ibu dan anak saling berpelukan dan bergantian saling mencium kening.


Setelah itu, memeluk dan mencium Ayuni dan juga Mama Andarani. Dan bersalaman pada Papa Ayuni.


Dengan berlinangan air mata. Park She Hyo, melepas Andre dan Ayuni.


Mi Young memeluk sahabatnya dengan hangat, dan membelai lembut punggungnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2