Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 159


Mi Young menghibur sahabatnya.


"Sudahlah She, sebentar lagi kamu akan menimang cucu...bersabarlah."


Park She Hyo, masih menangis. Setelah beberapa saat merekapun pulang.


***


Keesokan harinya di rumah Mama Andarani. Di kamar Andre yang menjadi kamar pribadi mereka. Andre masih sibuk memijit istrinya.


Dia ingat tes kehamilan. Kemarin waktu datang obat di antar ada juga alat tes kehamilan.


Sayang...Ini alat test kehamilan. Ayo ke kamar mandi kita tes sayang.


Ayuni mengikuti suaminya dan masuk ke kamar mandi, dan membuang air kecil, menyimpannya di wadah kecil dan mulai memasukkan alat tes kehamilan, kemudian dengan antusias menunggunya.


Ayuni sebenarnya risih dan menyuruh Suaminya menunggu di luar kamar mandi. tapi Andre tidak mau, dia mau langsung melihatnya. Andre sangat berharap Istrinya hamil.


Ayuni hanya bisa pasrah dan membiarkan Suaminya.


Mereka berdua berjongkok di dalam kamar mandi menunggu, memperhatikan alat itu bekerja. Beberapa detik kemudian garis pertama muncul, dan beberapa saat kemudian, mereka mulai berpelukan dan saling merangkul, juga saling menggenggam tangan, menunggu dengan sangat cemas.


Tanda garis dua mulai muncul, merekapun bersamaan berteriak, sangat senang.


"Istrikuuu.......hamil......!!!!!"


"Akuuu.....haaamil...... Aaaaaaaahh.....


senangnya....!!!!!"


Pipi Ayuni, kening dan rambut, sudah berapa kali Andre mengecup istrinya, saking senangnya. merekapun akhirnya menangis berdua.


Andre bangun dan menggendong Istrinya, rasa sayangnya saat ini, semakin besar untuk Istrinya, sudah ada calon janin kecil, yang sudah tumbuh di rahim istrinya.


Andre membaringkan Istrinya, dengan sangat pelan di ranjang mereka. Diapun berbaring telungkup dan membawa tubuhnya agak ke bawah, dan mulai menyingkap naik baju Istrinya, memperhatikan perut Ayuni yang masih rata, mulai mengelus dan mencium perut Istrinya, dengan penuh sayang.


"My Baby...kami menunggumu sayang, selalu sehat sayang, jangan rewel sayang, Papi Akan selalu menemanimu bercerita, agar kamu sayang, tidak bosan di dalam sana. Papi juga akan menyanyi untukmu, kamu akan selalu mendengar suara merdu dari papi mu ini. Jadi My Baby sayang...yang baik, manis. Jangan rewel sayang. Sekarang sudah ada dua orang yang akan menyayangi Mami Ayuni. Papi dan kamu sayang, jadi Mami harus banyak makan, minum susu karna sudah ada kamu sayang. supaya kamu sehat di dalam sana."


Ayuni sangat terharu, dengan kata - kata Andre, Saat ini rasa cinta dan sayang pada suaminya, mulai tumbuh perlahan. Diapun menangis kencang.


"Huwaaaa.....huwaaaa.......Kalian baik sekali kepadaku.....Aku jadi makin cinta kalian berdua....Huwaaaa.....huwaaaa"


Andre tersentak dan mendongak melihat Istrinya yang sudah bercucuran air mata.


"Apa....benar sayang...kamu sudah mulai, mencintaiku...?"


Ayuni mengangguk kencang.

__ADS_1


"Iyaa....Aku saaaangat..... mencintaimu, sangat mencintaimu, suamiku Pak Andre!!juga anak kita....Huwaa...huwaaa....."


Ayuni menangis seperti anak kecil.


"Apa Si Dewa keparat itu, masih ada di hatimu sekarang!!!"


Masih bertanya dengan menatap jengah.


"Siapa dia...? Aku bahkan tidak mengingat pernah menyukainya....sayaang...Huwaaa...


huwaaa"


Andre terkekeh geli, dan membawa tubuhnya ke atas dan menarik tubuh Istrinya ke samping, dan menatap wajah cantik Istrinya, dan mengusap air matanya.


"Aaaah....sayaaang....kamu pasti berbohong, dan cuma menghiburku khan...?"


Masih tidak percaya.


"Sayaaaaang.......aku sungguh...sangat mencintaimu....sayangku....Cintaku...


Aku mencintaimu suamiku...."


Mengecup bibir Andre, mengecupnya kembali, dan akhirnya di balas dengan buas oleh Andre. Merekapun saling menikmati bibir masing - masing, bahkan Ayuni mendominasi dengan naik ke atas perut suaminya, dan membuka seluruh pakaiannya.


Andre pun menatapnya dengan gemas dan buas, dan merekapun berciuman dengan sangat menikmati bibir masing - masing.


Suara lembut memanggil nama Istrinya seperti alunan musik yang sangat indah, membuat Ayuni semakin aktif, di bawah sana.


Andre sudah tak tahan lagi, segera mengganti posisi dan mulai menggempur pertahanan istrinya, tapi mengangkat sedikit tubuhnya dan tidak menekan perut Istrinya, Karna sudah ada calon baby nya di dalam sana. Mereka terus berpacu dan akhirnya Andre pun menyemburkan cairan ke dalam tubuh Istrinya sampai tak tersisa sama sekali.


Mereka pun mandi bersama, dan terulang kembali pergulatan mesra mereka, melanjutkan lagi di kamar mandi dengan memanjakan lagi istrinya, sampai beberapakali Ayuni, terhempas badai nikmat, akibat perbuatan bibir, lidah dan jari jemari suaminya.


Setelah beberapakali Istrinya berperang dengan badai kenikmatan, yang di buatnya. Andre pun menggempurnya kembali, sampai diapun menjemput kenikmatannya sendiri. Andre pun meratap mesra, sambil memanggil nama Istrinya sangat lembut penuh cinta dan penuh gairah, mencium ganas bibir Istrinya, dan menumpahkan hasratnya, menyemburkan lebih dalam cairan dalam tubuhnya, tampa tersisa sama sekali.


Memeluk Istrinya sangat kuat, merekapun saling berpelukan dengan erat. dengan posisi berdiri saling berhadapan. Walau di dalam kamar mandi yang dingin. Mereka tetap bermandi peluh, akibat pergulatan panas yang kedua kalinya. Andre sungguh sangat memuaskan dirinya, saking senangnya mendengar ucapan cinta Istrinya dan kehadiran buah cinta mereka, di rahim Istrinya.


Hari itu, selesai mandi, mereka sangat kelelahan dan tertidur pulas di ranjang mereka, saling berpelukan.


Andre sangat bahagia, Istrinya sudah mulai mencintainya, dia memeluk Istrinya sampai tertidur.


***


Kabar gembira tentang kehamilan Ayuni, seperti bom nuklir, merebak begitu cepat. Ponsel Ayuni dan Andre tidak berhenti berbunyi, ucapan selamat silih berganti.


Awalnya Papa dan Mama Ayuni, menelpon Ibu Andre dan Kakek, akhirnya berita begitu cepat tersebar. Bahkan kedua sahabat Andre pun dan Ayuni, Mama telpon semua. Akhirnya hari itu, mereka sangat sibuk menerima telepon.


Sahabat Andre bahkan Dewa dan Dea, sudah ada di rumah mereka berkumpul. Mereka sangat bahagia.


Dea menyampaikan kabar gembira jika bulan depan, Dewa dan dirinya akan menikah. Ayuni sangat senang dan memeluk sahabatnya.

__ADS_1


Semua bersuka cita menyambut baby kecil yang sudah mulai tumbuh di rahim Ayuni. Setelah beberapa jam kemudian habis makan bersama, para sahabat pun minta pamit pulang.


Hari itu, berlalu dengan sangat bahagia. Tapi untuk hari - hari berikutnya. Ayuni sudah seperti putri kerajaan yang di kurung, semua salah. Biar cara berjalan salah, berjalan pun di tuntun dengan kedua wajah pria kesayangannya, sangat tegang dan selalu marah dan meringis. Seolah mereka yang mengandung.


Ayuni galau, dan mulai stres, Karna banyak sekali makanan dari kedua pria kesayangannya, yang mereka belikan untuknya.


Bahkan di dapur pun menjadi ajang persaingan, kedua pria itu, bersaing memasak untuk Ayuni, kedua pria itu jadi sering bertengkar.


Ayuni dan Mama, setiap hari seolah menonton perlombaan lomba memasak. Tapi bukannya mereka senang, malah mereka selalu memijit kepala, yang tiba - tiba pening. Karna suara pria kesayangan mereka sungguh sangat berisik. Bahkan Bibi pun ikut pusing dan duduk di dekat kedua nona putrinya, menonton perlombaan memasak itu.


"Papa...dia Istriku...makananku yang harus dia makan."


"Enak saja...dia anak kesayanganku...makananku lah yang terbaik."


Mama dan Ayuni hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Ada - ada saja mereka pertengkarkan.


"Papa pergilah ke kantor, biar aku yang mengurus Istriku.."


"Enak saja...bagaimana jika kamu tidak becus menjaganya, aku jadi kurang mempercayaimu..."


Kedua Pria itu jadi semakin sering bertengkar. Ayuni dan Mama hanya bisa memijit kepala.


Semakin hari kedua mulut pria kesayangan mereka bertambah comel dan sangat berisik.


Merekapun saling bersaing menyuapi Ayuni, masakan mereka. Dan mereka harus di puji yang paling enak masakannya, mereka semakin gila pujian tiap hari.


Bahkan Ayuni dan Andre pun mau tidur. Papa datang lagi ke kamar dan mengatur cara tidur mereka. Dengan memberi bantal guling diantara mereka.


"Usahakan jika memeluk Ayuni ku, peluk dengan guling ini. Bagaimana jika kakimu menendang cucuku"


"Andre berteriak kesal dan duduk menjambak rambutnya."


"Aiissssshhh.....Papa.... Anda sungguh sangat menyebalkan!!!!!"


"Kamu juga sangat menyebalkan Andre...."


Mencium kening dan kedua pipi anak kesayangannya dan mengecup perut Ayuni.


"Cucuku...sayang....aku...sangat mencintaimu....jangan rewel yah..."


"cup...cup...cup...."


Andre menatap jengah, akhir - akhir ini Papanya sangat menyebalkan, Mama dan Ayuni hanya bisa memijit kepala dan menggelengkan kepala, melihat persaingan kedua pria yang mereka cintai itu.


Bersambung


.


.

__ADS_1


__ADS_2