
Part 44
Andre segera menggendong adiknya, masuk ke dalam rumah, sedangkan Dea dan Desi tetap di mobil dan melambaikan tangan.
"Abang Andre, kami pergi dulu, jaga Ayuni, pulang sekolah saya mampir." Kata Dea dan Desi membunyikan klakson.
Andre, hanya mengangguk dan Ayuni melambaikan tangan.
Mobil Desi bergerak meninggalkan rumah Andre, dan diapun segera masuk ke dalam.
Tampak Bibi Inah lari kecil dengan wajah khawatir.
"Aden ganteng, Ada apa dengan non Ayu," wajahnya di selimuti kekhawatiran.
"Bibi Ambilkan Air hangat dan handuk kecil, Carikan minyak kayu putih," Kata Andre memberi perintah dan segera berjalan ke arah kamar Ayuni.
Sesampai di kamar dia membaringkan adiknya, mengusap kening adiknya, menyingkap bajunya naik keatas dan memijitnya dengan lembut, wajahnya sangat khawatir.
Ayuni membelai sayang kedua pipi Abangnya, dan memajukan bibirnya dan langsung di kecup mesra oleh Andre.
Ayuni tidak sungkan lagi mengecup bibir Abangnya, Karna Andre sudah membuatnya terbiasa.
"Abang, jangan khawatir, perutku sudah tidak sakit lagi," Mengelus pipi Abangnya kembali dan Andre mengecup keningnya.
Bibi Inah sudah masuk ke kamar Ayuni, dan membawa air hangat, handuk kecil dan minyak kayu putih.
Andre segera mengambilnya, menyimpannya di meja samping ranjang Ayuni.
"Bibi, Mama kemana?" tanya Andre.
"Katanya, ke Restoran Papa Andre, jalan - jalan." Kata Bibi Inah.
Bibi Inah segera beranjak pergi, dia tahu Andre anak angkat dari Mama Andarani, dan dia suka curhat dengannya tentang Andre dan Ayuni, dan Bibi Inah tahu perhatian Andre ke Adiknya itu adalah cinta kepada kekasih bukan pada Adiknya, dan dia memberikan waktu untuk mereka bersama. Dan Mama Andarani melarang Bibi Inah memberitahu Ayuni jika Andre bukan Abang kandungnya, biarlah Ayuni yang akan mengetahuinya sendiri.
Andre, mulai membasahi handuk kecil dan mengompres kening adiknya. dan membasahi tangannya minyak kayu putih dan mengoles ke perut adiknya.
"Ayu, coba kamu ceritakan, kenapa tiba - tiba perutmu sakit begini" terus mengelus perut adiknya.
"Maaf Abang, tadi aku makan bakso di kantin, dengan memperbanyak sambalnya, dan akhirnya begini, dalam keadaan perutku belum terisi apapun Abang," Mencoba membohongi Abangnya. Tapi memang di kantin dia makan Bakso, cuma bohong kalau banyak sambalnya. "Maaf Abang membuatmu khawatir" Gumam Ayuni di dalam hati.
"Abang berbaringlah di sampingku, aku ingin memelukmu, detak jantungmu seperti musik tidur untukku." Menarik tangan Abangnya untuk berbaring di sampingnya.
Andre berbaring di samping adiknya dan membawanya ke dalam pelukannya, Ayuni sangat tenang dalam pelukan Abangnya, Andre menepuk - tepuk punggung Adiknya dengan sangat lembut, dan Ayuni pun tertidur, dengan pulas nya.
__ADS_1
Ayuni, aku sangat khawatir melihatmu, kesakitan seperti itu, aku sangat takut kehilangan dirimu, mengecup kening adiknya.
Andre teringat Dea mau kerumahnya. dia pun mengambil ponselnya, saat ini dia ingin menemani adiknya tampa di ganggu siapapun.
Mulai mencari no hp Dea. dan mulai menelpon.
"Halo Dea, ini Abang Andre, maaf sebelumnya. Ayuni sudah tertidur pulas kayaknya lama tidurnya, kalau bisa besok datang kemari"~ Andre.
"Iya, Abang Andre, syukurlah kalau Ayuni baik- baik saja." Kata Dea lega, tapi dalam hatinya menggerutu. batal deh, berduaan Abang Andre.
Andre kembali memeluk Adiknya, mencium keningnya dan dia pun tertidur sambil memeluk Adiknya. Mereka begitu romantis bagi orang yang melihatnya.
Tidak berselang lama, Papa dan Mama Ayuni datang, mendengar dari Bibi Inah jika Ayuni lagi sakit perutnya dan di jemput Abangnya di sekolahnya sebelum jam pelajaran sekolah berakhir. Membuat Papa dan Mama Ayuni sangat panik, setengah berlari ke kamar Ayuni. Dan mereka bernafas lega melihat kedua anak kesayangannya sedang tertidur pulas sambil berpelukan.
"Syukurlah, Papa!!
Andre bisa kita andalkan menjaga Ayuni, raut wajah Ayuni kelihatannya sudah baik - baik saja, " Kata Mama memeluk suaminya.
"Iya Mama. Papa juga sangat panik takut Ayuni kenapa - kenapa." Merangkul istrinya.
Mama mendekati pembaringan Ayuni, Mama mengecup Pipi Andre dan Ayuni yang dahi Andre sudah menempel di dahi Ayuni. Mereka saling berhadapan, begitu dekat.
"Mama doakan kalian bisa selamanya bersama, anakku sayang." kata Mama dalam hati, mengecup pipi kedua anak kesayangannya.
Mereka pun meninggalkan kamar Ayuni.
Andre terbangun, Ayuni sudah membelakanginya, dan Andre sedang memeluk Adiknya dari belakang. Andre melepaskan pelukannya dan melihat jam dinding, arah jarumnya sudah menunjuk angka 5 sore.
Jika tidur dengan Ayuni, mengapa tidurku begitu nyenyak, Adikku berubah posisi tidur pun aku tidak merasakannya, tersenyum dan kembali mengecup punggung Adiknya dengan gemas sambil memeluknya kembali.
Ayuni terbangun, Dia berbalik terlentang, Andre pura - pura menutup Matanya. Tangannya masih memeluk adiknya.
Ayuni menggoyang lengan Abangnya, dan Andre. pun membuka matanya.
Andre membalik badannya dan duduk di sebelah Ayuni, di ikuti Ayuni yang bangun dan langsung merangkak melangkahi tubuh Abangnya, dan iseng duduk di pangkuan Abangnya dan memeluknya.
Andre kelihatan risih dan menyuruh Ayuni, segera turun dari pangkuannya.
"Turun dari pangkuanku, melihat kamu menatapku begitu, membuatku takut, jangan memanfaatkan ku." Kata Andre pura - pura marah.
Ayuni melepaskan pelukannya, menatap wajah tampan Abangnya dengan tersenyum.
"Mengingat Abang tadi sangat khawatir, sangat lucu dan menggemaskan, kayak Ayuni mau mati saja." Kata Ayuni tertawa.
__ADS_1
Andre berubah serius, menutup bibir Adiknya, dengan jarinya, menatap adiknya sendu.
"Jangan berkata begitu, Ayu, Abang tidak bisa hidup tampa kamu," memeluk adiknya, mendekapnya erat,
Ayuni memeluk Abangnya juga.
"Abang, kita seperti sepasang kekasih saja, sudah Abang, jangan memeluk Ayuni lagi, Ayuni mau cuci muka dulu. Ayuni lapar.
Andre tersadar adiknya baru sakit perutnya. Diapun melepaskan pelukannya, dan Ayuni mengangkat tubuhnya, yang duduk di atas pangkuan Abangnya, merangkak turun dari ranjangnya, dan masuk kamar mandi.
Andre menunggu Adiknya , setelah adiknya keluar, diapun masuk mencuci mukanya, dan menenangkan pikirannya, "Kenapa saat ini, perasaanku semakin sulit ku kendalikan,, dengan berkata lirih dan pelan.
Andre segera mencuci wajahnya dan keluar dari kamar mandi adiknya. Ketika keluar Andre tersentak, melihat Ayuni hanya memakai bra dan C** kesana kemari mencari sesuatu.
"Ayu.....!! Andre berteriak panik.
Cepat berpakaian, kamu ini semakin menyebalkan." Mengucek rambutnya, membuka lemari adiknya dan memilihkan baju daster selutut, dan melemparkan ke tubuh adiknya dengan kesal.
Ayuni tidak menangkapnya, malah masih sibuk mencari sesuatu.
"Abang tidak melihat ikat rambutku." Tanyanya polos.
Sedangkan Abangnya sudah sangat panik melihatnya. Andre memungut baju Adiknya dan memasangkan langsung di badan Adiknya, dengan tergesa, seperti jantungnya yang sudah berpacu. "Apa bocah ini tidak merasa, badannya begitu menarik" gumam Andre dalam hatinya. Diapun berteriak marah, untuk menutupi rasa sukanya.
"Lain kali, jangan membuka pakaianmu di hadapanku, aku ini seorang pria, itu tidak sopan Ayu!!! .
Ayuni menatap kesal Abangnya, Dasternya sudah terpasang di badannya.
"Abang jangan lebay, Abang sudah pernah kok lihat Ayuni seperti ini, malam itu, waktu aku bermimpi ciuman, Ayu juga berpakaian begini waktu tidur, dan waktu bangun, Ayuni sudah berpakaian, pasti Abang yang memakaikan aku pakaian." Kata Ayuni sewot.
Andre hanya bisa mengucek rambutnya kesal dan meninggalkan adiknya, diapun tersenyum geli dan berteriak.
"Cepat ke meja makan, sarapan, aku menunggumu." Kata Andre dengan kesal, tapi wajahnya tersenyum. "Bocah ini semakin hari membuatku mabuk kepayang, karna tingkahnya, rasanya ingin sekali aku jadikan istriku, ooh sungguh bahagianya hati ini Ayu, bisa memilikimu seutuhnya." Tersenyum lebar dengan mengelus dadanya yang saat ini berbunga - bunga.
Bersambung
Dukung Author yah,-
Dengan vote, like dengan comment.
share ke teman dan sahabat, agar karya ini memiliki banyak view.
Love you All.
__ADS_1