Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 30


Sementara itu, di kediaman pak Dean Baskoro, Dea tampak berbincang dengan Papa dan Mamanya.


"Dea sayang,"


Ujar Papa Dea, mengusap kepala anak semata wayangnya, yang sudah bersandar di dadanya.


"Papa perhatikan, kamu tidak pernah Papa lihat bersama seorang pria, kecuali dengan Abangnya Ayuni."


Papa perhatikan kamu menyukainya..?" memperhatikan wajah anaknya dengan seksama.


Dea terdiam dan tersipu malu, melihat tingkah anak kesayangannya, pak Dean Baskoro tersenyum dan terus membelai rambut anaknya penuh sayang.


"Papa tidak masalah, tapi prioritaskan sekolahmu dulu sayang." mencium kening anaknya penuh sayang.


Mama Dea, tersenyum melihat kedua orang yang sangat di sayangnya.


Dea sayang, Ayuni SDH sebulan ini, Mama tidak lihat kemari, ajak dia kerumah lagi, Mama kangen melihat wajahnya yang sangat manis itu, tertawanya itu sangat menggemaskan.


Dea melepas pelukan di Papanya.


"Iya Mama, nanti saya ajak kerumah lagi.


"Anak itu Memang sangat manis dan cantik, tetapi anak papa juga sangat cantik!" memuji anak kesayangannya.


Ayuni tersenyum lebar, mendengar pujian Papanya, dan memeluknya kembali, disambut Papanya yang merangkul dan membelai rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Mama jadi iri deh, jika Dea dipeluk terus sedangkan Mama di cuekin.


Papa dan Dea tertawa bersamaan, "He he"


Papa melebarkan tangannya yang sebelahnya lagi.


"Ayolah sayang, kemari lah sayangku! kalian berdua adalah hartaku yang paling berharga dalam hidupku."


Mama Dea, berdiri dan berjalan dan duduk disamping suaminya, yang langsung merangkulnya dengan hangat.


Papa pun mencium kening istrinya dan kening anaknya, bergantian. yang sudah ada dalam pelukannya.


Kedua wanita cantik itu, sudah tenggelam dalam pelukan pak Dean Baskoro, anak dari pak Baskoro, pengusaha sukses yang memiliki banyak proverty dan pemilik banyak hotel berbintang di kota Bandung.


Papa Dea juga masih sangat tampan, dulunya dia bertemu dengan Mama Dea dengan perjodohan yang di awali dengan pertengkaran.


Kilas Balik


Hari yang cerah, tampak seorang gadis yang sangat cantik sedang berjalan di taman, hatinya lagi kesal, habis bertengkar dengan Papanya, karna papanya mau menjodohkannya dengan anak relasinya.

__ADS_1


Pikiran gadis cantik itu menerawang.


"Pokoknya Papa tidak mau tahu, kamu harus menikah dengan anak teman Papa, dia sangat tampan sangat serasi dengan kamu."


Pak Hendrawan, memarahi anaknya.


Adelia sangar kesal dengan Papanya, yang


tiba - tiba mau menikahkannya dengan orang yang tidak dikenalnya.


Apalagi menikah, berarti harus tidur dan melihat pria itu setiap harinya.


*Papa! Saya tidak mau!! menatap Papanya dengan kesal.


"Ini bukan zaman Sitti Nurbaya, seenaknya Papa mau jodohkan saya dengan orang yang belum Adelia kenal."


"Adelia. jangan menentang Papa!!!!"


Dengan nada sangat marah, tiba - tiba pak Hendrawan memegang dadanya yang sakit, dan terduduk dengan meringis kesakitan.


Mama yang sudah dari tadi disana, memperhatikan anak dan Suaminya yang


sama - sama berwatak keras, segera berlari memeluk suaminya dan menoleh ke Adelia.


"Apa yang kamu lihat? cepat panggil dokter keluarga, suruh cepat kemari, jantung Papamu kambuh lagi.


Adelia segera membantu Mamanya. memapah Papanya ke kamarnya untuk berbaring.


Tidak berselang lama, Dokter keluarga sudah datang dan segera memeriksa pak Hendrawan dan memberikan obat.


Mama membantu suaminya meminumkan obat, dan menyuruhnya istrahat dulu.


Papa pun berbaring dan mulai tertidur.


Mama, Adelia serta Pak Dokter segera keluar dari kamar. agar pak Hendrawan istirahat.


Mereka pun duduk dan berkumpul di ruang keluarga.


"Tolong Pak Hendrawan di jaga Emosinya, dia tidak bisa Stres, jantungnya saat ini dalam kondisi yang sangat tidak baik."


"Iya Dokter, maafkan kami, saya akan berusaha menjaga suami saya dengan baik."


dengan wajah sendu..., dan air mata sudah mengalir di kedua pipinya.


"Iya Bu, saya percaya ibu pasti bisa menjaga suami ibu, dengan sangat baik. Saya permisi dulu" ujar Pak Deni, nama Dokter pribadi Adelia untuk menguatkan hati istri pak Hendrawan.


Berdiri dan mulai melangkah keluar.

__ADS_1


Mama adalah wanita yang sangat cantik dan sabar, sungguh beruntung Papa memiliki Mama, tetapi saya memiliki sifat keras Papa dan berpendirian kuat, tapi melihat Papa seperti ini, dalam hati Adelia sangat sedih dan bimbang.


Mama melihat anaknya dengan tatapan penuh sayang.


"Adelia sayang, tolong jaga Papa nak, mama juga ingin membelamu tapi melihat keadaan Papamu sungguh Mama tidak berdaya."


Menunduk sedih dan menangis, badannya terguncang, Adelia datang memeluk Mamanya yang begitu sabar, menghadapi dua orang yang dicintainya sama - sama memiliki watak yang keras kepala.


Adelia datang memeluk Mamanya dengan sayang, hatinya sungguh sangat galau saat ini.


Adelia mendesah berat, saat ini dia di taman kota menenangkan hatinya yang sangat bimbang, dia sangat stres dan bingung.


Adelia jongkok mengambil batu kecil, dan melempar ke samping. tiba - tiba ada teriakan.


"Aduuuuuh.....!!!"


Adelia kaget, batu yang di lemparnya mengenai seseorang.


Muncullah seraut wajah yang sangat tampan, dari balik pohon bunga, ternyata ada yang duduk disana, Adelia tidak melihatnya.


Mengetahui kesalahannya Adelia pun berlari, jadilah aksi kejar - kejaran, di antara mereka berdua.


"Tunggu!! teriak pria itu, jangan lari kamu harus tanggung jawab!!"


Adelia terus berlari.


" Mampus aku, dia suruh aku tanggung jawab, sambil berlari Adelia membuka tas kecilnya, sambil memeriksa uangnya. ternyata ada beberapa uang cash.


Adelia berhenti, dan berbalik mendadak dan pria tampan itu, tidak menyangka Adelia berhenti mendadak dan terjadilah tabrakan.


Saat ini pria itu sudah mendarat mulus diatas tubuh Adelia dan menindihnya, mereka terjatuh bibir pria itu sudah menempel di pipi Adelia dan kedua tangannya berada tepat di dua bola indah Adelia.


Adelia merasakan ada dua tangan yang mencengkram area pribadinya, diapun tersadar.


Adelia pun berteriak. " Aaaaaaaahh......!!! lepaskan kedua tanganmu disana."


Pria itu pun, mengangkat wajahnya dan melihat kedua tangannya, sudah mencengkram area terlarang dan merasakannya, dia hanya terdiam dan menatap kaku,


Sebuah tamparan menyadarkannya.


"Plak!!!


Sebuah tamparan mendarat mulus di pipinya.


"Dasar!!! lelaki mesum !!! mendorong kuat badan pria yang telah kurang ajar menyentuh area pribadinya.


TBC

__ADS_1


Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.


__ADS_2